TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

Kisah Haru Perjuangan Istri Bisa Hamil, Suami Idap Kelainan Sperma

Bacaan 4 menit
Kisah Haru Perjuangan Istri Bisa Hamil, Suami Idap Kelainan Sperma

Setahun berjuang, malaikat mungil itu akhirnya ada di rahim Dela. Ini kisahnya.

Jelang menikah, tidak sedikit pasangan yang ingin segera memiliki momongan. Namun, ada saja tantangan dalam menjadi orang tua, misalnya kondisi medis tertentu. Baru-baru ini, viral sebuah video TikTok yang menampilkan perjuangan istri bisa hamil. 

Perjuangan Istri Bisa Hamil

Perjuangan Istri Bisa Hamil

Adalah Dela Septira Putri, seorang ibu rumah tangga asal Karawang yang harus melewati rintangan demi mendapatkan momongan. Melalui akun tiktoknya, ibu berusia 26 tahun ini membagikan kisahnya.

Dalam video yang sudah ditonton lebih dari 5 juta kali itu, Dela menceritakan momen-momen ketika pertama kali mengetahui suaminya mengidap kelainan sperma. Ia mengaku, dirinya dan suaminya cukup terpukul ketika mengetahui kondisi tersebut.

Dela mengisahkan bagaimana perjuangannya menjalani program kehamilan di rumah sakit. Hal ini semata dilakukannya kala ia sempat gagal hamil di tahun sebelumnya.

Selama melakukan program, diketahui Dela memiliki kondisi kesuburan yang sangat baik. Ia sangat ingin memiliki anak dalam pernikahannya.

Setelah dilakukan pemeriksaan mendalam, ternyata sang suami mengidap kondisi Oligoteratozoospermia dengan angka morfologi yang hanya menginjak 3 persen dan berjumlah di bawah 11 juta. Menurut dokter yang menangani kasus tersebut, kondisi normal sperma agar bisa membuahi perlu menyentuh angka 4 persen.

Keduanya pun sangat terpukul. Bahkan, sang suami mengutarakan ketakutannya Dela akan meninggalkannya. Namun, Dela meyakinkan bahwa pernikahan bukanlah semata menyoal anak. Tetapi bagaimana ia dan suami bisa bahagia dengan rumah tangga yang dijalaninya.

Artikel terkait: Kisah Misteri Driver Ojol Antar Paket, Malah Nyasar ke Alam Lain!

Semangat Mengubah Gaya Hidup

Perjuangan Istri Bisa Hamil

Menjalani pemeriksaan lebih lanjut, dugaan penyebabnya adalah suami Dela memiliki varikokel di testis sebelah kiri. Dokter menyarankan USG testis dan operasi sesegera mungkin apabila ingin memiliki keturunan.

Namun, Dela dan suami memutuskan untuk tidak menjalani operasi karena mengkhawatirkan efek samping yang bisa ditimbulkan kedepannya. Sebagai gantinya, mereka mengubah gaya hidup yang lebih sehat. Dokter pun mengiyakan dan menganjurkan agar suami Dela berhenti merokok.

Sang suami juga dianjurkan untuk tidak menggunakan celana ketat dan berhenti mengonsumsi teh dan kopi. Selain itu, ia juga menghindari meletakkan alat elektronik di kantung celana, tidak mengonsumi makanan yang pahit, dan menghindari produk-produk kedelai.

Berbagai cara alternatif juga dilakukan. Mulai dari mengonsumsi buah pinang yang belum menjadi buah secara rutin, kuning telur bebek sebanyak tiga butir tiga kali dalam satu minggu, dan kelapa kulit merah selama satu minggu.

“Dan masyaAllah lewat perantara pak ustad dan terapi-terapi yang kami lakukan berdua, nggak sampai setahun aku hamil.

Hamilnya lucu banget, aku nggak merasakan gejala apapun dan aku nggak haid selama satu bulan. Jadi bisa dibilang aku hamil nggak melewati masa subur,” tutur Dela mengutip laman Apahabar Banjarmasin.

“Itulah keajiban dari Allah yang nggak pernah aku sangka-sangka. Di saat aku udah pasrahin semuanya, udah nggak peduli lagi yang penting aku bisa hidup bahagia sama abang, Allah hadirkan malaikat kecil di rahimku,” lanjut Dela.

Video ini mendapatkan aneka respon dari warganet. Tidak sedikit yang juga mengungkap bahwa mereka sedang berjuang untuk hal yang sama, yakni mendapatkan momongan.

Artikel terkait: Kisah Ibu:”Trauma Masa Kecil Membuat Saya Bersikap Keras pada Anak”

Apa Itu Oligoteratozoospermia?

Tak bisa dipungkiri, kelainan sperma tentu akan menghambat pasangan dalam memiliki anak. Adapun Oligoteratozoospermia adalah kondisi di mana jumlah sperma pada pria berada di bawah 16 juta per mililiter atau di bawah 39 juta per ejakulat dan bentuk sperma yang normal berada di bawah 4 persen.

Kondisi ini disebabkan beberapa faktor. Salah satunya genetik dapat memengaruhi setiap tahapan yang memicu fertilitas pada pria. Mulai dari kerusakan DNA pada sel sperma, kelainan genetik pada kromosom Y, dan kelainan genetik lainnya seperti sindrom Klinefelter.

Faktor gaya hidup juga memengaruhi kualitas sperma. Sebagian besar faktor-faktor ini memengaruhi kualitas sperma melalui stres oksidatif, di mana terbentuk radikal bebas yang berlebihan. Oleh sebab itu, mengoreksi gaya hidup penting dilakukan yaitu sebagai berikut:

Cerita mitra kami
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025
  • Konsumsi alkohol dan obat-obatan terlarang
  • Minum obat-obatan tertentu seperti steroid anabolik, cimetidine (obat mag),  sulfasalazine (obat artritis reumatoid), dan nitrofurantoin (antibiotik untuk infeksi kandung kemih)
  • Paparan panas pada testis. Kondisi lingkungan testis yang terlalu hangat atau panas dapat menurunkan jumlah sperma. Ini bisa disebabkan kebiasaan sering mandi air panas, sauna, bersepeda, atau menggunakan pakaian dalam yang ketat dan tidak menyerap keringat
  • Merokok. Kebiasaan ini diketahui dapat menurunkan jumlah sperma hingga 17,5 persen dan pergerakan sperma hingga 16,6 persen
  • Aktivitas fisik yang berlebihan, seperti bersepeda dalam waktu lama atau berkuda
  • Obesitas diketahui memicu perubahan hormon yang berdampak pada kesuburan. Terlalu kurus atau indeks massa tubuh di bawah 18,5 membawa efek negatif.

Demikian perjuangan istri bisa hamil yang tentunya tidak mudah. Namun, semuanya mungkin dengan niat, kerja keras, dan pastinya doa. Semoga kisah ini bisa menginspirasi.

Baca Juga: 

Kisah Nyata: “Menangis di Tengah Malam karena Ngidam Pistol Mainan, Ini Reaksi Suamiku”

Kisah Pilu Korban Gempa Cianjur, Harus Tegar Terima Kenyataan Pahit

Unik! Ini Kisah Perempuan Menabung di Sumur dan Alasannya

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Erinintyani Shabrina Ramadhini

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Kisah Haru Perjuangan Istri Bisa Hamil, Suami Idap Kelainan Sperma
Bagikan:
  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
    Cerita mitra kami

    Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!

  • Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
    Cerita mitra kami

    Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
    Cerita mitra kami

    Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!

  • Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
    Cerita mitra kami

    Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti