TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

Perjuangan Seorang Bocah Bertarung Melawan Virus Toxoplasma

Bacaan 3 menit
Perjuangan Seorang Bocah Bertarung Melawan Virus Toxoplasma

Usia Dhimas baru 1 tahun lebih 2 bulan, ketika ia vonis menderita penyakit yang disebabkan oleh virus toxoplasma. Ikuti kisahnya di sini.

Dhimas, usia 2 tahun, berhasil melawan virus toxoplasma.

Dhimas, kini berusia 2 tahun, berhasil melawan virus toxoplasma.

Virus Toxoplasma itu menyerang balitaku

Usia Dhimas baru 1 tahun lebih 2 bulan, ketika ia vonis menderita penyakit yang disebabkan oleh virus toxoplasma.

Pada mulanya dokter mengatakan bahwa sumeng (kondisi di mana suhu tubuh lebih tinggi dari pada suhu normal) yang dialami Dhimas hanyalah akibat penyakit vlek yang dideritanya. Namun setelah menjalani pengobatan selama 6 bulan, kondisi Dhimas tak juga membaik.

Keresahanku semakin menjadi melihat kondisi Dhimas yang terus-menerus mengalami penurunan. Ia tidak lagi ceria, dan penuh semangat. Bobot tubuhnya pun mengalami penurunan yang drastis.

Melalui observasi, dokter mengatakan bahwa anak keduaku ini terserang virus toxoplasma. Yang mengakibatkan tubuhnya menjadi lemah dan tidak bisa berkembang sebagaimana anak lainnya. Selain ancaman kematian bila virus ini menyerang bagian vital seperti jantung, paru-paru dan otak.

Virus ini menyebabkan demam yang terus-menerus, daya tahan tubuh yang melemah sehingga mudah sekali terserang penyakit dan kerap mengalami kejang apabila demamnya mencapai 41 derajat Celcius.

Dokter kemudian menyarankan Dhimas menjalani lumbal fungsi. Tindakan ini berfungsi untuk mengetahui sejauh mana virus telah menjalar. Hatiku tercekat ketika dokter menjelaskan, bahwa tindakan ini dilakukan dengan menusuk tulang belakang anakku.

Oh, Tuhan, jika saja aku bisa bertukar posisi dengan anakku, tentu aku bersedia menanggung sakitnya. Aku sungguh tak punya pilihan, selain menyetujui saran dokter untuk mengetahui sejauh mana virus ini bersarang di tubuh anakku.

Dengan menabahkan diri, aku mengantar anakku memasuki ruang operasi dan menunggunya hingga selesai dibius, membalurinya dengan doa-doa kemudian mempercayakannya pada tim dokter, dan tentu saja, Allah SWT, satu-satunya Dzat tempat memohon perlindungan.

Virus Toxoplasma menyerang liver

Berdasarkan hasil lumbal fungsi tersebut, ternyata virus itu belum sampai menyerang jantung dan otak, melainkan menyerang liver. Hal ini yang hingga dikemudian hari menyebabkan Dhimas mudah sekali lelah dengan tubuh membiru apabila bekerja keras menggunakan fisik.

Sejak divonis mengalami serangan virus toxoplasma, Dhimas mengkonsumsi obat keras dengan harga yang mahal hingga berusia 3 tahun.

Penggunaan obat keras ini, memang berhasil membuat tumbuh Dhimas kembali sehat, berat badannya pun meningkat sesuai perkembangan, namun berdampak pada kelumpuhan pada kakinya.

Beralih ke pengobatan herbal

Sekalipun sudah menjalani berbagai terapi, kaki Dhimas tetap tak bisa digerakkan. Lemas tanpa tenaga. Atas anjuran salah seorang saudara, aku menghentikan pengobatan Dhimas secara medis dan mulai menggunakan herbal.

Tidak mudah memutuskan untuk beralih pengobatan herbal. Setelah konsultasi dan menimbang dampak kesehatan Dhimas di kemudian hari, akhirnya aku memutuskan untuk beralih ke herbal.

Pengobatan secara herbal ini berlangsung hingga 3 bulan. Dan setelah menjalani pemeriksaan Dimas dinyatakan bebas toxoplasma.

Baca juga: Seberapa Bahaya Kucing bagi Ibu Hamil?

Kebahagiaanku semakin bertambah, ketika Dimas mulai bisa melangkah setelah menjalani terapi pijat di sebuah daerah di Muntilan.

Dhimas sekarang menjadi remaja yang riang dan ceria

Dhimas sekarang menjadi remaja yang riang dan ceria

Kini, Dimas telah beranjak remaja. Tak ada kebahagiaan yang melebihi kebahagiaanku saat melihat ia tumbuh dan berkembang seperti anak lainnya dengan kepribadian yang santun, lembut dan penyayang.

Rasa-rasanya perjuanganku mempertahankannya melawan virus toxoplasma tidaklah sia-sia. Ia anugrah terbesar dalam hidupku, yang mengajariku untuk tetap tabah, sabar dan senantiasa menggantungkan harapan pada Allah SWT.

(Seperti yang dikisahkan seorang sahabat kepada theAsianparent.com)

Cerita mitra kami
Mayapada Hospital Bandung Hadirkan Klinik Tumbuh Kembang dan Klinik  Neurobehavior untuk Masa Emas Perkembangan Anak
Mayapada Hospital Bandung Hadirkan Klinik Tumbuh Kembang dan Klinik Neurobehavior untuk Masa Emas Perkembangan Anak
Lactacyd Hadirkan "Museum of Speaking Skin" Rayakan Perjalanan Merawat Kulit Lewat Inovasi Terbaru
Lactacyd Hadirkan "Museum of Speaking Skin" Rayakan Perjalanan Merawat Kulit Lewat Inovasi Terbaru
San Remo Gandeng Weyoco Junior Chef Edukasi Anak Indonesia Pilih Pasta Berkualitas di World Pasta Day 2025
San Remo Gandeng Weyoco Junior Chef Edukasi Anak Indonesia Pilih Pasta Berkualitas di World Pasta Day 2025
1st Birthday Bash – BIRTH CLUB SEPTEMBER 2024: “Onederful World”
1st Birthday Bash – BIRTH CLUB SEPTEMBER 2024: “Onederful World”

Ingin berbagi kisah nyata kepada pembaca theAsianparent lainnya? Emailkan saja kepada kami di [email protected] atau kiri pesan ke Inbox di Facebook kami.

Baca juga kisah nyata lainnya di:

Bayiku Lahir dengan PRS (Pierre Robin Sequence)

7 Jam Setelah Lahir, Bayiku Meninggal karena Thalassemia

Aku Didiagnosa Positif Menderita Toxoplasma saat Hamil

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Liza P. Arjanto

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Perjuangan Seorang Bocah Bertarung Melawan Virus Toxoplasma
Bagikan:
  • Mayapada Hospital Bandung Hadirkan Klinik Tumbuh Kembang dan Klinik  Neurobehavior untuk Masa Emas Perkembangan Anak
    Cerita mitra kami

    Mayapada Hospital Bandung Hadirkan Klinik Tumbuh Kembang dan Klinik Neurobehavior untuk Masa Emas Perkembangan Anak

  • Lactacyd Hadirkan "Museum of Speaking Skin" Rayakan Perjalanan Merawat Kulit Lewat Inovasi Terbaru
    Cerita mitra kami

    Lactacyd Hadirkan "Museum of Speaking Skin" Rayakan Perjalanan Merawat Kulit Lewat Inovasi Terbaru

  • San Remo Gandeng Weyoco Junior Chef Edukasi Anak Indonesia Pilih Pasta Berkualitas di World Pasta Day 2025
    Cerita mitra kami

    San Remo Gandeng Weyoco Junior Chef Edukasi Anak Indonesia Pilih Pasta Berkualitas di World Pasta Day 2025

  • Mayapada Hospital Bandung Hadirkan Klinik Tumbuh Kembang dan Klinik  Neurobehavior untuk Masa Emas Perkembangan Anak
    Cerita mitra kami

    Mayapada Hospital Bandung Hadirkan Klinik Tumbuh Kembang dan Klinik Neurobehavior untuk Masa Emas Perkembangan Anak

  • Lactacyd Hadirkan "Museum of Speaking Skin" Rayakan Perjalanan Merawat Kulit Lewat Inovasi Terbaru
    Cerita mitra kami

    Lactacyd Hadirkan "Museum of Speaking Skin" Rayakan Perjalanan Merawat Kulit Lewat Inovasi Terbaru

  • San Remo Gandeng Weyoco Junior Chef Edukasi Anak Indonesia Pilih Pasta Berkualitas di World Pasta Day 2025
    Cerita mitra kami

    San Remo Gandeng Weyoco Junior Chef Edukasi Anak Indonesia Pilih Pasta Berkualitas di World Pasta Day 2025

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2025. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti