TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

Viral Kasus Pelecehan Anak TK di Pekanbaru oleh Teman Sekelas, Begini Kronologinya

Bacaan 3 menit
Viral Kasus Pelecehan Anak TK di Pekanbaru oleh Teman Sekelas, Begini Kronologinya

"Anak saya cowok, pelakunya juga cowok!" Sedih dan miris mendengarnya ya, Parents. Begini berita selengkapnya.

Kasus pelecehean seksual pada anak-anak kembali terjadi, Parents. Mirisnya, kasus ini terjadi di kalangan anak TK, baik korban maupun pelakunya, tepatnya di salah satu TK Pekanbaru, Riau. Kronologi kejadian pelecehan anak 5 tahun ini dibagikan oleh orangtua korban melalui akun Instagram pribadinya @onynst.

Berikut TheAsianparent merangkumnya untuk Parents.

Kronologi Kejadian Pelecehan Anak TK di Pekanbaru

Viral Kasus Pelecehan Anak TK di Pekanbaru oleh Teman Sekelas, Begini Kronologinya

“Anak saya cowok, pelakunya juga cowok”

Dalam unggahannya, sang Bunda mengungkapkan kekecewaan yang mendalam pada kasus yang menimpa sang buah hati. Bermula dari sang putra  yang terlihat berubah perilakunya, ia dan suami kemudian mencoba mendengarkan pengakuan sang anak. Salah satunya, ia mengatakan bahwa ada yang mengajarinya untuk membuka celana, dalam konteks pelecehan.

Hingga akhirnya, sang anak pun menceritakan detail mengenai kronologi kejadian yang dialami di dapur sekolahnya tersebut. Sedihnya, kejadian tersebut berlangsung berulang kali, Parents.

Melansir Liputan6, sang ayah menceritakan bahwa anaknya tersebut kerap memegang alat vital sendiri. Ia juga tak jarang memperlihatkan alat vitalnya pada orangtuanya. Banyak perilaku yang memang mengarah pada ‘pencabulan’, Parents.

Masih dalam unggahan sang Bunda, nampak anak pun memiliki perubahan perilaku jadi mudah tantrum.

Artikel Terkait: Cegah Pelecehan Seksual, Sudahkah Parents Mengajarkan Sexual Consent pada Anak?

Tanggapan Pihak Sekolah

Melihat ada perubahan perilaku tak semestinya, sang Bunda pun meminta penjelasan dari pihak sekolah. Rupanya sekolah sang anak memang tidak memiliki CCTV sehingga kejadian tersebut tak terekam.

Menurut sang Bunda, pihak sekolah terkesan ‘cuek’ dalam menanggapi kasus ini. Tak hanya itu, pihak orangtua terduga pelaku tersebut pun belum memiliki itikad baik untuk menyelesaikan permasalahan ini. 

“Anak udah menjadi korban, malah saya yang ditekan-tekan kepala sekolah.

Tidak pernah sekalipun orangtua pelaku menghubungi saya,” tutur sang Bunda dalam penggalan cerita di unggahannya.

Pengakuan Terduga Pelaku

Viral Kasus Pelecehan Anak TK di Pekanbaru oleh Teman Sekelas, Begini Kronologinya

Sang Bunda pun menceritakan bahwa terduga pelaku sempat diminta keterangan saat dibawa ke PPA. Rupanya Parents, anak tersebut mengaku melakukannya karena terpapar tontonan film tak senonoh yang ada di perangkat orangtua.

“Dari pengakuan pelaku juga dia memperlakukan anak kami seperti itu dikarenakan menonton video porno di HP ayahnya,” tutur sang Bunda lagi.

Artikel Terkait: Viral Pelecehan Seksual Tayangan Anak Kinderflix, Ini 5 Faktanya!

Tanggapan Pemerintah Setempat

Melansir Cakaplah.com, Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Abdul Jamal memberikan tanggapan. Pihaknya mengaku belum menerima adanya laporan tersebut pada Jumat (12/01/2024).

Lanjutnya, kejadian tersebut dianggap tak masuk akal. Sebab, ia menilai kejadian tersebut dilakukan anak-anak di bawah umur.

“Apalagi anak TK, anak itu masih jauh di bawah umur, di bawah lima tahun lagi.

Kalau kita ya paling minta sekolah suruh selesaikan. Panggil orangtua dengan orangtuanya,” ujarnya.

Artikel Terkait: Angkanya Terus Meningkat, Ini Cara Melindungi Anak dari Pelecehan Seksual

Parents, saat ini kasus telah dilaporkan kepada pihak kepolisian. Laporan tersebut diterima Polsek Tampan pada 21 Desember 2023 lalu.

“Semoga dari kejadian yang menimpa anak kami, para orangtua lebih aware lagi tentang apa yang dialami anak di sekolah, tanpa terkecuali anak TK. Selalu tanyakan apa saja yang mereka lalui di sekolah, belajar apa, main apa, bermain sama siapa,” tutur sang Bunda lagi.

Demikian kronologi kejadian pelecehan anak TK di Pekanbaru. Sungguh miris dan sedih mendengarnya ya, Parents.

Kita doakan saja ya supaya kejadian ini menemukan titik terang dan keadilan. Besar harapan, kejadian serupa tak terjadi kembali kapan pun dan di mana pun.

****

Baca Juga:

Viral Kasus Pelecehan Anak di Twitter, Bagaimana Mencegah Anak Jadi Korbannya?

Cerita mitra kami
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025

4 Tahun lakukan pelecehan seksual dan menyekap, pedofil anak berhasil ditangkap

Menjijikkan! Balita usia 3 tahun mengalami pelecehan seksual oleh pamannya sendiri

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

nisya

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Viral Kasus Pelecehan Anak TK di Pekanbaru oleh Teman Sekelas, Begini Kronologinya
Bagikan:
  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti