TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Mengenal Obat Remdesivir, Antivirus yang Bantu Terapi COVID-19

Bacaan 4 menit
Mengenal Obat Remdesivir, Antivirus yang Bantu Terapi COVID-19

Remdesivir merupakan salah satu obat Covid-19 yang hanya bisa digunakan di rumah sakit.

Obat Remdesivir (Veklury®, Covifor®, Desrem®, Jubi-R®) pertama kali muncul di tahun 2016 dan digunakan sebagai obat untuk penyakit Ebola.

Obat ini memiliki spektrum antivirus yang luas dan efektif untuk keluarga virus Arenaviridae, Flaviviridae, Filoviridae, Paramyxoviridae, Pneumoviridae, dan Coronaviridae.

Aktivitas terhadap keluarga virus Coronaviridae pertama kali ditunjukkan pada tahun 2017, mendorong penggunaannya dalam mengatasi penyakit COVID-19.

Pada tanggal 1 Mei 2020, remdesivir mendapatkan izin penggunaan darurat (emergency use authorization/EUA) dari Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat sebagai obat terapi COVID-19, Dan pada tanggal 22 Oktober 2020, obat ini resmi mendapatkan izin penuh untuk membantu individu yang terpapar virus Corona. .

Cara Kerja dan Manfaat Obat Remdesivir

Obat Remdesivir

Remdesivir merupakan analog adenosin trifosfat yang menyasar enzim RNA-dependent RNA polymerase (RdRp) dari virus RNA. Enzim ini sangat dibutuhkan virus untuk memperbanyak diri. Di dalam tubuh, remdesivir akan diubah menjadi bentuk aktif remdesivir triphosphate yang nantinya akan berikatan dengan enzim RdRp sehingga fungsinya terhambat dan virus tidak bisa berkembang biak.

Hasil studi awal yang dimuat dalam The New England Journal of Medicine menunjukkan bahwa remdesivir memperpendek waktu pemulihan penderita COVID-19 dari rata-rata 15 hari menjadi 11 hari.

Obat ini adalah obat terapi COVID-19 yang bisa digunakan pada ibu hamil namun tidak pada ibu menyusui. Ini disebabkan karena memang belum ada data atau penelitian yang lebih lanjut terkait  keamanannya pada kelompok ibu menyusui. 

Dosis Obat Remdesivir

Obat Remdesivir

Remdesivir dipasarkan sebagai obat keras. Artinya, obat ini hanya bisa diperoleh dengan resep dokter serta digunakan untuk penderita COVID-19 yang memerlukan rawat inap di rumah sakit.

Remdesivir tersedia dalam dua bentuk sediaan untuk pemberian melalui selang infus, yakni larutan terkonsentrasi dan lyophilized powder (bubuk). Setiap bentuk sediaan memiliki rekomendasi yang berbeda terkait penyimpanan, persiapan sebelum diberikan, dan cara pemberian. 

Bentuk larutan yang terkonsentrasi hanya boleh digunakan untuk pasien dewasa dan anak dengan berat badan ≥40 kg, sementara bentuk lyophilized powder dapat digunakan untuk pasien dewasa dan anak dengan berat badan ≥3,5 kg.

Idealnya, obat mulai diberikan dalam waktu 72 jam setelah terkonfirmasi positif untuk COVID-19. Dosis obat yang digunakan adalah sebagai berikut: 

  • Dosis dewasa: 1 x 200 mg di hari pertama, dan 1 x 100 mg di hari berikutnya.
  • Dosis bayi, anak dan remaja: 
    • 3,5 – <40 kg: 1 x 5 mg/kg/dosis di hari pertama, dan 1 x 2.5 mg/kg di hari berikutnya.
    • ≥40 kg: 1 x 200 mg di hari pertama, dan 1 x 100 mg di hari berikutnya.

Pada pasien yang tidak memerlukan ventilasi mekanik (bantuan pernafasan) atau extracorporeal membrane oxygenation (ECMO), durasi pengobatan adalah 5 hari atau hingga diizinkan pulang dari rumah sakit, tergantung mana yang tercapai lebih dulu. 

Bila pasien tidak membaik atau membutuhkan bantuan pernafasan khusus, durasi pengobatan dapat diperpanjang hingga 10 hari.

Kontraindikasi dan Peringatan Sebelum Menggunakan Remdesivir

Obat Remdesivir

Remdesivir tidak boleh digunakan pada kasus alergi atau memiliki reaksi hipersensitivitas terhadap obat ini. Penggunaannya juga perlu berhati-hati pada pasien dengan gangguan ginjal dan hati. Selalu beritahukan dokter bila sedang menggunakan obat-obatan atau suplemen tertentu karena dapat berinteraksi dengan redemsivir. 

Interaksi Obat Lain dengan Remdesivir

Efek remdesivir diketahui menurun bila dikonsumsi bersamaan dengan obat malaria hydroxychloroquine atau chloroquine. Efek yang sama juga didapat bila mengonsumsi remdesivir bersamaan dengan obat-obatan yang menginduksi enzim CYP3A4.

Efek Samping Obat Remdesivir

Mengenal Obat Remdesivir, Antivirus yang Bantu Terapi COVID-19

Meski jarang, remdesivir berpotensi menimbulkan efek samping yang tergolong fatal, seperti:

  • Bradikardia (detak jantung melambat) berat. Ini karena metabolit aktif remdesivir dapat memperlambat aliran listrik jantung.
  • Gangguan fungsi hati ringan hingga sedang (derajat 1-2), ditandai dengan  peningkatan kadar SGOT dan SGPT di dalam darah. Gangguan ini bersifat reversibel. 
  • Reaksi alergi atau hipersensitivitas berat, yang ditandai dengan sesak nafas, demam, hipotensi, menggigil, nafas berbunyi ‘ngik’, bengkak pada bibir, denyut jantung cepat. 

Efek samping lainnya dapat berupa ruam kulit, mual, waktu pembekuan darah yang memanjang, dan kejang.

Untuk meminimalkan efek samping, sebelum dan selama pengobatan dengan remdesivir biasanya dilakukan pemeriksaan laju jantung serta fungsi hati dan ginjal.

Baca Juga:

Vaksin COVID-19 Memengaruhi Kesuburan? Berikut Faktanya

Sering Dicari Saat Pandemi COVID-19, Ini Manfaat & Efek Samping Obat Favipiravir

Cerita mitra kami
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Pediatric Emergency Mayapada Hospital Siaga 24 Jam Tangani Kondisi Gawat Darurat Anak
Pediatric Emergency Mayapada Hospital Siaga 24 Jam Tangani Kondisi Gawat Darurat Anak

Perbedaan Pneumonia COVID-19 dan Pneumonia pada Umumnya

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

dr. Fiona Amelia, MPH

Diedit oleh:

Adisty Titania

  • Halaman Depan
  • /
  • TAPpedia
  • /
  • Mengenal Obat Remdesivir, Antivirus yang Bantu Terapi COVID-19
Bagikan:
  • 8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

    8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

  • Cara Memijat Payudara agar Cepat Membesar yang Aman Dilakukan

    Cara Memijat Payudara agar Cepat Membesar yang Aman Dilakukan

  • Apakah Bisa Hamil Jika Sperma Tidak Keluar di Dalam? Ini Penjelasannya!

    Apakah Bisa Hamil Jika Sperma Tidak Keluar di Dalam? Ini Penjelasannya!

Author Image

dr. Fiona Amelia, MPH

Medical Writer dengan pengalaman di dunia kesehatan digital selama 5 tahun terakhir. Dokter sekaligus ibu dari 2 putra ini memiliki passion yang kuat di dalam dunia parenting serta edukasi seputar kesehatan ibu dan anak. Menyukai travelling dan olahraga, khususnya bulutangkis dan bersepeda. Untuk kontak, email di [email protected] atau DM Instagram @amelifio.
  • 8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

    8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

  • Cara Memijat Payudara agar Cepat Membesar yang Aman Dilakukan

    Cara Memijat Payudara agar Cepat Membesar yang Aman Dilakukan

  • Apakah Bisa Hamil Jika Sperma Tidak Keluar di Dalam? Ini Penjelasannya!

    Apakah Bisa Hamil Jika Sperma Tidak Keluar di Dalam? Ini Penjelasannya!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti