Persiapan Sebelum Punya Anak, 11 Hal Ini Harus Disepakati Suami Istri

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Persiapan sebelum punya anak tidak hanya finansial, tapi juga berbagai hal yang harus disepakati bersama agar tidak menimbulkan konflik suami istri dalam memutuskan apa yang terbaik untuk anak.

Memiliki anak adalah dambaan setiap pasangan yang telah menikah. Namun, sebelum punya anak. Ada hal-hal penting yang harus disepakati oleh suami dan istri, agar tidak terjadi perselisihan nantinya.

Tentu saja, merawat dan membesarkan anak adalah tanggung jawab bersama. Karena itu, kesepakatan untuk berbagai hal seperti cara mendidik anak, juga rincian lainnya penting untuk didiskusikan sebelum punya anak.

Persiapan sebelum punya anak tidak hanya sebatas masalah finansial, namun segala aspek dalam hidupnya juga harus dipikirkan. Seperti bagaimana cara mendidiknya, aturan apa yang diberlakukan. Suami istri harus seia sekata dalam hal ini.

Bila suami dan istri tidak bisa sepakat dalam satu hal, bisa memicu pertengkaran dan dampaknya tidak baik bagi anak. Oleh sebab itu, buatlah kesepakatan-kesepakatan ini sebelum punya anak, atau saat kalian tahu bahwa seorang bayi sedang tumbuh di dalam rahim dan menanti untuk bertemu kalian.

Melansir dari The Stir, berikut ini adalah persiapan sebelum punya anak yang bisa Anda lakukan:

1. Metode melahirkan

Apakah istri ingin melhairkan di rumah, di rumah sakit, klinik atau bidan. Semua harus didiskusikan bersama suami. Karena suami yang baik pastinya akan menemani istri sepanjang proses melahirkan. Kehadiran dan dukungan suami saat melahirkan, akan sangat membantu istri menghadapi proses itu dengan lebih semangat.

Artikel Terkait: Tips Bagi Suami yang Ingin Menemani Istri Melahirkan

2. Kemungkinan komplikasi saat hamil atau melahirkan

Semua orang tentunya ingin kehamilan berjalan normal, dan proses melahirkan lancar tanpa kendala apapun. Namun, untuk berjaga-jaga tidak ada salahnya menyiapkan diri kalau-kalau komplikasi terjadi.

Kalian bisa mengedukasi diri dengan membaca berbagai informasi mengenai apa saja komplikasi yang bisa terjadi selama kehamilan dan saat proses melahirkan. Bila istri terlalu takut dan membuat mentalnya down, maka suami harus bersedia melakukan hal tersebut untuknya. Karena stres untuk ibu hamil tidak baik.

Karena topik pembicaraan ini membuat tidak nyaman, kalian bisa mendiskusikan yang ringan saja. Sekedar informasi umum. Kalian bisa mulai membicarakannya lebih serius jika komplikasi benar-benar akan kalian hadapi.

Artikel Terkait: Hindari Komplikasi Kehamilan dengan Perencaaan Keluarga yang Baik

3. Sunat atau khitan

Bagi kalian yang beragama Islam, hal ini tentu tidak akan menjadi perdebatan. Karena hal tersebut merupakan kewajiban agama yang harus dilakukan pada anak lelaki. Anda bisa mendiskusikan umur berapa anak akan disunat, apakah kalian akan mengadakan hajatan untuk merayakannya atau tidak, dan berapa dana yang harus disiapkan.

Bagi kalian yang tidak memiliki kewajiban agama untuk menyunat anak, kalian juga harus menyepakati bersama apakah anak kalian perlu disunat atau tidak.

Artikel Terkait: Kapan Sebaiknya Sunat Atau Khitan pada Anak Lelaki Dilakukan?

4. Nama anak

Memilih nama adalah salah satu hal yang paling menyenangkan dalam persiapan sebelum punya anak. Suami dan istri sering berbeda pendapat dalam hal ini. Tapi biasanya mereka akan sepakat dengan satu nama segera setelah bayi lahir. Jadi, jangan terlalu dibawa serius ya saat berdiskusi soal nama ini.

Artikel Terkait: Kumpulan Nama Bayi dari Berbagai Kisah Superhero

5. Vaksinasi

Carilah informasi sebanyak-banyaknya soal ini, dan diskusikan bersama. Vaksin apa saja yang penting untuk diberikan pada anak. Dan dimana kalian akan melakukannya.

6. Mengurangi kebiasaan buruk

Kebiasaan buruk seperti merokok atau minum alkohol seharusnya berkurang setelah memiliki anak. Atau paling tidak kalian tidak melakukannya di depan anak. Hal ini harus bisa kalian diskusikan sebagai bagian dari persiapan sebelum punya anak.

7. Uang

Membesarkan membutuhkan banyak biaya, pastikan tabungan kalian cukup untuknya. Tahan dulu keinginan untuk membeli barang yang sifatnya tidak terlalu kalian butuhkan. Demi sang anak.

8. Pengalaman menyusui

Proses menyusui bisa menjadi pengalaman yang menyakitkan secara fisik dan mental bagi ibu. Di sini, dukungan suami sangat dibutuhkan. Pastikan suami memainkan peranannya saat istri sedang menyusui si kecil.

Artikel terkait: Dukungan pada Ibu Menyusui Bantu ASI Eksklusif jadi Lebih Efektif

9. Disiplin

Suami dan istri harus sepakat tentang cara mendisiplinkan anak. Jangan sampai kalian menerapkan aturan yang berbeda karena bisa membuat anak bingung. Dan malah membuatnya susah untuk menjadi disiplin.

Artikel Terkait: 6 Tips Agar Sukses Mendisiplinkan Anak

10. Makanan

Kalian berdua harus sepakat tentang apa yang boleh dan tidak boleh dimakan oleh anak di masa tumbuh kembangnya. Jangan sampai ibu susah payah mengajari anak makanan sehat, ayah malah melakukan sebaliknya. Kerjasama dalam hal ini penting demi si kecil.

11. Tentang hubungan intim

Hubungan intim suami istri sering terlupakan setelah mereka memiliki bayi. Kesibukan mengurus bayi sering membuat mereka tidak sempat untuk melakukannya.

Diskusikan berapa lama kalian akan menahan diri untuk melakukannya. Atau sampai berapa lama kalian bisa bersabar untuk menahan diri. Dan kapan kalian akan siap melakukannya lagi setelah memiliki anak.

***

Semoga bermanfaat ya, Parents.

 

Baca juga:

Tips Persiapan Kehamilan untuk Menyambut Hadirnya si Buah Hati

Dapatkan Infomasi Terbaru dan Hadiah Menarik Khusus Member

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Perencanaan kehamilan