TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Ramadan MomTAP
  • Event
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Ramadan MomTAPRamadan MomTAP
  • EventEvent
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

"Kukira anakku kena flu, tapi ternyata penyakit ganas menyerang otaknya"

Bacaan 3 menit
"Kukira anakku kena flu, tapi ternyata penyakit ganas menyerang otaknya"

Seorang gadis berusia 2 tahun terkena penyakit langka yang menyerang otak. Kini tubuh kecilnya berjuang keras melawan virus ganas untuk bertahan hidup.

Penyakit langka yang menyerang otak memang jarang terjadi, namun saat hal ini menimpa seseorang, apalagi balita. Tentunya sangat menyedihkan bagi orangtuanya. Terutama karena penyakit ini susah dideteksi, karena gejala awalnya mirip seperti flu.

Baru-baru ini, seorang balita berusia dua tahun di Australia terkena penyakit langka yang menyerang otak kecilnya. Kini dia berjuang bertahan hidup di ruang ICU.

Perjuangan gadis kecil melawan penyakit langka yang menyerang otak 

Gadis kecil itu bernama Paige, dia adalah anak yang periang, ceria dan menjalani kehidupannya dengan normal. Hingga pada tanggal 7 Agustus 2018 lalu, dia mengalami gejala sakit flu dan demam ringan. Orangtuanya tidak terlalu cemas, hingga mereka melihat tubuh Paige gemetaran.

Jess, ibu Paige segera membawa anaknya ke rumah sakit karena cemas dengan kondisi anaknya.

“Dalam perjalanan ke rumah sakit, kesadaran Paige mulai menurun. Sesampainya di rumah sakit, dia muntah-muntah. Itu benar-benar saat yang menakutkan untukku di UGD.”

Awalnya Paige mendapatkan penangan di Moree Hospital, kemudian dirujuk ke  Randwick Children’s Hospital keesokan harinya, dan ia langsung masuk ICU.

Dokter memberi keterangan bahwa ia terkena penyakit langka yang menyerang otak yang disebut ANE (Acute Necrotizing Encephalopathy). Penyakit ini terjadi ketika virus masuk ke tubuh dan menginfeksi jaingan saraf. Dan biasanya, virus influenza menjadi pemicu, diikuti oleh HSV6 dan virus lainnya seperti enterovirus.

Untungnya, kondisi Paige berangsur-angsur membaik. Sang ibu menuturkan, kondisi Paige mengalami kemajuan walaupun perlahan. Dengan kondisi penyakit langka yang menyerang otak, dokter belum yakin seberapa parah cedera otak yang dialami Paige, namun mereka selalu memantau kondisi Paige setiap hari. 

“Dia adalah pejuang kecil yang berjuang keras melawan penyakitnya,” pungkas Jess.

Apa itu Acute Necrotizing Encephalopathy?

penyakit langka yang menyerang otak

Berdasarkan informasi yang kami kumpulkan dari  ANE International, berikut adalah rangkuman singkat mengenai penyakit langka yang menyerang otak ini.

  • Meskipun termasuk penyakit langka, ANE adalah penyakit ganas yang menyerang otak. Bila terkena ANE, kondisi pasien bisa memburuk dengan cepat. 
  • Kebanyakan yang terkena penyakit ANE adalah anak-anak, kadang menimpa remaja dan orang dewasa.
  • ANE bisa menyerang siapa saja, tidak perduli ras atau jenis kelamin.

Gejala penyakit ANE

  • Pasien yang terkena ANE biasanya menampakkan gejala infeksi virus seperti batuk, demam, muntah-muntah, diare, radang tenggororkan atau ruam.
  • Kejang dan perubahan kesadaran, akibat virus yang memengaruhi otak pasien. 

Penanganan penyakit ANE

Setelah dokter menjalankan pemeriksaan, dan pasien positif terkena penyakit ANE sesuai dengan gejala yang timbul.

  • Memberikan perawatan intensif pada pasien, seperti alat bantu pernapasan, infus dan lainnya yang membantu tubuh pasien berfungsi dengan baik.
  • Memberikn obat-obatan untuk mengurangi gejala yang timbul
  • Imunoterapi
  • Menurunkan suhu tubuh pasien

Semoga informasi ini bermanfaat.

 

 

Disadur dari artikel Kevin Wijaya di theAsianparent Singapura

Baca juga:

Penyakit Langka Sebabkan Kulit Anak ini 'Membatu'

Cerita mitra kami
Memberikan Sogokan untuk Anak, Boleh atau Tidak, Ya?
Memberikan Sogokan untuk Anak, Boleh atau Tidak, Ya?
Serunya theAsianparent on the Go 2025 di Bekasi, Banyak Talk Show Bermanfaat!
Serunya theAsianparent on the Go 2025 di Bekasi, Banyak Talk Show Bermanfaat!
MY BABY dan theAsianparent Indonesia Meriahkan Hari Ibu Lewat Acara Spesial 'Mari Rayakan Ibu'
MY BABY dan theAsianparent Indonesia Meriahkan Hari Ibu Lewat Acara Spesial 'Mari Rayakan Ibu'
Bangga jadi Bunda, Apresiasi Peran Penting untuk Keluarga
Bangga jadi Bunda, Apresiasi Peran Penting untuk Keluarga

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Fitriyani

  • Halaman Depan
  • /
  • Keluarga
  • /
  • "Kukira anakku kena flu, tapi ternyata penyakit ganas menyerang otaknya"
Bagikan:
  • 11 Bacaan Istighfar Penghapus Dosa Beserta Keutamaannya

    11 Bacaan Istighfar Penghapus Dosa Beserta Keutamaannya

  • 10 Doa Kristen untuk Keluarga, Bimbingan agar Berada di Jalan Benar

    10 Doa Kristen untuk Keluarga, Bimbingan agar Berada di Jalan Benar

  • 10 Doa untuk Suami yang Sudah Meninggal untuk Dipanjatkan

    10 Doa untuk Suami yang Sudah Meninggal untuk Dipanjatkan

  • 11 Bacaan Istighfar Penghapus Dosa Beserta Keutamaannya

    11 Bacaan Istighfar Penghapus Dosa Beserta Keutamaannya

  • 10 Doa Kristen untuk Keluarga, Bimbingan agar Berada di Jalan Benar

    10 Doa Kristen untuk Keluarga, Bimbingan agar Berada di Jalan Benar

  • 10 Doa untuk Suami yang Sudah Meninggal untuk Dipanjatkan

    10 Doa untuk Suami yang Sudah Meninggal untuk Dipanjatkan

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti