TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Hati-hati, patah hati bisa menimbulkan penyakit serius!

Bacaan 4 menit
Hati-hati, patah hati bisa menimbulkan penyakit serius!

Patah hati itu ternyata penyakit betulan, Bun!

Kehilangan pasangan, kehilangan hewan peliharaan kesayangan, kehilangan pekerjaan, dan berbagai tragedi dalam hidup bisa mengakibatkan patah hati dan stres yang ekstrim. Kondisi patah hati ini ternyata bisa berpengaruh terhadap kesehatan jantung Anda. Baca faktanya di sini!

Apa itu sindrom patah hati?

Hati-hati, patah hati bisa menimbulkan penyakit serius!

Sindrom yang secara medis dikenal dengan nama takotsubo cardiomyopathy ini lebih sering terjadi pada wanita. Meskipun literatur medis mengenai sindrom ini masih jarang, namun kasusnya sudah banyak mengemuka.

Sindrom patah hati atau secara harfiah diartikan jantung yang ‘patah’, ditandai dengan ruang pompa utama, vertrikel kiri, melemah, menyebabkan rasa sakit dan sesak napas. Kondisi ini reversibel dan sementara tetapi dapat menyebabkan komplikasi yang mirip dengan apa yang terjadi setelah serangan jantung. Para ahli berpikir hal ini disebabkan oleh membanjirnya hormon (seperti adrenalin) yang dihasilkan selama situasi stres yang membuat jantung tersengat.

Lebih dari 6.200 kasus sindrom patah hati dilaporkan di Amerika Serikat pada tahun 2012. Mayoritas pasien adalah wanita. Biasanya, mereka mengetahui kejadian apa yang terjadi dalam hidup mereka (stressor) yang memicu sindrom ini.

Rasa sakit yang teramat sangat bisa memicu sindrom ini. Begitu juga asma, bertengkar hebat dengan pasangan, pesta kejutan, bahkan harus berbicara di depan umum.

Sindrom ini menyerupai serangan jantung, seperti nyeri pada dada dan sesak napas. Mual, muntah, dan jantung berdebar juga bisa terjadi. Namun Anda memerlukan diagnosis tepat dari dokter.

Sekitar 95% pasien pulih dalam waktu satu atau dua bulan. Biasanya pasien mendapatkan pengobatan yang sama dengan mereka yang mengalami gagal jantung untuk menguatkan jantung. Jika tidak terjadi komplikasi, sindrom ini tidak mematikan. Tingkat kematiannya hanya 3%.

Risiko sindrom patah hati

Namun jika pasien mengalami komplikasi, yang terjadi pada 1 dari 10 kasus, hal fatal bisa terjadi. Salah satu kasusnya adalah terjadi cardiogenic shock, di mana jantung tidak bisa memompa darah yang cukup ke seluruh tubuh.

Tidak ada aturan khusus untuk merawat pasien-pasien dengan sindrom patah hati. Diperlukan evaluasi secara individual dan pasien perlu dimonitor terus jangka panjang.

Pencegahan patah hati adalah kuncinya

Hati-hati, patah hati bisa menimbulkan penyakit serius!

Roda hidup memang selalu berputar, kadang di atas kadang di bawah. Mau tidak mau kita akan mengalami hal-hal negatif bahkan tragedi dalam hidup. Menghindari, mengelola stres dan berusaha ikhlas adalah kuncinya.

patah hati lead

Bagaimana cara untuk sembuh dari patah hati

Patah hati bisa jadi adalah pengalaman yang dialami semua orang. Patah hati berlarut-larut tentu tidak akan baik untuk diri Anda. Bagamaina Anda akan menyembuhkannya? Psychology Today memberikan beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk sembuh dari patah hati.

1. Take your time

Putus cinta dapat memicu reaksi kimia, emosi, dan fisik yang menyebabkan Anda merasa kesepian, tertekan, dan tidak berharga. Alih-alih mendorong diri Anda untuk bergerak maju dengan cepat, luangkan waktu untuk mengakui bahwa Anda sedang patah hati.

2. Anti-sosial media

Media sosial memungkinkan Anda untuk terus melihat mantan hanya dengan sentuhan jari. Penting bagi Anda untuk memahami tidak ada untungnya melihat kisah-kisah mantan Anda di Instagram atau Facebook.

4. Cobalah untuk mindfulness

Untuk mengelola sensasi, pikiran, dan perasaan yang tidak menyenangkan, cobalah berlatih pernapasan dalam, meditasi, dan aktivitas mindful lainnya.

5. Kencan dengan diri sendiri

Kencan dengan diri sendiri adalah cara untuk menjadi lebih sadar tentang bagaimana perasaan Anda, apa yang terjadi dalam pikiran Anda dan mengapa Anda beperilaku demikian. Ini juga membantu Anda mengerti kebutuhan dan keinginan Anda.

6. Ingat alasan Anda putus

Mungkin menyakitkan untuk mengingat apa yang dikatakan mantan Anda ketika segalanya berakhir, tetapi itu adalah bagian penting untuk move on. Anda harus selalu ingat, ada alasan mengapa Anda dan dia tidak lagi bersama.

7. Temukan Terapi

Cerita mitra kami
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan

Jika Anda membutuhkan bantuan tambahan, terapi bisa menjadi cara yang luar biasa untuk memberi Anda dukungan dan tenaga baru untuk membantu melepaskan.

Kesehatan mental dan kesehatan fisik Anda terhubung satu sama lain. Rawatlah keduanya untuk hidup yang lebih sehat dan lebih baik!

Referensi: WebMD

Baca juga:

Pemicu dan Cara Menghilangkan Stres Menurut Dr. Sonia Lupien

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Devi Agustina

  • Halaman Depan
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Hati-hati, patah hati bisa menimbulkan penyakit serius!
Bagikan:
  • 10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

    10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

  • Bolehkah Ibu Hamil dan Ibu Menyusui Mendonorkan Darah? Ini Syarat Wajibnya!

    Bolehkah Ibu Hamil dan Ibu Menyusui Mendonorkan Darah? Ini Syarat Wajibnya!

  • 8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

    8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

  • 10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

    10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

  • Bolehkah Ibu Hamil dan Ibu Menyusui Mendonorkan Darah? Ini Syarat Wajibnya!

    Bolehkah Ibu Hamil dan Ibu Menyusui Mendonorkan Darah? Ini Syarat Wajibnya!

  • 8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

    8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti