Pasien suspek corona melahirkan bayi secara caesar di Wuhan, China

Pasien suspek corona melahirkan bayi secara caesar di Wuhan, China

Seorang ibu yang diduga terinfeksi virus corona melahirkan dengan operasi caesar di Wuhan, China. Apakah pasien corona yang hamil berdampak pada bayinya?

Di tengah ramainya berita tentang wabah virus corona di China yang mengerikan, ada berita mengharukan dari kota Wuhan, pusat penyebaran penyakit tersebut. Seorang ibu yang merupakan pasien suspek corona telah melahirkan bayi laki-laki dibantu oleh beberapa dokter di Rumah Sakit Union Wuhan.

Dilansir dari Reuters, dokter yang melakukan operasi caesar mengatakan, kondisi ibu berusia 27 tahun itu semakin memburuk dan bayinya terlalu menekan. Pada saat yang sama, si ibu tidak bisa mendapatkan perawatan yang tepat untuk penyakitnya saat mengandung bayi.

Sseperti dilaporkan oleh televisi pemerintah setempat, sang ibu mengalami demam dan batuk tanpa henti, sehingga operasi yang dilakukan sangat berisiko bagi ibu dan bayinya.  Sementara para dokter juga menghadapi risiko infeksi virus corona.

pasien corona

Medical staff members work at the Wuhan Red Cross Hospital in Wuhan on Jan 25, 2020. (Photo: AFP/Hector Retamal)

Dokter yang melakukan operasi, Zhao Yin, wakil direktur di departemen kebidanan dan ginekologi di Rumah Sakit Union Wuhan, mengenakan dua jas pelindung, masker wajah dan kacamata selama operasi satu jam.

Artikel terkait: Wabah virus Corona diduga sudah sampai Bandung, 19 kota diimbau waspada

“Saya hampir tidak bisa melihat atau mendengar apa pun,” kata Zhao kepada televisi pemerintah. “Dan aku basah oleh keringat.”

Sang ibu, diidentifikasi bernama Xiaoyan, hamil 37 minggu ketika dia dicurigai terinfeksi oleh coronavirus pada awal Januari. Infeksinya belum dikonfirmasi.

Bayi dengan berat badan 3,1 kg itu dipulangkan secepat mungkin untuk menghindari bahaya terkena virus di rumah sakit, kata televisi pemerintah setempat.

“Saya hanya ingin bayi saya sehat,” kata Xiaoyan kepada televisi pemerintah.

Tentang virus corona yang mewabah di Cina

suspect virus corona

Virus corona mulai mewabah di Wuhan, China, pada Desember 2019 lalu. Para pejabat negara mengatakan virus corona mungkin berasal dari hewan liar yang dijual di Pasar Makanan Laut Huanan (Huanan Seafood Market) yang terletak di pusat kota Wuhan.

Virus ini telah menewaskan 106 orang dan menginfeksi lebih dari 4.500 orang di seluruh Cina. Ini belum termasuk pasien suspek corona yang jumlahnya tenu lebih besar.

Dari China, virus ini tercatat telah menyebar tak hanya ke wilayah otonomi seperti Hong Kong dan Macau, tapi juga ke beberapa negara sejauh ini. Termasuk Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat (AS), Singapura hingga Thailand.

Artikel terkait: Pasien di Jakarta diduga terjangkit virus corona, Menkes: “Masyarakat harus waspada”

Menurut peneliti, virus corona merupakan virus yang menginfeksi hewan. Namun, seiring berjalan waktu, virusnya berevolusi dan bisa menular ke manusia

Virus corona mempunyai gejala mirip dengan flu biasa. Gejala lainnya pilek, batuk, sakit tenggorokan, sakit kepala dan demam. Bagi orang yang sistem kekebalan tubuhnya sedang lemah, misalnya orang tua dan anak-anak, virus ini bisa menyebabkan penyakit saluran pernapasan yang lebih serius. Mulai dari pneumonia sampai bronkitis.

Ibu hamil cenderung lebih rentan terkena virus corona

asam lambung pada ibu hamil

Mengutip dari laman New York Times (27/01), seorang Spesialis Penyakit Menular di Klinik Cleveland Dr. Steven Gordon, MD mengatakan jika ibu hamil secara sistem kekebalan tubuh menurun yang membuatnya lebih rentan terhadap segala jenis virus termasuk virus corona.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan pada Juni 2019 dalam Journal of Infectious Disease, ibu hamil, hampir 3,5 kali lebih rentan terkena sakit flu daripada yang tidak hamil.

“Masuk akal jika wanita hamil berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi dari virus ini daripada yang tidak hamil. Tetapi Anda juga harus ingat bahwa risiko Anda secara umum untuk terkena penyakit ini sangat rendah,” imbuh Steven.

Jika pasien suspek corona hamil, apa dampaknya bagi bayi?

ibu hamil delapan bulan

Virus corona diduga bisa menular melalui kontak fisik dan udara. Lantas, bagaimana dengan ibu hamil. Apakah juga memengaruhi perkembangan janin dan menimbulkan masalah kesehatan berat pada ibu dan janin?

Dikutip dari Hello Sehat, infeksi beberapa jenis virus memang diketahui dapat memengaruhi perkembangan janin dan menimbulkan masalah kesehatan berat pada ibu yang sedang mengandung.

Selain sang ibu, bayinya pun berisiko mengalami gangguan kesehatan bahkan kelahiran prematur. Lantas, apakah jenis coronavirus yang belakangan menggemparkan dunia juga menimbulkan dampak yang sama?

Virus corona penyebab SARS dan MERS kemungkinan besar berpengaruh terhadap kesehatan ibu hamil. Akan tetapi, dampak wabah novel coronavirus di China terhadap kesehatan ibu hamil belum sepenuhnya diketahui.

Mari semua lebih waspada terhadap virus ini. Dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat dan memakai masker saat keluar rumah.

Sumber: reuters, hellosehat

Baca juga: 

Hati-hati! Virus korona dari Wuhan kian menyebar, ini langkah pencegahan yang perlu dilakukan

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner