TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Pengobatan Alternatif Kanker Tingkatkan Risiko Kematian 2 Kali Lipat

Bacaan 3 menit
Pengobatan Alternatif Kanker Tingkatkan Risiko Kematian 2 Kali Lipat

Sebuah studi terbaru di Universitas Yale menunjukkan pasien yang memilih pengobatan alternatif kanker dibanding medis memiliki risiko kematian lebih tinggi hingga 2,5 kali lipat.

Pengobatan alternatif kanker menjadi pilihan pasien yang ingin menempuh jalan penyembuhan selain medis. Akan tetapi, berhati-hatilah dengan janji manis perawatan alternatif karena sebuah studi baru-baru ini menunjukkan hasil yang mengejutkan.

Studi yang dipublikasikan tanggal 10 Agustus 2017 ini mengungkap fakta pahit. Pasien yang menjalani pengobatan alternatif kanker memiliki risiko kematian dua kali lipat lebih besar dalam jangka lima tahun dibandingkan pasien yang memilih pengobatan medis.

Di Indonesia, pengobatan alternatif sangat populer. Berbagai iklan pengobatan alternatif yang menjanjikan kesembuhan banyak bertebaran. Namun, berhati-hatilah dalam memilih karena nyawa Anda yang menjadi taruhannya.

Penelitian ini dilakukan oleh para ilmuwan dari Universitas Yale. Mereka menganalisa data pasien dalam kurun waktu 10 tahun yang didapatkan dari National Cancer Database.

Mereka mengidentifikasi data 281 pasien dari tahun 2004 sampai 2013 yang mengalami kanker payudara stadium awal, kanker prostat, kanker paru-paru, dan kanker usus besar. Pasien-pasien ini memilih pengobatan alternatif kanker dibandingkan merawat penyakitnya secara medis.

Jumlah ini memang hanya sebagian kecil dari jumlah keseluruhan pasien kanker. Para peneliti membandingkan tingkat kelangsungan hidup 560 pasien yang memiliki diagnosis serupa dan memilih perawatan medis seperti kemoterapi, operasi atau radiasi.

Hasilnya, pasien yang memilih pengobatan alternatif kanker memiliki risiko 2,5 kali lebih tinggi untuk meninggal dalam jangka waktu 5 tahun. 

Pasien yang memilih pengobatan alternatif untuk kanker payudara memiliki risiko 5,68 kali lebih tinggi untuk meninggal dalam waktu lima tahun. Bagi pasien kanker usus, risikonya adalah 4,57 kali lebih tinggi dan pasien kanker paru-paru risikonya ialah 2,17 kali lebih tinggi.

“Kini, kita memliki bukti yang akurat yang merekomendasikan bahwa pengobatan alternatif kanker membuat para pasien memiliki peluang bertahan hidup yang buruk,” ujar Skyler Johnson yang memimpin studi ini.

“Kami berharap informasi ini bisa digunakan oleh para pasien dan dokter saat mendiskusikan metode pengobatan kanker serta peluang bertahan hidup yang ada dalam setiap keputusan,” tambahnya.

Artikel terkait: Pengobatan kanker serviks; Kemoterapi, radioterapi, mana yang paling sesuai?

Para peneliti melakukan studi ini karena kurangnya data yang menguji seberapa efektif pengobatan alternatif kanker untuk penyembuhan. Peneliti juga mengakui bahwa studi ini tidak menganalisa secara spesifik pengobatan alternatif apa yang digunakan pasien.

Akan tetapi secara keseluruhan, masih belum ada data yang jelas mengenai metode pengobatan alternatif yang ampuh untuk melawan kanker dibandingkan metode pengobatan secara medis.

Para ilmuwan mengkhawatirkan pasien yang seharusnya memiliki peluang hidup lebih lama dengan pengobatan medis terbujuk untuk melakukan pengobatan alternatif karena kurangnya pengetahuan dan terbuai janji penyembuhan alternatif.

Mereka berharap informasi ini bisa memudahkan dokter untuk berkomunikasi dengan pasien mengenai risiko pengobatan alternatif. Penelitian ini dipublikasikan di  Journal of the National Cancer Institute.

Bagi Anda yang memiliki anggota keluarga dengan penyakit kanker, sampaikanlah informasi penting ini. Supaya mereka berpikir dua kali sebelum menempuh jalur pengobatan alternatif agar tidak menyesal nantinya.

 

Baca juga:

Penelitian 20 Tahun Menemukan Manfaat ASI sebagai Obat Kanker

Cerita mitra kami
Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!
Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Fitriyani

  • Halaman Depan
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Pengobatan Alternatif Kanker Tingkatkan Risiko Kematian 2 Kali Lipat
Bagikan:
  • Cara Mengatasi Anak Demam di Malam Hari, Parents Perlu Tahu!

    Cara Mengatasi Anak Demam di Malam Hari, Parents Perlu Tahu!

  • Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!
    Cerita mitra kami

    Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!

  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • Cara Mengatasi Anak Demam di Malam Hari, Parents Perlu Tahu!

    Cara Mengatasi Anak Demam di Malam Hari, Parents Perlu Tahu!

  • Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!
    Cerita mitra kami

    Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!

  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti