Penelitian: Pola Pengasuhan Orangtua Pengaruhi Kesehatan Fisik Anak

Penelitian: Pola Pengasuhan Orangtua Pengaruhi Kesehatan Fisik Anak

Beberapa studi yang diterbitkan tahun 2015 dan 2016 menyebut, pola pengasuhan orangtua memiliki dampak besar bagi kesehatan dan tumbuh kembang fisik si kecil. Pengasuhan yang salah bisa mengakibatkan ia sakit secara fisik, bahkan kekebalan tubuh yang rendah.

Pola pengasuhan orangtua, ternyata tidak hanya memengaruhi perkembangan mental dan emosi anak, namun juga fisik mereka. Sebuah studi pada tahun 2016 telah membuktikannya.

Seperti dilaporkan oleh The Wall Street Journal, para peneliti membandingkan lima pola pengasuhan yang berbeda. Salah satu pola pengasuhan yang mereka teliti ialah jenis pengasuhan yang minim pengawasan dan pemantauan kegiatan anak dari orangtua.

Jenis pengasuhan ini berkaitan dengan tingginya tingkat peradangan pada anak-anak, juga tingkat respon sistem kekebalan tubuh yang terlalu aktif. Kedua hal ini meningkatkan risiko terkena penyakit kardiovaskular, namun diperlukan penelitian jangka panjang untuk mengetahui apakah ada peningkatan risiko penyakit tersebut pada anak-anak yang diteliti.

Artikel Terkait: Tipe Pola Asuh Anak

pendidikan seksual

Orangtua yang memiliki pola pengasuhan acuh tak acuh ini, takkan peduli apakah anak pulang ke rumah tepat waktu, maupun memberitahu anak-anak saat orangtua pergi.

Nick Allen, Profesor Psikologi di Universitas Oregon yang juga senior peneliti dalam studi ini mengatakan, “Orangtua seperti ini tidak tahu keberadaan dan apa yang sedang anak mereka lakukan. Orangtua jenis ini mendorong anak untuk mandiri sebelum sang anak siap, hal ini bisa menimbulkan stres pada anak-anak.”

Penelitian yang diterbitkan pada Journal of Family Psychology ini, melibatkan 102 anak-anak, dengan rata-rata usia anak 9 tahun.

Pola pengasuhan lain yang juga diteliti dalam studi ini ialah, seberapa konsisten orangtua dalam teknik mendisiplinkan anak. Dan seberapa banyak dorongan positif yang diberikan pada anak.

peran orangtua dalam pendidikan anak 3

Pengasuhan orangtua berpengaruh pada perkembangan otak si kecil

Sebuah studi yang serupa dilakukan oleh Dr. Allen dan rekannya, mereka meneliti bagaimana lingkungan dapat berdampak pada perkembangan otak anak.

Studi yang diterbitkan pada awal tahun 2016 di PLOS One ini, menemukan bahwa perilaku agresif dari ibu bisa mengubah perkembangan otak. Studi ini menggunakan hasil pemindaian MRI pada 166 remaja dalam kurun waktu 9 tahun.

Area otak yang terhubung dengan cara berpikir, berencana, dan merespon hadiah adalah yang terkena dampak dari perilaku agresif orangtua.

Sementara itu, studi lain yang diterbitkan pada tahun 2015 di jurnal Brain, Behavior and Immunity juga menemukan fakta mengejutkan. Orangtua yang menunjukkan perilaku memaksa dan penuh amarah saat berinteraksi dengan anak, berdampak pada respon kekebalan tubuh anak yang rendah pada vaksin meningitis.

Melihat betapa pentingnya pola pengasuhan orangtua, dalam tumbuh kembang fisik dan emosional anak. Sudah seharusnya orangtua mulai berhati-hati dalam menerapkan pola asuh.

Artikel terkait: 21 Jenis Pola Asuh yang Perlu Anda Ketahui

Homeschooling, merupakan cara pandang pendidikan dari prespektif yang berbeda

Salah satu buku yang bisa dibaca soal pola asuh orang tua adalah The Ten Basic Principles of Good Parenting dari Laurence Steinberg.

Buku itu akan memberikan panduan berdasarkan penelitian ilmu sosial agar Anda bisa menghindari pola asuh salah yang akan berdampak pada perkembangan si kecil.

Ketika menjadi orang tua dan menerapkan pola asuh pada anak, sebaiknya pahami apa tujuan Anda. Apakah Anda mengasuh anak untuk menunjukkan siapa yang berkuasa dalam keluarga ini? Apakah untuk menanamkan rasa takut? Atau untuk membantu anak berkembang menjadi manusia yang sopan dan percaya diri?

Pola asuh yang baik membantu menumbuhkan empati, kejujuran, kemandirian, kontrol diri, kebaikan, kerja sama, dan kebahagiaan. Pola asuh yang baik juga bisa meningkatkan keingintahuan intelektual, motivasi, dan keinginan untuk mencapai mimpi. Ini membantu anak-anak terhindar dari gangguan kecemasan, depresi, gangguan makan, perilaku anti-sosial, dan penyalahgunaan alkohol, serta narkoba.

“Mengasuh anak adalah salah satu bidang yang paling banyak diteliti di seluruh bidang ilmu sosial,” kata Steinberg, yang merupakan profesor psikologi terkemuka di Temple University di Philadelphia, kepada WebMD.

Banyak orang tua yang menerapkan pola asuh seolah-olah mereka yang berkuasa. Tetapi beberapa orang tua memiliki naluri yang lebih baik, kata Steinberg. Pola asuh utama yang harus dimiliki orang tua adalah, anak-anak tidak boleh dipukul, katanya pada WebMD.

“Jika anakmu dalam keadaan bahaya atau menyeberang jalan sembarangan, kamu bisa menangkapnya dan memeluknya, tetapi dalam keadaan apa pun kamu tidak boleh memukulnya,” ujar Steinberg.

Ruby Natale PhD, PsyD, profesor pediatri klinis di University of Miami Medical School, sangat setuju dengan pernyataan itu.

“Banyak orang menggunakan pola asuh yang sama dengan yang digunakan orang tua mereka sendiri, dan sering kali itu berarti menggunakan disiplin yang sangat keras,” katanya kepada WebMD.

“Jika Anda tidak memiliki hubungan yang baik dengan anak, mereka tidak akan mendengarkan Anda. Pikirkan bagaimana Anda berhubungan dengan orang dewasa lainnya. Jika Anda memiliki hubungan yang baik dengan mereka, Anda akan lebih mempercayai, mendengarkan pendapat, dan mendukung mereka,” katanya.

Anak adalah hadiah yang paling indah dari Tuhan, jangan sampai tumbuh kembangnya menjadi tidak sempurna karena pola pengasuhan yang salah. Terus belajar dan mencari tahu apa yang terbaik bagi anak adalah kuncinya.

Semoga bermanfaat ya, Parents.

Baca juga:

Penelitian: Cara Orangtua Memuji Memengaruhi Pola Pikir Anak

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Penulis

Fitriyani

app info
get app banner