Pelecehan Seksual Anak Membuat Masa Depan Hancur Sebelum Dimulai

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Kasus pelecehan seksual anak dan kekerasan pada anak yang terjadi akhir-akhir ini membuat para orang tua gelisah. Bagaimana kita merehebalitasi korban?

 

Pelecehan seksual anak, mengapa harus terjadi pada mereka?

Pelecehan seksual anak, mengapa harus terjadi pada mereka?

Sebut saja korban pelecehan seksual anak itu bernama Rina. Ia melewatkan masa kecil di kompleks elit di sebuah kota dan tak pernah punya teman bermain di rumah. Keluarga Rina saat itu belum punya rumah sendiri dan mereka tinggal bersama nenek Rina.

Ayah Rina selalu sibuk bekerja agar bisa punya uang untuk beli rumah. Sedangkan ibu Rina sibuk mengasuh adik Rina yang usianya terpaut dua tahun. Pada saat orang tuanya lengah itulah Rina menjadi korban pelecehan seksual anak.

Satu-satunya teman Rina di rumah adalah Pak Ribut, pembantu rumah tangga di rumah itu. Rina, yang saat itu berumur 5 tahun, merasa senang karena Pak Ribut sering mengajaknya bermain di luar rumah, menyuapinya dan bahkan memandikan dia.

Sampai suatu hari Pak Ribut mengajaknya tiduran di kamarnya. Ya, saya tahu Anda sudah bisa menebak kejadian selanjutnya : pelecehan seksual anak. Perbuatan itu terjadi hingga beberapa kali, dan berakhir ketika nenek Rina menyaksikan sendiri bagaimana pelecehan seksual anak itu terjadi - cucu perempuannya terhimpit kesakitan.

Nenek Rina murka dan ia memberhentikan Pak Ribut hari itu juga. Nenek khawatir nama keluarga akan tercoreng jika peristiwa pelecehan seksual anak itu terungkap, sehingga Rina dilarang menceritakan peristiwa itu kepada siapapun, termasuk pada ayah dan ibunya.

Beberapa tahun kemudian ...

Dapatkan Infomasi Terbaru dan Hadiah Menarik Khusus Member

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Better Parenting