Waspada TORCH! Ragam Penyakit yang Bisa Hambat Kehamilan dan Lahirkan Bayi Cacat

Waspada TORCH! Ragam Penyakit yang Bisa Hambat Kehamilan dan Lahirkan Bayi Cacat

Bisa timbulkan komplikasi berbahaya, apa itu penyakit TORCH dan langkah apa yang sebaiknya dilakukan?

Kehadiran buah hati sejatinya menjadi hal yang didambakan pasangan menikah. Sayangnya, ada saja hal yang membuat pasangan suamu istri sulit mendapatkan keturunan. Salah satunya penyakit TORCH.

Tak hanya membuat calon ibu berisiko alami hambatan selama proses kehamilan, penyakit ini juga berisiko melahirkan bayi dengan kondisi cacat.

Apa Itu Penyakit TORCH?

penyakit-torch

Melansir Kompas, TORCH merupakan gabungan empat jenis penyakit yakni toxoplasmosis, other infection, rubella, cytomegalovirus (CMV), dan herpes simplex virus tipe 2 (HSV 2). Deretan penyakit ini bisa menimpa siapa saja, mulai anak-anak hingga dewasa. Bahkan, penyakit ini rentan terjadi pada perempuan yang tengah hamil atau sedang berencana mengandung.

Beberapa infeksi lain yang termasuk ke dalam TORCH yaitu sifilis, HIV, Varicella-zoster, dan campak. Sayangnya, hal ini kerap tidak disadari oleh orang dewasa yang terjangkit. Pakar imunologi Liliane Grangeot-Keros Prancis mengatakan, pada banyak kasus infeksi TORCH tidak memiliki gejala pada orang dewasa. Sehingga ibu hamil tak sadar bahwa sang bayi sudah terkena juga.

Penelitian tersebut juga memaparkan bahwa sekitar 60% perempuan yang terinfeksi biasanya akan membawa cacat atau kematian pada bayi yang dilahirkan, yaitu 7-12 bayi per 1.000 kelahiran setiap tahunnya. Untuk itu, mengenali jenis penyakit ini diperlukan agar deteksi dini dapat dilakukan.

Jenis Penyakit TORCH

penyakit-torch

1. Toxoplasmosis

Penyakit yang disebabkan parasit Toxoplasma gondii ini dipercaya berasal dari hewan, salah satunya burung. Media penularannya di antaranya melalui feses kucing, transfusi darah, atau transplantasi organ tubuh. Mengonsumsi makanan yang terkontaminasi serta kebiasaan makan hidangan mentah atau setengah matang juga bisa menjadi pemicunya.

Jika menginfeksi perempuan hamil, hati-hati karena dapat mengakibatkan keguguran berulang dan kelahiran prematur. Bayi juga bisa tertular secara langsung dan terkena toxoplasmosis kongenital yang mana dapat merusak organ vital seperti mata, sistem saraf pusat, kulit, dan telinga. Waspadai karena kerusakan juga bisa timbul saat anak beranjak remaja ataupun dewasa.

Artikel terkait: Anak terinfeksi virus TORCH, ibu ini ingatkan pentingnya vaksin MR

2. Infeksi Rubella

Rubella menjadi infeksi lain yang patut Anda waspadai. Kerap diidentikkan dengan campak Jerman, penyakit ini biasanya ditandai dengan muncualnya ruam di kulit. Media penularan penyakit ini dapat melalui udara maupun kontak fisik.

Perempuan hamil yang terinfeksi Rubella pada awal fase kehamilan dapat memengaruhi perkembangan bayi sebut saja penyakit jantung kongenital, katarak, tuli, infeksi telinga, dan retardasi mental. Rubella juga berisiko menyebabkan keguguran dan bayi lahir prematur.

3. Cytomegalovirus (CMV)

Selanjutnya adalah Infeksi cytomegalovirus (CMV). Penyakit ini bisa ditularkan melalui cairan tubuh seperti air liur, semen, sekret vagina, darah, dan air susu ibu. Infeksi jenis inilah yang paling sering ditularkan dari ibu kepada bayi.

Bayi yang terinfeksi CMV akan mengalami CMV kongenital. Kondisi ini akan menyebabkan risiko gangguan penglihatan, pendengaran, dan retardasi mental yang tak jarang baru muncul saat ia beranjak dewasa.

4. Herpes simplex virus tipe 2 (HSV2)

Infeksi ini kerap disebut dengan genital herpes. Seperti namanya, kondisi ini menyerang alat kelamin. Umumnya, kondisi ini ditularkan melalui kontak seksual. Bisa juga kontak fisik yang terjadi antara ibu dan bayi saat proses persalinan berlangsung.

Bayi yang terinfeksi berisiko mengalami gangguan pada organ mata dan trakea, meningitis, pneumonia, dan enchepalitis.

Melihat rentetan jenis penyakit dan dampak yang ditimbulkan dalam kehidupan anak, melakukan pemeriksaan TORCH diperlukan agar tindakan cepat bisa dilakukan.

Artikel terkait: Pemeriksaan pap smear, kapan waktu terbaik melakukannya?

Pemeriksaan TORCH Cegah Komplikasi, Seperti Apa Prosesnya?

penyakit-torch

Bagi Parents yang masih menerka, pemeriksaan TORCH adalah proses pemeriksaan yang sederhana dan tidak berisiko.

Namun, prosedur pengambilan sampel darah biasanya akan mengakibatkan kemerahan di area tubuh yang menjadi lokasi pengambilan darah. Rasa nyeri dan lebam akan timbul bila Anda tidak terbiasa diambil darahnya.

Sebelum Pemeriksaan

Jelang pemeriksaan, jangan sungkan memberitahukan pada dokter bila Anda sedang menderita penyakit lain atau sedang melakukan pengobatan tertentu. Dokter akan menganjurkan pasien berpuasa dan menghentikan konsumsi obat-obatan untuk sementara waktu.

Saat Pemeriksaan

Prosedur pemeriksaan TORCH juga amat sederhana, yaitu berfokus pada pengambilan sampel darah dan mendeteksi antibodi. Darah akan diambil melalui pembuluh vena di lengan, dengan sebelumnya pembersihan menggunakan alkohol agar steril.

Dokter kemudian menusukkan jarum ke dalam vena dan memasang tabung untuk mengumpulkan sampel darah. Setelah dirasa cukup, dokter akan mencabut jarum dan memasang perban pada titik tusukan jarum agar tidak mengalami perdarahan berlebihan.

Selanjutnya, sampel darah akan dirujuk ke laboratorium untuk pengecekan antibodi spesifik terhadap mikroba penyebab penyakit. Idealnya, antibodi yang dicek antara lain IgG dan IgM. Dokter akan menilai apakah pasien sedang atau pernah mengalami infeksi, atau tidak sedang mengalami infeksi.

Setelah Pemeriksaan

Bilamana hasil sudah diketahui baru dokter dapat merekomendasikan pasien untuk menjalani tindakan yang dilakukan. Beberapa metode yang biasanya dilakukan yaitu:

  • Tes pungsi lumbal mendeteksi adanya infeksi toksoplasmosis, rubella, dan Herpes simplex virus dalam sistem saraf pusat
  • Tes kultur lesi kulit untuk mengetahui adanya infeksi Herpes simplex virus
  • Tes kultur urine, bisa melihat apakah ada infeksi Cytomegalovirus.

Parents, semoga informasi penyakit TORCH di atas bermanfaat!

Artikel telah ditinjau oleh:

dr.Gita PermataSari, MD

Dokter Umum dan Konsultan Laktasi

Baca juga :

Bisa berujung infertilitas, kenali kondisi amenorrhea yang rawan dialami perempuan!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner