TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

8 Tips untuk Membantu Parents Mengatur Pola Makan Anak

Bacaan 4 menit
8 Tips untuk Membantu Parents Mengatur Pola Makan Anak

Tidak hanya menghabiskan makanannya, tetapi pastikan juga anak memiliki kebiasaan makan yang sehat, ya!

Setelah perjuangan memperkenalkan makanan padat pada anak, Bunda harus siap menghadapi jika anak tidak mau makan. Supaya anak tidak kelaparan, Anda harus mengatur pola makan anak dan membuat strategi agar anak mau makan.

Seorang ibu mengeluhkan bahwa anak laki-lakiny yang berusia 2 tahun berubah menjadi picky eater alias pilih-pilih soal makanan. Kadang-kadang anak itu mau makanan yang ibunya berikan, namun lebih sering tidak makan tiga kali sehari seperti orang dewasa.

Hal ini pun mendorong sang ibu untuk mengatur pola makan anak yang unik baginya. Dengan cara ini, kebutuhan nutrisi anak tetap terpennuhi meski ia tidak makan tiga kali sehari.

Percayalah, cara ini akan membantu saat anak menolak menghabiskan makanannya.

Pola makan anak: Semua hal yang wajib Parents ketahui

pola makan anak 1

Kabar baik tentang balita adalah bahwa sejak usia 1 – 3 tahun, mereka akan makan hampir semuanya, dari mulai buah-buahan, sayuran, sereal, roti, nasi. Oleh karena itu, pola makan anak bisa mencakup berbagai jenis makanan.

Kabar buruknya, sebagian besar balita adalah picku eater yang selalu pilih-pilih makanan. Nafsu makan mereka juga berubah setiap harinya.

Jadi, ide terbaik dalam memberi makan balita adalah dengan tiga kali makanan utama dan dua kali camilan di antara makanan utama tersebut.

Selain itu, Parents tak hanya memastikan anak menghabiskan makanannya saja, tetapi juga memastikan anak memiliki kebiasaan makan sehat.

Apa yang harus diingat saat mengatur pola makan anak?

1. Makanan utama dan camilan

Tawarkan balita Anda makanan utama dan camilannya di saat yang bersamaan. Jadi, jika ia sedang tak ingin makan yang satu, ia tetap bisa mengunyah yang lainnya.

Cara ini juga bisa membantu Parents menganalisis jenis makanan yang ia sukai dan berapa banyak kebutuhannya.

2. Makanan rumahan

Tak perlu diingatkan lagi bahwa makanan terbaik untuk anak yang sedang tumbuh kembang adalah makanan yang dibuat sendiri di rumah. Daripada meperkenalkannya dengan makanan cepat saji atau junk food, lebih baik siapkan sendiri makanan untuknya.

Parents  bisa memberinya yogurt dengan strawberry, sayuran kukus, hingga roti dengan selai buah.

3. Perhatikan asupan permen dan makanan manis lainnya

pola makan anak 3

Saat Parents akan menawari anak hidangan pencuci mulut, cobalah hindari makanan atau minuman berbasis gula. Makanan yang mengandung gula tinggi biasanya rendah nutrisi dan mineral.

Sebagai gantinya, tawarkan ia buah-buahan seperti mangga atau stroberi.

4. Tawari anak minum di sela-sela makan

Memberi anak terlalu banyak camilan dan minuman dapat merusak nafsu makannya. Perutnya akan kekenyangan makanan ringan yang tak memiliki nutrisi dan mineral yang dibutuhkan untuk perkembangannya.

Sebaiknya tawarkan air putih di sela waktu makan. Jika Parents memberinya jus, pastikan alami tanpa gula dan susu tambahan.

5. Berikan anak susu penuh lemak

Paling baik adalah memberinya ASI hingga anak berusia 2 tahun. Namun, jika Bunda sudah memperkenalkan susu sapi padanya, letakkan di cangkir sembari anak belajar minum.

Berikan susu penuh lemak (full-fat milk) hingga usianya dua tahun. Setelah mencapai 2 tahun, Parents bisa memberinya susu skim dengan lemak 1 – 2%.

Hal ini untuk memastikan pertumbuhannya didukung nutrisi tepat. Pastikan ia minum tidak lebih dari 350 ml susu per hari agar ia tidak kekenyangan dan mau makan makanannya.

