Parenting Lumba-Lumba – Pola Asuh Anak yang Membangun Sikap Positif

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Pola asuh bagaimana yang dapat menghantarkan anak kepada kesuksesan dan kebahagiaan? Parenting macan atau parenting lumba-lumba?

Apakah bersikap galak dan marah bukan parenting yang baik?

Apakah bersikap galak dan marah bukan parenting yang baik?

Anak-anak suka dengan binatang lumba-lumba yang ceria dan menyenangkan daripada macan yang lebih banyak mengaum marah. Tapi saat ini kita bukan hendak membahas binatang, melainkan gaya pola asuh atau parenting yang diidentikkan dengan binatang yang disebutkan tadi.

Parenting lumba-lumba vs parenting macan

Shawn Achor, seorang yang yang mengajar di Wharton School of Business, percaya bahwa orangtua yang mencontoh lumba-lumba dalam cara binatang itu bersosialisasi dan bermain dapat membangun nilai-nilai postif dalam diri anak dibandingkan orangtua yang mencontoh macan yang selalu memberikan rasa penuh ketakutan dan kritikan.

Seorang peneliti mengenai kebahagiaan, menyatakan bahwa orangtua sebaiknya mencontoh binatang lumba-lumba yang menyenangkan. Hal ini berbanding terbalik dengan nilai-nilai dan tehnik parenting yang digambarkan oleh Amy Chua, dalam bukunya, Battle Hymn of the Tiger Mom, seorang yang mendukung untuk mendidik anak dengan keras, tidak boleh menonton televisi dan hal-hal lain yang tidak masuk akal dalam mendidik anak.

Sesungguhnya hal yang disebut di atas, bukanlah hal yang baru. Pola asuh atau parenting macan, serupa dengan cara mendidik dengan tangan besi yang telah banyak dilakukan oleh banyak orangtua dahulu. Dan kemungkinan besar orangtua yang sekarang juga melakukan hal yang sama, karena mereka mencontoh dari yang dialaminya dahulu dan orangtua yang sekarang juga merupakan hasil dari parenting macan oleh orangtua mereka.

Baca di halaman berikut mengenai hal-hal penting dalam parenting lumba-lumba...

Dapatkan Infomasi Terbaru dan Hadiah Menarik Khusus Member

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Better Parenting