TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Masker langka dan mahal, ayah dan anak penyintas kanker: "Kami sangat butuh"

Bacaan 5 menit
Masker langka dan mahal, ayah dan anak penyintas kanker: "Kami sangat butuh"

Masker menjadi langka dan mahal akibat wabah virus corona. Fenomena ini juga berdampak bagi penyintas kanker.

Bagi para penyintas kanker, masker merupakan kebutuhan khusus untuk melindungi diri dari polusi dan debu. Setidaknya hal ini diakui  oleh seorang ayah dan anak yang mengalaminya.

Sayangnya, belakangan ini ketika pemberitaan positif virus COVID-19 di Indonesia diumumkan, masker menjadi barang langka. Jika ada, harganya pun tidak masuk akal karena melambung tinggi.

Kondisi ini tentu saja membuat orang yang benar-benar membutuhkannya seperti seperti penderita kanker merasa kesulitas dan resah.

Artikel terkait: Dampak sosial corona di 13 negara, salaman dan ciuman kini dilarang!

Dampak harga masker melambung dan langka bagi orang kondisi kesehatan khusus seperti penyintas kanker

penyintas kanker

Susanto Tan (46) dan putrinya yang bernama Celine (6) merupakan para penyintas kanker. Ia  divonis menderita kanker nasofaring, sementara putrinya menderita leukimia atau kanker darah.

Dalam kehidupan sehari-hari, masker merupakan kebutuhan keduanya untuk melindungi kondisi tubuh dari paparan polusi udara. Apalagi, Susanto juga perlu melakukan perjalanan ke Jakarta setiap 3 bulan sekali untuk melakukan kontrol kesehatan.

“Karena masih dalam tahap kontrol, kebutuhan masker tentu sangat penting. Kondisi tubuh kami masih rentan terhadap asap, debu, dan polusi udara,” cerita Susanto seperti yang dikutip dari laman Kompas.

Sama seperti Susanto, Celia juga masih perlu cek darah setiap bulannya di Potianak, kota domisili mereka.

Akibat virus corona yang sudah sampai di Indonesia, ayah dan anak penyintas kanker itu merasa kesulitan mendapatkan masker.

Artikel terkait: Breaking news! Ibu dan anak di Indonesia positif virus corona, bagaimana bisa tertular?

penyintas kanker

Sumber foto: Kompas.com

Bukan hanya di Jakarta, di Potianak pun masker sangat langka. Jika ada, harganya melambung dari yang biasanya. Menurut Susanto, harga masker normalnya Rp 23.000 hingga  Rp 40.000. Namun sekarang sudah mencapai Rp 200.000 lebih.

“Harapan saya, harga masker normal. Boleh naik tapi sewajarnya, Rp 50.000 misalnya. Kalau sampai Rp 200.000, bonyoklah saya,” ungkap Susanto.

Tidak hanya mahal, stok masker juga terbilang langka di berbagai daerah, termasuk Kalimantan. Susanto juga bercerita, ia terpaksa melakukan perjalanan lebih dari 50 kilometer untuk mendapatkan benda tersebut.

“Kemarin saya ke Kabupaten Mempawah. Saat perjalanan pulang, saya sengaja singgah di setiap toko yang dilewati. Tapi stok masker dan pembersih tangan (antiseptik) kosong,” paparnya.

Sikap dalam menyikapi wabah yang terjadi

penyintas kanker

Setelah ada dua orang warga Indonesia yang dinyatakan positif corona, wajar saja bila masyarakat khawatir. Namun, tentu saja tidak perlu sampai panik secara berlebihan.

Misalnya, sampai harus memborong (panic buying) kebutuhan pokok hingga menimbun masker atau cairan antiseptik pembersih tangan demi terlindungi dari virus. Bahkan, ada juga orang yang menimbun tapi sebenarnya mereka tidak terlalu membutuhkan barang-barang tersebut.

Sikap tersebut tentu saja berdampak pada stok masker dan kebutuhan lain langka. Hingga akhirnya beberapa oknum pun menjadikan momen ini sebagai kesempatan untuk menjual masker dan antiseptik dengan harga tinggi, bahkan dengan harga yang tidak wajar.

Fenomena ini pun pada akhirnya akan memengaruhi banyak hal. Salah satunya berdampak pada orang yang justru membutuhkan masker untuk bertahan hidup.  Salah satunya, orang yang memiliki kondisi kesehatan khusus seperti para penyintas kanker, menjadi tidak bisa memenuhi kebutuhan hariannya.

Artikel terkait: Tak perlu panik! Lakukan ini untuk mencegah terpaparnya virus corona

Lalu, bagaimana menyikapi virus corona dengan baik?

Masker langka dan mahal, ayah dan anak penyintas kanker: Kami sangat butuh

Untuk mengatasi kondisi wabah, tentunya kita memang perlu waspada dan mengupayakan beberapa langkah pencegahan.

Namun, kita tidak perlu merasa khawatir dan panik berlebihan. Pasalnya, rasa cemas dan khawatir yang terus menghantui malah tidak baik untuk kondisi kesehatan. Sikap tersebut malah akan membuat tubuh rentan terkena paparan virus atau pun jenis penyakit lainnya.

Beberapa hal yang bisa Anda lakukan sebagai upaya pencegahan virus corona di antaranya adalah:

  • Tetap tenang. Upayakan untuk tidak merasa khawatir dan stress berlebihan. Hal ini akan membuat sistem imun tubuh malah semakin menurun dan rentan terpapar virus.
  • Upayakan untuk tidak melakukan panic buying. Belilah kebutuhan pokok atau kebutuhan kesehatan seperlunya.
  • Jika sehat, Anda tidak perlu memakai masker. Pasalnya, virus corona tidak menular lewat udara, melainkan melalui droplet atau percikan air mulut penderita.
  • Dianjurkan memakai masker hanya jika sedang sakit atau merawat orang yang terduga terinfeksi Covid-19.
  • Terapkan etika batuk dan bersin yang benar.
  • Rajin membersihkan tangan dengan sabun dan air mengalir, atau menggunakan hand sanitizer yang mengandung 70% persen alkohol.
  • Menjaga daya tahan tubuh, mengonsumsi makanan bernutrisi atau pun meminum vitamin.
  • Hindari kontak langsung dengan hewan liar atau pun bepergian ke tempat yang sudah terinfeksi.

Masker langka dan mahal, ayah dan anak penyintas kanker: Kami sangat butuh

Artikel terkait: Cara memakai masker yang benar menurut WHO untuk cegah penyebaran virus corona

Penyebaran virus Covid-19 ini memang terbilang cepat. Namun, kita juga perlu ingat bahwa grafik statistik kemungkinan sembuh dari virus ini juga terbilang tinggi, yakni 50% lebih. Hingga berita ini ditulis, data paparan menunjukkan 95,488. Namun, angka pasien yang sudah dinyatakan sembuh juga semakin bertambah, yakni 53,689.

Cerita mitra kami
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun

Oleh karena itu, Parents bisa tetap waspada dan mempraktikan upaya pencegahan tanpa khawatir berlebih. Covid-19 merupakan self limited disease, yaitu penyakit yang bisa sembuh sendiri jika seseorang memiliki sistem imun yang baik.

Maka, tetap jaga kebersihan dan kesehatan tubuh agar kita semua bisa terhindari dari paparan virus ini, ya, Parents.

Semoga bermanfaat!

***

Referensi: Kompas

Baca:

Ciri-ciri awal infeksi virus corona pada ibu hamil, Bunda wajib tahu!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Shafa Nurnafisa

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Masker langka dan mahal, ayah dan anak penyintas kanker: "Kami sangat butuh"
Bagikan:
  • Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
    Cerita mitra kami

    Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

  • Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
    Cerita mitra kami

    Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti