Pahami Tic, Gerakan Berulang pada Wajah atau Tubuh Anak

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Pernahkah kita memperhatikan gerakan berulang yang kerap dilakukan anak? Gerakan mengedipkan mata berulang kali tanpa sebab merupakan gejala tic pada anak.

Bila si kecil sering mengedip-ngedipkan mata secara refleks, itulah gejala tic.

Bila si kecil sering mengedip-ngedipkan mata secara refleks, itulah gejala tic.

Pernahkah Bunda memperhatikan gerakan berulang yang kerap dilakukan anak? Misalnya kerap mengedip-kedipkan mata, memonyong-monyongkan bibir tanpa sebab? Tahukah Parents bahwa gerakan tersebut merupakan gejala tic?

Tidak ada yang tahu pasti penyebab munculnya tic pada anak. Kemunculannya bisa saja disebabkan oleh faktor psikologis, bisa juga akibat prilaku imitatif akibat sering melihat contoh yang ada di sekitarnya.

Ada juga dugaan bahwa prilaku ini muncul akibat ada bagian otak yang terganggu, terutama di daerah ganglia basalis, namun gangguan ini tidak bisa dideteksi dengan alat yang paling canggih sekalipun.

Tic ini kerap menyerang anak laki-laki yang berusia antara 5-10 tahun, dan biasanya muncul sebagai gerakan pada otot-otot wajah yang berlangsung lebih dari seminggu.

Ada dua macam Tic:

1.Tic simpel

Tic ini terbatas pada sebagian otot wajah dan sebagian kecil anggota tubuh yang lain. Gerakan berulang yang terjadi biasanya berupa :

Mengedip, mengangkat bahu, menyentak kepala, memonyongkan bibir, gerakan mata melirik, mengeluarkan lidah, mengangkat hidung, menggesekkan kuku dan melipat jari-jari.





Pra Sekolah Praremaja Usia Sekolah