Penelitian: Produk Susu dan Makanan Bayi Kemasan Tidak Baik Untuk Anak

Sering memberikan makanan bayi kemasan kepada si kecil? Hati-hati! Penelitian terbaru menunjukkan, tak selamanya kandungan di dalamnya dibutuhkan oleh anak.

Sudah sewajarnya apabila Parents terkadang memberikan produk makanan bayi dalam kemasan untuk si buah hati. Alasannya bisa saja karena tidak sempat memasak sendiri, atau sekedar lebih yakin bahwa produk tersebut memberikan yang terbaik untuk anak.

Namun tahukah Anda bahwa tak semua produk tersebut mengandung nutrisi yang cukup?

Penelitian terbaru menunjukkan, kandungan nutrisi dari produk susu dan makanan bayi maupun balita dalam kemasan ternyata bertentangan dengan yang disarankan oleh ahli kesehatan gizi.

Meskipun di satu sisi, produk tersebut memang memiliki kandungan yang bergizi, namun kandungan ini dinilai tidak direkomendasikan untuk dikonsumsi oleh anak kecil. Beberapa kandungannya malah dinilai tidak baik, seperti pemanis makanan dan suplemen cairan tinggi kalori dalam susu formula.

Angela Lemond, seorang ahli gizi mengungkapkan, susu balita yang kaya akan kandungan vitamin dan mineral memang berguna bagi anak sebagai pelengkap gizi dari makanan yang mereka santap.

Bagi anak yang sepertinya lambat dalam pertumbuhan-baik berat maupun tinggi badan-mungkin akan memerlukan suplemen tinggi kalori. "Tetapi jangan meminta anjuran dari pemasar produk makanan anak. Lebih baik Anda langsung menemui dokter atau penyedia layanan kesehatan lainnya," ujar Lemond.

Survey membuktikan bahwa di tahun 2015, sebanyak 3 perusahaan produk makanan bayi dan balita mengeluarkan dana hingga $77 juta atau 1 triliun lebih demi memasarkan produknya melalui iklan di TV dan majalah.

Namun tak sepenuhnya iklan yang disampaikan ini benar apa adanya. Terkadang, produk-produk ini memikat pelanggannya dengan pesan menyesatkan seperti "menutrisi otak" ketika sebenarnya produk ini belum terbukti manfaatnya.

Parents disarankan mulai berhati-hati sekarang dan lebih memikirkan secara matang sebelum membeli suatu produk. Selain itu, ingat kembali bahwa pemberian ASI pada satu tahun pertama adalah prioritas pemberian nutrisi yang cukup terhadap si kecil.

Si kecil juga perlu dihadapkan dengan berbagai makanan, khususnya sayuran, buah-buahan, biji-bijian, dan juga susu. Untuk sayuran, percayalah bahwa si kecil memang akan butuh waktu lama untuk menyesuaikan diri.

"Kesulitan dalam mengatur pola makan adalah masalah yang umum bagi setiap orang tua, namun tak selamanya si kecil selalu membutuhkan minuman khusus atau suplemen tertentu," ujar Harris.

Harris juga menambahkan apabila si kecil sudah menginjak umur 2 tahun, maka ia sudah bisa memakan apa yang keluarganya juga makan. Ia tidak perlu lagi mengonsumsi "produk khusus balita".

 

Referensi: Medical Xpress

Baca juga: 

Sehatkah Susu UHT Sebagai Susu Tambahan Anak 1 Tahun?

10 Makanan peninggi badan yang bisa membantu pertumbuhan anak