TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Pemeriksaan TORCH, seberapa penting untuk perkembangan janin?

Bacaan 4 menit
Pemeriksaan TORCH, seberapa penting untuk perkembangan janin?

Pemeriksaan TORCH di awal kehamilan, seperti apa prosesnya?

Ada banyak pemeriksaan di awal kehamilan untuk memastikan kehamilan dan janin tetap sehat. Salah satunya pemeriksaan TORCH, yaitu tes yang dilakukan untuk mendeteksi adanya infeksi atau virus yang bisa menular pada janin. Lalu, kapan sebaiknya pemeriksaan ini dilakukan?

Apa itu pemeriksaan TORCH?

Pemeriksaan TORCH adalah tes untuk mendeteksi adanya penyakit pada ibu hamil yang bisa berefek pada janin dan berakibat fatal.

Biasanya, dokter akan merekomendasikan melakukan pemeriksaan ini untuk mencegah penyakit yang dialami Bumil tidak menginfeksi janin. Beberapa penyakit tertentu memang dapat menembus plasenta, ditambah lagi janin memang lebih peka terhadap infeksi, terutama saat usia kehamilan memasuki 3-4 bulan.

Jika dibiarkan, infeksi tersebut dapat menyebabkan permasalahan serius. Antara lain, gangguan otak dan sistem saraf, keterlambatan pertumbuhan dan cacat lahir.

Dampak lain yang bisa dialami bayi setelah lahir, adalah:

  • Permasalahan jantung
  • Masalah pendengaran
  • Katarak
  • Kejang
  • Penyakit kuning
  • Keterbelakangan intelektual
  • Kadar platelet yang rendah

Lantas, apa saja golongan penyakit yang perlu diwaspadai?

Pemeriksaan TORCH, seberapa penting untuk perkembangan janin?

Toksoplasmosis

Toksoplasmosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii yang dapat menginfeksi sistem saraf pusat dan mata. Ibu hamil yang menderita infeksi ini dapat menular melalui plasenta dan menyebabkan kelainan janin.

Umumnya, jenis parasit ini ditemukan pada kotoran hewan, konsumsi daging tidak matang dan telur mentah. Bunda sebaiknya waspada, karena bayi yang terinfeksi dalam rahim biasanya tidak menunjukkan gejala tertentu selama beberapa tahun.

Rubella

Merupakan virus yang menyebabkan campak Jerman. Infeksi ini menjadi yang paling berbahaya terhadap janin karena dapat menyebabkan kelainan jantung, tuli, gangguan penglihatan, infeksi paru-paru, kelainan darah bahkan memicu keguguran dan bayi lahir mati.

Untuk itu, pemeriksaan dan vaksinasi rubella sangat penting dilakukan sebelum menikah atau saat sedang merencanakan kehamilan. Pemberian vaksin sebaiknya dilakukan satu bulan sebelum positif hamil.

Bila Bunda belum pernah atau tidak yakin pernah melakukannya, maka dokter akan menganjurkan vaksin ini untuk mencegah penyakit berbahaya.

Cytomegalovirus (CMV)

Virus CMV umumnya mendera orang dewasa dan tidak menyebabkan gangguan kesehatan serius, namun berbeda jika ibu hamil yang mengalaminya. Virus ini dapat menyebabkan kehilangan pendengaran, gangguan penglihatan, pneuminia, kejang dan kelainan mental pada janin yang sedang berkembang.

Herpes Simpleks

Virus herpes biasanya menular pada janin melalui jalan lahir bayi, apalagi jika ibu menderita herpes genital. Infeksi ini sebaiknya tak dianggap remeh karena dapat menyebabkan masalah serius seperti kerusakan otak, masalah pernapasan dan kejang, Gejala biasanya muncul saat bayi berusia dua minggu.

Infeksi lainnya

Kategori berikut mencakup beberapa jenis infeksi yang dapat mengakibatkan komplikasi pada janin yaitu sifilis, Varicella-zoster (cacar air), campak, HIV, dan virus zika.

Pemeriksaan TORCH, seperti apa prosesnya?

Tes ini sebenarnya sangat sederhana. Dokter akan mengambil sampel darah pasien untuk mendeteksi antibodi penyakit tersebut secara spesifik. Pemeriksaan dilakukan satu paket, namun pemeriksaan antibodi sendiri dapat dilakukan secara terpisah.

Kulit di bagian lengan akan dibersihkan hingga steril, lalu darah akan diambil melalui pembuluh vena dengan tabung steril tersedia untuk mengumpulkan sampel.

Setelah dirasa cukup, tes pun selesai dan sampel darah akan dibawa ke laboratorium untuk dicek bagaimana antibodi spesifik terhadap mikroba penyebab penyakit TORCH. Antibodi yang dicek umumnya adalah IgG dan IgM.

Hasil Pemeriksaan TORCH

pemeriksaan TORCH

Hasil pemeriksaan akan menjelaskan apakah Anda sedang terindikasi mengalami penyakit menular atau tidak. Sebagian tes biasanya dilakukan terpisah, baik sebelum kehamilan maupun masa awal kehamilan.

Jika hasilnya negatif maka janin baik-baik saja dan tidak memiliki riwayat infeksi apapun.

Namun, hasil yang menunjukkan positif harus dipastikan lagi apakah infeksi pada tubuh sedang aktif yang ditandai dengan adanya antibodi IgM dan antibodi IgG menandakan infeksi yang pernah Anda derita sebelumnya.

Namun, terdapat metode diagnosis lain yang dapat dilakukan untuk memamstikan hasil yang akurat yakni sebagai berikut:

  • Tes pungsi lumbal untuk mendeteksi adanya infeksi toksoplasmosis, rubella dan herpes simplex
  • Pemeriksaan kultur lesi kulit untuk mencaritahu penyebaran virus herpes simplex
  • Tes kultur urine untuk deteksi dini Cytomegalovirus

Pasien biasanya juga membutuhkan pemeriksaan darah lanjutan untuk memastikan apakah sedang mengalami infeksi TORCH. Jika diagnosis sudah ditentukan, dokter kemudian akan membicarakan pengobatan terbaik untuk diberikan pada pasien.

Pemeriksaan TORCH memang sederhana dan minim risiko, namun umumnya akan ada reaksi tertentu pada kulit, misalnya kemerahan di lokasi pengambilan darah, nyeri, infeksi dan lebam.

Perempuan yang berisiko terkena virus TORCH

Virus TORCH rentan mengenai wanita yang sedang hamil, namun ada beberapa golongan orang yang memiliki risiko lebih tinggi:

pemeriksaan torch

Perempuan seperti apa yang berisiko terkena virus TORCH?

  • Bagi gemar mengonsumsi sayuran mentah seperti salad atau karedok
  • Suka mengonsumsi daging kurang matang dalam intensitas sering
  • Perempuan yang memelihara hewan namun tidak memerhatikan kebersihan hewan

Kesehatan jabang bayi sebaiknya harus Parents perhatikan. Dteksi dini dengan pemeriksaan kehamilan pada fase awal menjadi hal krusial dilakukan agar komplikasi fatal pada janin bisa dihindari.

 

Referensi : Healthline, WebMD

Baca juga : 

Pemeriksaan Kehamilan Pertama Kali yang Wajib Dijalani Ibu Hamil

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Erinintyani Shabrina Ramadhini

Diedit oleh:

Petty Lubis

  • Halaman Depan
  • /
  • Trimester Pertama
  • /
  • Pemeriksaan TORCH, seberapa penting untuk perkembangan janin?
Bagikan:
  • Warna Flek Tanda Hamil, Ini Perbedaannya dengan Haid!

    Warna Flek Tanda Hamil, Ini Perbedaannya dengan Haid!

  • 27 Tanda-tanda Hamil Muda yang Tidak Disadari, Cek di Sini!

    27 Tanda-tanda Hamil Muda yang Tidak Disadari, Cek di Sini!

  • 13 Tanda-tanda Hamil Muda 1 Minggu yang Bunda Tidak Sadari, Cek!

    13 Tanda-tanda Hamil Muda 1 Minggu yang Bunda Tidak Sadari, Cek!

  • Warna Flek Tanda Hamil, Ini Perbedaannya dengan Haid!

    Warna Flek Tanda Hamil, Ini Perbedaannya dengan Haid!

  • 27 Tanda-tanda Hamil Muda yang Tidak Disadari, Cek di Sini!

    27 Tanda-tanda Hamil Muda yang Tidak Disadari, Cek di Sini!

  • 13 Tanda-tanda Hamil Muda 1 Minggu yang Bunda Tidak Sadari, Cek!

    13 Tanda-tanda Hamil Muda 1 Minggu yang Bunda Tidak Sadari, Cek!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti