TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Event
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • EventEvent
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Keterlaluan, Orangtua di India Sengaja Rancang Perkosaan untuk Sembuhkan Anak Lesbian

Bacaan 3 menit
Keterlaluan, Orangtua di India Sengaja Rancang Perkosaan untuk Sembuhkan Anak Lesbian

LGBT membuat orangtua resah. Namun sangat keterlaluan bila beberapa orangtua di India merencanakan perkosaan untuk 'menyembuhkan' anaknya dari homoseksual.

15 Kasus perkosaan ‘korektif’ terjadi di India

Sebanyak 15 perkosaan korektif terjadi selama 5 tahun terakhir di India, sebagaimana dilaporkan oleh tim penanganan krisis dari LGBT Collective di Telangana, India.

Ironisnya, para pelaku perkosaan adalah anggota keluarga korban yang ditunjuk oleh orangtua korban untuk ‘meluruskan’ orientasi seksual anaknya yang cenderung menyukai sesama jenis (homoseksual).

“Kami yakin jumlahnya lebih banyak, namun tidak dilaporkan (ke pihak berwajib),” jelas Vyjayanti Mogli, anggota tim penanganan. “Kami mengetahui kasus ini bukan karena para korban ingin melaporkannya, tapi karena mereka ingin melarikan diri dari rumah.”

 

Tragis, orangtua menjadikan anak korban perkosaan untuk meluruskan perilaku seksualnya.

Tragis, orangtua menjadikan anak korban perkosaan untuk ‘meluruskan’ perilaku seksualnya.

 

“Pernikahan di antara saudara sepupu adalah sesuatu yang wajar di India Selatan,” lanjut Vyjayanti. “Seorang gadis akan dijodohkan dengan saudara sepupunya sejak masih bayi. Namun ketika si gadis telah dewasa, ia berpacaran dengan sesama perempuan.”

“Para tetua dalam keluarga yakin bahwa berhubungan intim dengan calon suaminya (saudara sepupu yang telah dijodohkan) akan ‘menyembuhkan’ si gadis, meski dilakukan di bawah paksaan.”

“Para korban mengalami trauma akibat perkosaan yang dilakukan saudara sepupunya. Mereka memilih melupakan kejadian itu dari ingatannya dan memutuskan hubungan dengan keluarganya. Inilah sebab mengapa perkosaan korektif jarang dilaporkan,” lanjut Vyjayanti.

Istilah pemerkosaan korektif konon pertama kali muncul di Afrika Selatan, di mana perkosaan korektif merajalela. Perkosaan ini merupakan inisiatif orangtua yang bertujuan meluruskan perilaku seks menyimpang anak agar sesuai dengan norma sosial.

Remaja gay juga rentan menjadi korban perkosaan korektif.

Remaja gay juga rentan menjadi korban perkosaan korektif.

Menjadi inspirasi sebuah film

Deepthi Tandaki, seorang pembuat film, menjadikan perkosaan korektif sebagai inspirasi film terbarunya, Satyavati. Film itu menceritakan tentang sebuah ‘kenyataan hidup yang mengejutkan’ di Bangalore, India.

“Saat saya melakukan riset untuk film saya, saya mendengar bahwa seorang gadis diperkosa oleh saudara sepupunya agar ia tidak lagi menyukai sesama jenis. Sementara seorang remaja gay dipaksa berhubungan intim dengan ibunya supaya ia menjadi normal,” kata Deepthi.

“Saya meminta bantuan pada sejumlah LSM yang menangani korban pemerkosaan untuk mencari tahu statistik kejadian pemerkosaan korektif. Di luar dugaan, tak satu pun LSM yang berhasil mengungkapkannya.”

perkosaan

“Banyak kejadian pemerkosaan di India yang tak dilaporkan. Itulah sebabnya saya membuat film ini. Saya tahu ini topik yang belum pernah dibicarakan dan dianggap tabu. Saya memang tak punya data tentang statistik kejadian, namun saya yakin pemerkosaan korektif benar-benar terjadi.”

Satyavati adalah sebuah film doku-drama yang menceritakan pasangan lesbian dan teman mereka yang normal. Saat seorang anggota keluarga si gadis normal datang berkunjung, ia yakin bahwa gadis itu menjalin hubungan ‘tidak normal’ dengan salah satu dari pasangan lesbian temannya. Kemudian keluarga si gadis merencanakan pemerkosaan korektif terhadap dirinya dan kedua teman lesbiannya.

“Film Satyavati telah digarap 40 persen. Dan kini saya mengalami kesulitan keuangan. Saat ini saya sedang berusaha mengumpulkan uang melalui crowdsourcing untuk menyelesaikan film ini,” pungkas Deepthi.

Cerita mitra kami
TAP on the Go Berlangsung Sukses di Yogyakarta, Dihadiri Ratusan Keluarga!
TAP on the Go Berlangsung Sukses di Yogyakarta, Dihadiri Ratusan Keluarga!
Sahur Jadi Fondasi Kuat Puasa Seharian, Energen Gelar Kajian Ramadan di Masjid Istiqlal
Sahur Jadi Fondasi Kuat Puasa Seharian, Energen Gelar Kajian Ramadan di Masjid Istiqlal
Beeme Indonesia Perkenalkan Bee Gentle Lotion, Inovasi Perawatan Kulit Harian untuk Mendukung Kesejahteraan Ibu dan Anak Indonesia
Beeme Indonesia Perkenalkan Bee Gentle Lotion, Inovasi Perawatan Kulit Harian untuk Mendukung Kesejahteraan Ibu dan Anak Indonesia
Serunya Taisho Travel Tale, Eksplor Jakarta Sambil Belajar dan Bermain!
Serunya Taisho Travel Tale, Eksplor Jakarta Sambil Belajar dan Bermain!

Parents, informasi di atas bukan untuk menakut-nakuti, tetapi agar kita dapat mengetahui apa yang terjadi di sekitar kita, dan waspada agar hal-hal buruk tidak terjadi pada anak-anak kita.

Referensi: The Times of India – Parents use ‘corrective rape’ to ‘straight’en gays, Indiearth – Deepthi Tadanki

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

jpqosinbo

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Keterlaluan, Orangtua di India Sengaja Rancang Perkosaan untuk Sembuhkan Anak Lesbian
Bagikan:
  • Benarkah Tidak Boleh Makan Nanas saat Haid? Cek Faktanya!

    Benarkah Tidak Boleh Makan Nanas saat Haid? Cek Faktanya!

  • TAP on the Go Berlangsung Sukses di Yogyakarta, Dihadiri Ratusan Keluarga!
    Cerita mitra kami

    TAP on the Go Berlangsung Sukses di Yogyakarta, Dihadiri Ratusan Keluarga!

  • Begini Syarat, Prosedur, dan Biaya Pembuatan SKCK Online

    Begini Syarat, Prosedur, dan Biaya Pembuatan SKCK Online

  • Benarkah Tidak Boleh Makan Nanas saat Haid? Cek Faktanya!

    Benarkah Tidak Boleh Makan Nanas saat Haid? Cek Faktanya!

  • TAP on the Go Berlangsung Sukses di Yogyakarta, Dihadiri Ratusan Keluarga!
    Cerita mitra kami

    TAP on the Go Berlangsung Sukses di Yogyakarta, Dihadiri Ratusan Keluarga!

  • Begini Syarat, Prosedur, dan Biaya Pembuatan SKCK Online

    Begini Syarat, Prosedur, dan Biaya Pembuatan SKCK Online

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti