TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Kembali Terjadi, Penembakan Massal Amerika Serikat Kini Incar Dokter Bedah

Bacaan 3 menit
Kembali Terjadi, Penembakan Massal Amerika Serikat Kini Incar Dokter Bedah

Memicu amarah warga terkait kebijakan pembelian senjata api

Belum lama berselang penembakan massal di sekolah Amerika Serikat, kini kejadian serupa terulang kembali. Seorang pria berusia 45 tahun melakukan penembakan massal di rumah sakit dan mengincar seorang dokter bedah. 4 orang tewas dalam penembakan massal tersebut

Penembakan Dokter Bedah Dilatarbelakangi Sakit yang Tak Kunjung Usai

Kembali Terjadi, Penembakan Massal Amerika Serikat Kini Incar Dokter Bedah

Sumber: Unsplash

Seorang pria bernama Michael Louis diidentifikasi menjadi pelaku tunggal penembakan dokter bedah pada Rabu lalu (1/6/2022).

Beberapa saat sebelumnya, pelaku menelfon Rumah Sakit St. Francis di Tulsa, Oklahoma, Amerika Serikat karena mengeluhkan punggungnya yang masih sakit setelah operasi punggung.

Diketahui bahwa Michael Louis sebelumnya menjalani operasi punggung dan keluar dari rumah sakit pada 24 Mei silam.

Tidak hanya itu, polisi juga menemukan sepucuk surat dari pelaku yang menjelaskan bahwa pembunuhan itu rupanya telah direncanakan.

Artikel Terkait: Hati-hati! 12 Kebiasaan Ini Picu Sakit Punggung Bawah

Membeli Senjata Secara Legal Beberapa Jam Sebelumnya

Kembali Terjadi, Penembakan Massal Amerika Serikat Kini Incar Dokter Bedah

Sumber: Unsplash

Michael Louis datang dari Muskogee, Oklahoma yakni sekitar 80 kilometer dari lokasi kejadian.

Dari keterangan pihak berwenang, Michael Louis berencana untuk menembak sang dokter bedah operasi, dr. Phillips dan siapa pun yang menghalanginya.

Ada pun dr. Philips (59 tahun) tewas di lorong setelah Michael Louis menembak beserta rekannya dr. Stephanie Husen (48 tahun), seorang pasien, dan seorang resepsionis.

Michael Louis mendapatkan senjata api secara legal beberapa hari sebelum penembakan. Dia juga membeli sepucuk pistol 3 hari sebelumnya. 

Menembak Dirinya Sendiri Saat Polisi Tiba

penembakan dokter bedah

Sumber: Unsplash

Polisi tiba di lokasi kejadian 3 menit setelah mendapat panggilan terkait insiden. Saat petugas tiba, korban sudah terkapar tak bernyawa beserta sang tersangka yang menembak dirinya sendiri limat menit kemudian.

Beberapa korban juga juga terluka akibat penembakan itu. Lokasi kejadian adalah kantor ortopedik di lantai 2 gedung kesehatan tersebut.

Artikel Terkait: Kembali Terjadi, Begini Kronologi dan Fakta Penembakan Massal di Texas

Masyarakat Menyayangkan Mudahnya Pembelian Senjata Api di Amerika Serikat

Kembali Terjadi, Penembakan Massal Amerika Serikat Kini Incar Dokter Bedah

Sumber: Unsplash

Kejadian penembakan berturut-turut seolah tak pernah usai. Masyarakat masih dilanda syok akibat penembakan di supermarket di New York, gereja di California, dan pembunuhan masal di Texas dalam jeda 2 minggu saja.

Semuanya melibatkan penembakan akibat senjata api yang mudah untuk didapatkan. Tidak mengherankan jika masyarakat Amerika mulai geram akibat 233 penembakkan massal pada tahun 2022 saja.

Komentar mengenai kejadian ini pun mengutuk kebijakan Amerika Serikat yang memudahkan orang tak bertanggung jawab dalam menggunakan pistol.

Salah seorang pasien yang datang untuk berobat mendapati rumah sakit sudah dipenuhi oleh pihak berwenang dan orang yang menangis.

Dikutip dari CNN, Lachelle Nathan menjelaskan situasi itu begitu buruk dan menakutkan. “Ini menakutkan, menyedihkan. Menantu saya berasal dari dekat sini, dan tiba-tiba ada kejadian seperti ini. Saya tidak merasa aman untuk keluar rumah sama sekali, Anda tahu?”

Menantu Lachelle Nathan juga sepakat, “Seperti yang Anda lihat di televisi, tetapi tak mungkin terjadi. Dan lihatlah, sekarang ini terjadi di depan Anda langsung.”

Cerita mitra kami
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun

***

Baca Juga:

3 Siswa Tewas dalam Penembakan di Sekolah Oxford Michigan, Pelakunya Anak Bau Kencur

Meghan Markle Kunjungi Uvalde, Setelah Tragedi Penembakan Massal di Texas

Suami dan anak jadi korban penembakan di Selandia Baru, begini curahan sang istri

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Adismara Putri

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Kembali Terjadi, Penembakan Massal Amerika Serikat Kini Incar Dokter Bedah
Bagikan:
  • Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
    Cerita mitra kami

    Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

  • Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
    Cerita mitra kami

    Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti