7 Fakta penting tentang penyakit gondongan, nomor 2 orangtua harus antisipasi!

lead image

Penyakit gondongan disebabkan oleh virus yang menyerang kelenjar parotid. Bila tidak ditangani dengan benar, bisa menimbulkan komplikasi kesehatan serius.

Penyakit gondongan atau mumps disebabkan oleh virus yang menyerang kelenjar parotis, hingga membuatnya radang dan bengkak. Gondongan ini bisa menyebabkan masalah kesehatan serius jika tidak ditangani dengan benar.

Fakta penting tentang penyakit gondongan yang harus diketahui

1. Meski sudah divaksin, tetap bisa tertular virus gondongan

Tidak hanya anak kecil yang membutuhkan vaksin, namun juga orang dewasa. Demikian pula untuk melindungi diri dari gondongan dan risiko komplikasi kesehatan yang menyertainya.

Meski demikian, vaksin hanya 95% melindungi dari virus gondongan. Sehingga ada kemungkinan 5% tertular virus gondongan. Itulah mengapa orang dewasa diberikan dua dosis vaksin MR untuk mencegah gondongan. Faktor lain seperti antibodi di dalam tubuh seseorang yang tidak cukup juga memengaruhi risiko terkena gondongan.

Dr. Aileen Marty, seorang profesor di Universitas Internasional Florida mengatakan, “Vaksin tidak bisa 100% melindungi. Sebab itulah diberikan dua dosis vaksin pencegah gondongan. Yakni yang pertama di usia 12-15 bulan, dan yang kedua di usia 4-6 tahun.”

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2017/12/penyakit gondongan.jpg 7 Fakta penting tentang penyakit gondongan, nomor 2 orangtua harus antisipasi!

Tindak pencegahan ini adalah yang terbaik yang bisa dilakukan. Tetapi, jika tubuh seseorang tidak memproduksi cukup antibodi dalam jumlah dan kualitas yang dibutuhkan untuk melindungi diri dari virus, kemungkinan untuk tertular virus gondongan tetap ada.

2. Banyak yang tidak tahu bahwa dirinya telah tertular virus gondongan

Adanya masa inkubasi virus, seringkali membuat orang tidak tahu dirinya terpapar virus gondongan hingga gejalanya mulai muncul. Awalnya hanya otot terasa sakit, pusing, dan demam ringan. Kemudian dalam beebrapa hari, mereka akan mulai menyadari pembengkakan di kelenjar parotis, yang terletak di pipi.

“Biasanya, dua pipi akan terpengaruh gondongan. Tapi, umumnya satu sisi akan bengkak lebih besar dari sisi lainnya. Hal ini akan membuat penderita kesulitan menelan, kehilangan nafsu makan, rasa sakit dan tidak enak badan,” papar Dr. Aileen Marty.

Akan tetapi, 30% penderita gondongan tidak menampakkan gejala sakit sama sekali. Sehingga membuat virus gondongan cepat sekali menyebar karena pembawa virus tidak sadar bahwa dirinya sedang menularkan penyakit berbahaya.

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2017/12/gondongan pada anak.jpg 7 Fakta penting tentang penyakit gondongan, nomor 2 orangtua harus antisipasi!

3. Virus penyakit gondongan sangat menular

Virus gondongan susah untuk dihindari, karena pembawa virus menularkan virus tersebut lewat udara dan air ludah jauh sebelum tubuhnya menunjukkan tanda-tanda terkena penyakit gondongan. Penularan bisa terjadi ketika si pembawa virus batuk, bersin, atau sekedar mengobrol.

Untuk mencegah tertular gondongan, disarankan untuk rajin mencuci tangan. Dan hindari berbagi alat makan dan minum dengan orang lain. Dan jangan lupa untuk melakukan perlindungan ekstra dengan vaksin.

Artikel terkait: 5 Jenis vaksin dewasa yang penting dan wajib diketahui sebelum punya anak

4. Masa inkubasi virus 2-4 minggu hingga menunjukkan gejala

Setelah terpapar dengan virus gondongan, akan ada masa inkubasi sekitar sebulan sebelum gejala gondongan mulai muncul. Sehingga banyak orang yang tidak menyadari bahwa dirinya terkena virus gondongan hingga gejalanya muncul.

Gejala penyakit gondongan meliputi demam ringan, lelah dan lesu, sakit kepala, sendi terasa sakit, yang diikuti dengan kelenjar parotid yang membengkak.

Biasanya, infeksi gondongan sembuh dengan sendirinya setelah terjadi pembengkakan kelenjar parotis yang berlangsung selam sepuluh hari. Yang perlu diwaspadai adalah komplikasi sekunder yang bisa terjadi selama masa infeksi.

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2017/12/gondongan penyakit.jpg 7 Fakta penting tentang penyakit gondongan, nomor 2 orangtua harus antisipasi!

5. Bahaya gondongan pada ibu hamil

Ibu hamil yang mengalami gondongan berkisar antara 1-10 orang dari 10.000 kehamilan. Meskipun angkanya cukup kecil namun tetap perlu diwaspadai. Gejala yang timbul bila ibu hamil terkena gondongan adalah demam, radang tenggorokan, batuk hingga bengkak di kelenjar parotis.

Apabila gondongan terjadi pada trimester pertama, risiko keguguran mencapai 27%. Ibu juga bisa mengalami komplikasi kesehatan lain seperti radang otak, radang pankreas hingga gangguan pendengaran. Namun, kasus ini jarang terjadi, karena kesadaran untuk vaksin membuat risiko terkena gondongan menjadi lebih kecil.

Ibu hamil bisa mencegah penularan penyakit gondongan, dengan melakukan vaksin MMR sebelum hamil.

Artikel terkait: Cegah virus pada kehamilan dengan vaksin

6. Tahapan infeksi penyakit gondongan

  • Tahap awal: Demam dengan suhu 40 derajat celcius, pusing, nyeri otot, nafsu makan menurun, nyeri di bagian rahang saat mengunyah. Seringkali disertai dengan kesulitan membuka mulut akibat rahang yang terasa kaku. Hal ini berlangsung sekitar 2 hari.
  • Tahap kedua: Terjadi pembengkakan di kelenjar parotis (bawah telinga). Diawali dengan satu sisi kemudian kedua sisi mulai membengkak
  • Tahap ketiga: Bengkak di kelenjar parotis perlahan-lahan mengempis setelah 3 hari. Pembengkakan biasanya berlangsung sekitar 3 hari kemudian berangsur mengempis.

7. Komplikasi penyakit gondongan

Meskipun beberapa orang yang terkena gondongan bisa sembuh dalam beberapa minggu. Namun, Penyakit gondongan bisa menyebabkan masalah kesehatan serius, yang jika tidak ditangani dengan benar bisa membahayakan nyawa pasien.

Dr. Marty mengatakan, virus gondongan sangat menyukai jaringan di otak. Sebanyak 50-60% yang terinfeksi gondongan mengalami peningkatkan sel darah putih di cairan serebrospinal. Yang pada akhirnya terbentuk menjadi gejala meningitis

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2017/08/gondongan 1.jpg 7 Fakta penting tentang penyakit gondongan, nomor 2 orangtua harus antisipasi!

Penyakit gondongan pada anak.

Berikut ini adalah komplikasi kesehatan yang bisa terjadi karena gondongan.

  • Meningitis: Peradangan jaringan sel yang melingkupi otak. Terjadi pada 4-6 persen pasien gondongan. Pria berisiko 3-4 kali lebih besar dibanding wanita. Gejala meningitis ialah demam, sakit kepala dan leher terasa kaku.
  • Orchitis: Peradangan di area testis yang terjadi pada 38% pria yang terkena gondongan setelah masa puber. Hal ini bisa menyebabkan pria tersebut sulit punya anak.
  • Enchepalitis : Peradangan di jaringan otak
  • Kehilangan pendengaran
  • Keguguran pada wanita hamil yang terkena gondongan
  • Radang pankreas
  • Oophoritis atau radang panggul yang mempengaruhi indung telur

Bila Anda mengalami gejala gondongan, segeralah menemui dokter. Agar bisa mendapatkan pengobatan, untuk mengurangi radang/pembengkakan. Juga pengurang rasa sakit akibat kelenjar parotis yang bengkak. Kompres air hangat atau air es juga bisa membantu mengurangi rasa tidak nyaman di bagian yang bengkak.

Semoga bermanfaat.

 

Referensi: Health, Check Up Newsroom, Dokter Sehat, Sehat Fresh

Baca juga:

Gondongan pada anak; penyebab, gejala, dan cara menanganinya

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Adroid.