6. Biarkan anak yang memutuskan

pola makan anak 4

Banyak ibu yang merasa melakukan kesalahan karena memaksa anak makan. Saran kami, jangan lakukan hal sama.

Wajar bagi balita untuk mengukur berapa banyak yang ingin mereka makan dan kapan mereka akan makan. Terkadang mereka menolak makanan baru atau berubah pikiran sebelum menggigitnya.

Di lain waktu, mereka ternyata menginginkan makanan yang sama. Jadi, cara terbaik adalah dengan menguji apa yang sedang ia sukai dan apa yang tidak disukai.

Cerita mitra kami
3 Mitos dan Fakta Tentang Susu Anak yang Wajib Parents Tahu
3 Mitos dan Fakta Tentang Susu Anak yang Wajib Parents Tahu
10 Resep Camilan Sederhana dan Murah, Lengkap Ada Manis serta Gurih
10 Resep Camilan Sederhana dan Murah, Lengkap Ada Manis serta Gurih
11 Jajanan Halal untuk Anak yang Perlu Orang Tua Ketahui
11 Jajanan Halal untuk Anak yang Perlu Orang Tua Ketahui
Anak Senang Ibu Tenang, Ini Manfaat Es Krim Yogurt untuk Kesehatan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Senang Ibu Tenang, Ini Manfaat Es Krim Yogurt untuk Kesehatan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!

7. Jauhi makanan yang difortifikasi

Sebagian besar perusahaan makanan bayi mengemas kembali produk mereka dengan kata ‘difortifikasi’ atau ‘diperkaya’. Bagi Anda yang belum paham, makanan yang difortifikasi berarti diperkaya dengan nutrisi tambahan.

Tapi banyak makanan difortifikasi ini sebenarnya tak sehat bagi balita. Jadi, hindari bahan makanan fortifikasi seperti kedelai, beras, susu almond maupun minuman lainnya.

Jangan pernah menjadikannya sebagai menu sarapan utama anak. Sebagai gantinya, berikan ia susu sapi murni atau ASI jika ia masih berada di bawah 2 tahun.

Artikel terkait: Waspada 9 bahan tambahan pangan berbahaya dalam makanan anak-anak

8. Awasi balita Anda

Saat menghidangkan makanan, pastikan semua sudah dipotong kecil-kecil. Bila Parents menyajikan buah, potong-potong sehingga memudahkan anak makan.

Selalu awasi anak saat makan sehingga ia terhindar dari bahaya tersedak. Waktu makan adalah saat-saat yang tepat untuk melakukan bonding dengan anak.

Dengan mempraktekkan poin-poin di atas, anak akan memiliki perencanaan makan yang baik dan ia akan memiliki kebiasaan makan sehat. Selain itu, pola makan anak jadi teratur sehingga Bunda tak perlu khawatir lagi apakah kebutuhan nutrisinya terpenuhi.

 

*Artikel ini disadur dari theAsianparent Singapura.

Baca juga:

Trik dan Resep Makanan Anak Balita yang Praktis dan Menyehatkan

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Giasinta Angguni

  • Halaman Depan
  • /
  • Nutrisi
  • /
  • 8 Tips untuk Membantu Parents Mengatur Pola Makan Anak
Bagikan:
  • Ikan Nila Enaknya Dimasak Apa? Ini 7 Resep Olahan yang Enak!

    Ikan Nila Enaknya Dimasak Apa? Ini 7 Resep Olahan yang Enak!

  • 5 Resep Mashed Potato, Cocok untuk MPASI dan Menu Makan Keluarga

    5 Resep Mashed Potato, Cocok untuk MPASI dan Menu Makan Keluarga

  • Telur Ceplok Berapa Kalori? Ini Fakta Gizinya!

    Telur Ceplok Berapa Kalori? Ini Fakta Gizinya!

  • Ikan Nila Enaknya Dimasak Apa? Ini 7 Resep Olahan yang Enak!

    Ikan Nila Enaknya Dimasak Apa? Ini 7 Resep Olahan yang Enak!

  • 5 Resep Mashed Potato, Cocok untuk MPASI dan Menu Makan Keluarga

    5 Resep Mashed Potato, Cocok untuk MPASI dan Menu Makan Keluarga

  • Telur Ceplok Berapa Kalori? Ini Fakta Gizinya!

    Telur Ceplok Berapa Kalori? Ini Fakta Gizinya!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti