TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Ramadan MomTAP
  • Event
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Ramadan MomTAPRamadan MomTAP
  • EventEvent
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Demi pekerjaan, para wanita di negara ini dipaksa jalani operasi angkat rahim

Bacaan 4 menit
Demi pekerjaan, para wanita di negara ini dipaksa jalani operasi angkat rahim

Ribuan pekerja wanita di negara ini dipaksa menjalani operasi pengangkatan rahim agar tidak menganggu pekerjaannya saat sedang menstruasi.

Beberapa bulan terakhir, beredar kabar yang kurang menyenangkan dari negara India. Dikabarkan bahwa para pekerja wanita di sana dipaksa menjalani operasi pengangkatan rahim agar tidak menganggu pekerjaannya saat menstruasi.

Agar tak kehilangan pekerjaan, para wanita ini rela jalani operasi pengangkatan rahim

Menstruasi seharusnya menjadi hal yang umum bagi seorang wanita, saat tubuh secara alami mengeluarkan darah dari vagina akibat adanya peluruhan endometrium yang mengandung pembuluh darah karena sel telur yang tidak dibuahi.

Namun sayangnya, anggapan itu masih kurang dipahami oleh masyarakat India. Mereka masih meyakini bahwa wanita yang menstruasi tidak suci dan dikecualikan dari acara sosial dan keagamaan. Anggapan itu juga berkaitan dengan mitos dan nilai-nilai yang terkandung di dalam tradisi di negara tersebut.

Akibatnya, wanita yang sedang menstruasi sering dikucilkan, bahkan diisolasi di tempat terpencil. Hal ini juga dialami oleh para pekerja wanita di ladang tebu Maharashtra. Lebih parahnya lagi, agar stigma buruk akibat mens tidak mengganggu pekerjaan mereka, para pekerja wanita ini rela menjalani operasi pengangkatan rahim.

Artikel terkait: Catat! 7 Gejala rahim rusak yang harus diwaspadai semua wanita

pekerja wanita 1

Sumber: BBC News

Dilansir dari BBC News, media India telah menemukan fakta bahwa ribuan wanita muda di sana telah melakukan operasi pengangkatan rahim dalam tiga tahun terakhir. Sebagian besar alasan para wanita tersebut adalah pekerjaan.

Setiap tahunnya puluhan ribu keluarga dari distrik Beed, Osmanabad, Sangli, dan Solapur, bermigrasi ke wilayah barat India yang dikenal dengan julukan “sabuk gula”. Ketika sampai di sana, warga miskin yang sebagian besar berpendidikan rendah ini dikuasai oleh kontraktor serakah yang menggunakan setiap kesempatan untuk mengeksploitasi mereka.

Pertama-tama, mereka enggan mempekerjakan wanita karena pekerjaan memotong tebu adalah pekerjaan berat. Selain itu, wanita juga dianggap merugikan karena kehilangan produktivitasnya sebanyak satu dua hari saat menstruasi. Kejamnya, jika para pekerja ini tidak masuk sehari saja, mereka tetap harus membayar penalti.

Kondisi kehidupan di tempat mereka juga jauh dari kata ideal. Mereka harus tinggal di gubuk atau tenda dekat ladang. Tidak ada toilet dan bahkan tempat tidur yang layak.

Dikarenakan kondisi tempat yang buruk, banyak wanita yang tertular infeksi dan kesusahan saat menstruasi.

Akhirnya, para pekerja wanita tersebut pun terpaksa membuat pilihan yang memiliki dampak jangka panjang dan fatal yang memengaruhi kesehatan dan kehidupan mereka. Mereka dipaksa menjalani operasi pengangkatan rahim.

Artikel terkait: 6 Kondisi darah menstruasi yang menentukan kesehatan wanita

Desa wanita tanpa rahim di India

Pilihan mereka ini didukung dengan tindakan dokter yang tidak bermoral yang mendorong mereka untuk menjalani operasi tersebut.

Karena sebagian besar wanita di sana telah menikah muda dan memiliki dua hingga tiga anak saat berusia 20-an. Dokter tidak memberi tahu tentang masalah yang akan mereka hadapi jika mereka menjalani operasi pengangkatan rahim atau histerektomi.

Akhirnya banyak wanita yang percaya bahwa tidak apa-apa untuk menyingkirkan rahim mereka. Desa tersebut pun sering disebut sebagai “desa wanita tanpa rahim”.

pekerja wanita 2

Sumber: BBC News

Prajakta Dhulap dari layanan bahasa Marathi BBC melaporkan bahwa separuh dari wanita di desa itu memiliki histerektomi. Sebagian besar berusia di bawah 40 tahun dan beberapa masih berusia 20-an.

Banyak wanita yang ditemuinya mengatakan bahwa kesehatan mereka memburuk sejak mereka menjalani operasi pengangkatan rahim. Mereka mengaku merasakan pusing, sakit yang terus-menerus di punggung, leher dan lututnya. Ketika bangun di pagi hari, mereka juga mengaku bahwa tangan, wajah, dan kaki bengkak.

Hal yang menakutkan adalah mereka tidak bisa berjalan bahkan pada jarak yang pendek sehingga mereka justru tidak bisa lagi bekerja di ladang.

Tidak hanya menjalani operasi pegangkatan rahim, beberapa pekerja wanita lainnya diberikan obat tanpa label saat menstruasi.

Kasus mengerikan lainnya terjadi di bagian selatan Tamil Nadu. Para pekerja wanita di industri garmen mengaku telah diberikan obat-obatan tanpa label ketika mereka merasakan sakit saat menstruasi.

Artikel terkait: Keterlaluan, Orangtua di India Sengaja Rancang Perkosaan untuk Sembuhkan Anak Lesbian

pekerja wanita lead

Menurut paparan Thomson Reuters Foundation, berdasarkan wawancara dengan sekitar 100 wanita, semua wanita tersebut mengaku telah menerima obat-obatan tersebut. Setengahnya lagi mengatakan bahwa mereka mengalami sejumlah masalah kesehatan setelah menerima obat-obatan tersebut. Mulai dari depresi dan kecemasan, hingga infeksi saluran kemih, fibroid dan keguguran.

Mereka mengatakan tidak tidak diberi tahu nama obat-obatan itu, juga tidak diberi peringatan mengenai kemungkinan efek samping dari konsumsi obat tersebut.

Sejumlah laporan ini telah memaksa pihak berwenang untuk mengambil tindakan.

Cerita mitra kami
Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik

Komisi Nasional untuk Perempuan menggambarkan kondisi para wanita di Maharashtra menyedihkan dan meminta pemerintah negara bagian untuk mencegah “kekejaman” semacam itu di masa depan. Di Tamil Nadu, pemerintah mengatakan mereka akan memantau kesehatan pekerja garmen.

Semoga para pekerja wanita di India bisa mendapatkan kesejahteraan dan dijamin keberlangsungan hidup mereka, baik dari segi kesehatan dan juga pekerjaan.

Sumber: BBC News

Baca juga:

Mengenal Histerektomi, Prosedur Medis untuk Mengangkat Rahim Wanita

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Fadhila Auliya Widia Putri

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Demi pekerjaan, para wanita di negara ini dipaksa jalani operasi angkat rahim
Bagikan:
  • Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
    Cerita mitra kami

    Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!

  • Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
    Cerita mitra kami

    Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
    Cerita mitra kami

    Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!

  • Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
    Cerita mitra kami

    Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti