Penelitian: Anak yang Suka Berbagi di Masa TK Cenderung Sukses Ketika Dewasa

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Penelitian terbaru menyatakan bahwa kemampuan sosial dan emosional anak mempengaruhi keberhasilan anak saat sudah beranjak bewasa.

Apakah Parents pernah menonton film animasi "Inside Out" bersama si kecil? Ya, film ini menceritakan tentang berbagai emosi yang berada dalam diri seorang gadis kecil. Serta bagaimana setiap emosi ini merepresentasikan psikologis gadis tersebut dalam menghadapi setiap masalah yang terjadi pada hidupnya.

Dilansir dari CNN, ternyata film ini berkaitan dengan penelitian terbaru yang menemukan adanya hubungan antara kemampuan sosial dan keberhasilan anak saat dewasa.

Penelitian yang diterbitkan oleh The American Journal of Public Health ini dilakukan terhadap 800 anak di saat mereka tengah duduk di bangku TK hingga mereka menginjak umur 20 tahun.

Hasil penelitian menunjukkan, keberhasilan anak di masa depan cenderung muncul pada anak-anak yang suka menolong dan berbagi dengan temannya sejak balita. Mereka terbukti lebih cepat lulus kuliah dan mampu memiliki pekerjaan penuh pada usia 25 tahun.

Sedangkan bagi mereka yang sulit menyelesaikan masalah, berbagi, bekerja sama, hingga mendengarkan orang lain memiliki kemungkinan kecil untuk lulus sekolah maupun perguruan tinggi. Bahkan mereka cenderung melakukan penyalahgunaan zat terlarang dan melanggar hukum.

"Ini seperti memunculkan fakta baru bahwa pentingnya memiliki mental yang sehat serta stabil sejak dini dan bagaimana itu akan mempengaruhi hidup Anda ke depannya," jelas Kristin Schubert, Direktur Program Robert Wood Johnson Foundation, yang mendanai penelitian yang memakan waktu cukup lama ini.

Dampak penelitian ini ke depannya

Tentunya penelitian ini ingin memberikan pesan terhadap seluruh institusi pendidikan. Ternyata kemampuan secara sosial dan emosional juga menjadi sama pentingnya dengan kemampuan kognitif dalam mencapai keberhasilan anak.

"Kita terlalu fokus dengan prestasi akademik seseorang. Penelitian-penelitian sebelumnya juga menyatakan bahwa hanya itulah satu-satunya faktor utama dalam mencapai kesuksesan," ujar Damon Jones dari Penn State University selaku peneliti utama dalam penelitian ini.

Jones menambahkan bahwa jika berpegang dengan analogi yang ada di sekolah, maka seseorang juga tetap membutuhkan disiplin, motivasi, sikap, serta kemampuan bekerja dengan orang lain dan juga orang dewasa dalam meraih keberhasilan di sekolah.

Cara mengajarkan kemampuan emosional kepada si kecil

Sebagian besar orang tua dinilai telah mengerti dan merasa telah mengajarkan sang buah hatinya dalam berbagi maupun belajar mengatur emosinya. Namun sebenarnya mereka tidak mengerti sama sekali atas apa yang mereka lakukan.

Maka, yang perlu Anda pikirkan saat ini adalah apa saja yang dibutuhkan dalam melatih kemampuan emosional ini pada si kecil?

"Kemampuan ini adalah sesuatu yang sederhana dan dapat diajarkan di mana saja. Anda bisa memainkan 'red light, green light' atau 'freeze tag' yang dapat membantu anak mengontrol tubuh, pikiran, serta emosionalnya," ungkap Sofia Dickens, pencipta mainan yang dapat membantu kemampuan sosial dan emosional anak.

Menurut Dickens, cara lainnya adalah dengan menghabiskan waktu bersama anak dengan membaca buku. Dikarenakan si kecil belum memiliki banyak pengalaman hidup, maka solusinya adalah dengan cara memahami perjalanan hidup orang lain.

"Jadi saat membaca buku bersama, coba tanyakan tanggapan si kecil mengenai karakter utama dalam cerita tersebut atau apa yang akan ia lakukan jika berada di posisi karakter tersebut," tambah Dickens.

Apakah Parents merasa telah melakukan hal demikian? Jika iya, yuk ceritakan seperti apa cara Parents mengajarkannya kepada si kecil di kolom komentar.

Baca juga:

7 Tanda Anda Memiliki Kecerdasan Emosional yang Rendah

Dapatkan info Terkini Seputar Dunia Parenting

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Usia Sekolah