"Ada bintik merah keunguan di kaki bayiku, ternyata ia idap penyakit ini"

"Ada bintik merah keunguan di kaki bayiku, ternyata ia idap penyakit ini"

"Anaku usia 3 bulan terkena penyakit ITP (Immune Thrombocytopenic Purpura)," ungkap seorang ibu di aplikasi theAsianparent Indonesia.

Baru ini seorang Bunda curhat di aplikasi theAsianparent mengenai bayinya yang terkena penyakit ITP atau Idiopatik Thrombocytopenic Purpura. Yakni suatu kondisi kelainan yang membuat tubuh seseorang mengalami memar dan perdarahan berlebihan saat terluka atau terbentur. Bunda yang berinisial B ini menceritakan bahwa ia sangat terpukul melihat kondisi sang bayi.

Curhatan ibu tentang bayinya yang mengalami penyakit ITP

penyakit ITP

Ilustrasi anak mengidap penyakit ITP

“Anakku usia 3 bulan terkena penyakit ITP (Idiopatik Thrombocytopenic Purpura). Trombositnya sangat rendah sampai harus ditransfusi,” ungkap sang ibu untuk mengawali curhatannya.

ITP (Idiopatik Thrombocytopenic Purpura) adalah kelainan yang dapat menyebabkan memar dan pendarahan yang berlebihan. Pendarahan ini terjadi karena kadar trombosit (sel-sel yang membantu pembekuan darah) yang sangat rendah. Normalnya, dalam 1 μl darah mengandung 140,000-440,000 trombosit.

Artikel terkait: Bayi juga bisa merasakan sakit sejak lahir, bagaimana tandanya?

Pada awalnya, sang ibu tidak menyadari jika sang bayi sedang menghadapi penyakit ITP. Hal ini karena bayinya terlihat sehat dan aktif.

“Gejala penyakit ITP tidak mudah untuk dideteksi. Bahkan anakku ini terlihat sangat aktif sekali,” tambahnya.

Tidak berselang berapa lama, ibu ini pun menemukan adanya bintik merah keunguan di kaki anaknya. Saat itu ia pun mulai merasa khawatir.

“Tiba-tiba timbul bintik merah bahkan ungu di kaki anakku. Bintik ini pun menjalar keseluruh tubuh, bahkan gusi  dan lidah nya,” tuturnya.

Melihat kondisi bayinya, sang ibu langsung membawanya ke rumah sakit untuk menjalani perawatan. Selama perawaan, sang bayi pun mendapatkan transfusi trombosit.

“Dari masuk rumah sakit, anakku sudah ditransfusi trombosit sebanyak 3 kantong,” tambahnya.

Di akhir postingannya, ibu ini meminta agar ibu-ibu lain ikut mendoakan sang anak agar lekas sembuh.

“Minta doanya kepada bunda-bunda semua untuk kesembuhan anakku, semoga trombosit naik dan lekas sehat. Jika ada yang pernah ngalamin seperti saya, boleh tolong beritahu saya cara menaikan trombosit pada bayi. Karna anakku hanya di beri ASI. Terimakasih semua,” tutupnya.

Penyebab dan gejala ITP yang perlu diketahui

penyakit ITP

Idiopatik Trombositopenia purpura biasanya terjadi ketika sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang dan menghancurkan trombosit (sel yang membantu pembekuan darah).

  • Idiopatik berarti penyebabnya tidak diketahui.
  • Trombositopenia berarti penurunan jumlah trombosit dalam darah.
  • Purpura mengacu pada perubahan warna kulit menjadi merah keunguan, seperti memar.

Pada orang dewasa, ini dapat dipicu oleh infeksi HIV, hepatitis atau H. pylori. Pada sebagian besar anak-anak, ITP biasanya menyertai penyakit yang disebabkan oleh virus, seperti gondong atau flu.

Saat terkena infeksi virus, tubuh anak akan membentuk sistem kekebalan tubuh untuk melawan infeksi virus tersebut. Namun, ketika membuat antibodi untuk melawan virus, tubuh anak secara tidak sengaja juga membuat antibodi yang dapat menempel pada sel-sel trombosit.  Tubuh mengenali sel yang memiliki antibodi sebagai sel asing, lalu menghancurkannya.

Artikel terkait: Apakah bayi bisa merasakan pusing kepala? Ini tanda-tanda yang harus dikenali orangtua

Gejala trombositopenia juga sulit untuk diidentifikasi. Namun gejala yang paling umum termasuk:

  • Mudah memar
  • Pendarahan superfisial pada kulit, biasanya akan muncul sebagai bintik-bintik merah keunguan (petechiae) di  kaki bagian bawah
  • Pendarahan gusi atau hidung
  • Terdapat darah di urin atau feses
  • Aliran menstruasi yang luar biasa berat (pada orang dewasa).

Kapan harus ke dokter?

Cari bantuan segera jika Bunda atau anak mengalami pendarahan yang tidak kunjung berhenti. Pendarahan yang sulit dihentikan dapat menyebabkan gawat darurat medis.

Penanganan penyakit ITP

penyakit ITP

Penderita trombositopenia ringan mungkin hanya membutuhkan pemantauan trombosit rutin oleh dokter. Anak-anak yang menderita ITP juga biasanya membaik tanpa perawatan.

Kebanyakan orang dewasa dengan ITP pada akhirnya akan membutuhkan perawatan, karena kondisinya seringkali menjadi lebih parah dan berlangsung jangka panjang (kronis).

Dokter juga mungkin akan mengevaluasi obat-obatan atau suplemen yang sering penderita konsumsi. Hal ini karena beberapa obat dapat menghambat fungsi trombosit. Contohnya termasuk aspirin, ibuprofen dan ginkgo biloba.

Orangtua dari anak dengan ITP juga perlu mengetahui cara mencegah pendarahan lebih parah. Untuk mencegah cedera dan perdarahan Bunda bisa melakukan:

  • Menjadikan lingkungan seaman mungkin bagi anak-anak, dengan menyediakan pakaian pelindung saat jumlah trombosit rendah (untuk mencegah luka).
  • Membatasi gerak anak agar anak tidak terluka.
  • Menghindari obat-obatan yang mengandung aspirin, ibuprofen, naproxen atau obat anti-inflamasi non-steroid lainnya karena mereka dapat mengganggu kemampuan tubuh untuk mengendalikan perdarahan.
  • Diskusikan tindakan pencegahan dengan dokter anak.

Semoga informasi di atas bermanfaat!

Referensi: Children’s National, Mayo Clinic

Baca juga:

Selain jus buah, ini lho 5 makanan penambah kadar trombosit yang wajib Parents tahu!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Semua opini & pendapat dalam artikel ini merupakan pandangan pribadi milik penulis, dan sama sekali tidak mewakilkan theAsianparent atau klien tertentu.
app info
get app banner