TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Ramadan MomTAP
  • Event
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Ramadan MomTAPRamadan MomTAP
  • EventEvent
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Sering Dicari Saat Pandemi COVID-19, Ini Manfaat & Efek Samping Obat Favipiravir

Bacaan 4 menit
Sering Dicari Saat Pandemi COVID-19, Ini Manfaat & Efek Samping Obat Favipiravir

Favipiravir adalah obat antivirus yang kini dipakai untuk mengatasi virus penyebab Covid-19.

Obat Favipiravir (Avigan®, Avicov®, Favilow®) dikenal sebagai obat antivirus untuk penyakit Covid-19. Obat ini banyak dicari dan menjadi primadona di masa pandemi.

Obat yang ditemukan oleh perusahaan Toyama Chemical Co., Ltd. di Jepang ini pada awalnya ditujukan sebagai obat untuk mengatasi kasus influenza A dan B yang tidak respon dengan obat-obatan konvensional. Akan tetapi, hasil uji di banyak negara menemukan bahwa favipiravir cukup efektif untuk mengatasi flu burung dan infeksi virus RNA lainnya seperti arenavirus, bunyavirus, filovirus, virus Ebola, virus Lassa dan yang terkini, SARS-CoV2 penyebab Covid-19.

Cara Kerja dan Manfaat Obat Favipiravir

Obat Favipiravir

Favipiravir bekerja dengan cara menghambat enzim RNA-dependent RNA polymerase (RdRp) virus. Enzim ini diperlukan virus untuk mereplikasi diri (berkembang biak). Ketika favipiravir berikatan dengan enzim RdRp, maka virus tidak bisa berkembang biak. Keberadaan enzim RdRp ini diperkirakan sama untuk jenis virus RNA lainnya. Ini salah satu sebab mengapa favipiravir memiliki spektrum pengobatan yang luas.

Sebagai terapi untuk Covid-19, penggunaan favipiravir sebetulnya masih bersifat off-label use, yakni belum mendapat persetujuan resmi dari lembaga berwenang. Namun, bila ada bukti-bukti ilmiah tentang data efikasi dan keamanan yang menunjang serta didukung oleh konsensus para ahli atau pedoman praktik perhimpunan profesi setempat, obat bisa digunakan.

Pada kasus Covid-19, penggunaan favipiravir terbukti mempercepat hilangnya virus dalam waktu 7 hari dan memperbaiki gejala dalam waktu 14 hari. Khususnya, untuk pasien dengan penyakit ringan hingga sedang.

Dosis Obat Favipiravir

Obat Favipiravir

Favipiravir dipasarkan sebagai obat keras sehingga hanya bisa diperoleh dengan resep dokter. Selain itu, obat ini hanya bisa didapat bila seorang individu telah terkonfirmasi positif Covid-19 melalui pemeriksaan usap hidung dan tenggorok (swab nasofaring).

Favipiravir tersedia dalam bentuk tablet. Dosis untuk orang dewasa, yakni:

  • 2 x 1.600 mg di hari pertama
  • 2 x 600 mg di hari kedua sampai kelima

Penggunaan favipiravir pada anak bersifat terbatas dan bersifat individual.

Kontraindikasi dan Peringatan Sebelum Menggunakan Favipiravir

Obat Favipiravir

Hal-hal berikut merupakan kontraindikasi penggunaan favipiravir:

  • Kehamilan. Favipiravir diketahui bersifat teratogenik, yakni dapat menyebabkan kelainan bawaan pada janin. Oleh sebab itu, penggunaannya harus dihindari pada wanita hamil yang terkonfirmasi Covid-19. Individu yang berpotensi hamil harus menggunakan kontrasepsi selama mengonsumsi favipiravir dan selama 1 minggu setelah dosis terakhir. 
  • Ibu menyusui. Hingga kini, belum diketahui apakah favipiravir keluar di dalam air susu ibu (ASI) karena ibu menyusui tidak dimasukkan sebagai subjek uji klinis obat. Berdasarkan data dari studi pada hewan, proses menyusui dilarang selama ibu menjalani terapi favipiravir.
  • Memiliki riwayat alergi atau reaksi hipersensitivitas terhadap favipiravir.
  • Mengalami gangguan fungsi ginjal dan hati yang berat.

Penggunaan favipiravir perlu hati-hati pada individu dengan gangguan fungsi ginjal dan hati ringan-sedang serta yang memiliki riwayat artritis gout (pirai) dan hiperurisemia (peningkatan kadar asam urat di dalam darah).

Interaksi Obat Lain dengan Favipiravir

Sering Dicari Saat Pandemi COVID-19, Ini Manfaat & Efek Samping Obat Favipiravir

Sampai saat ini, favipiravir diketahui berinteraksi dengan beberapa obat berikut:

  • Vaksinasi influenza (vaksin hidup atau dilemahkan). Favipiravir dapat menghilangkan efek vaksin influenza. Oleh sebab itu, hindari penggunaannya 48 jam sebelum hingga 2 minggu setelah pemberian vaksin influenza.
  • Pyrazinamide. Favipiravir dapat memperkuat efek samping obat yang kerap digunakan untuk mengatasi infeksi tuberkulosis ini. Efek samping hiperurisemia juga dapat semakin meningkat.
  • Repaglinide. Favipiravir dapat meningkatkan kadar obat diabetes ini di dalam darah.
  • Paracetamol. Ada laporan bahwa favipiravir memperpanjang efek obat ini di dalam darah. Oleh sebab itu, selama mengonsumsi favipiravir dianjurkan untuk membatasi konsumsi paracetamol tidak lebih dari 3.000 mg per hari (6 tablet).

Efek Samping Obat Favipiravir

Sering Dicari Saat Pandemi COVID-19, Ini Manfaat & Efek Samping Obat Favipiravir

Efek samping tersering dari favipiravir adalah:

  • Hiperurisemia 
  • Artritis gout akut
  • Gangguan fungsi hati
  • Nyeri dada
  • Penurunan nafsu makan
  • Diare, mual dan muntah
  • Penurunan neutrofil

Oleh sebab itu, dianjurkan untuk memeriksa kadar asam urat, fungsi hati dan ginjal sebelum mulai mengonsumsi obat ini.

Di beberapa negara termasuk Indonesia, favipiravir telah memperoleh izin penggunaan sebagai obat untuk mengatasi Covid-19. Obat ini terbukti bermanfaat untuk mempercepat hilangnya virus penyebab Covid-19 pada kasus yang ringan hingga sedang. Saat ini, uji-uji klinis favipiravir di berbagai belahan dunia masih terus berjalan untuk mengonfirmasi efikasi, keamanan, dan efeknya dalam pengobatan Covid-19.

 

 

Baca Juga:

Vaksin COVID-19 Memengaruhi Kesuburan? Berikut Faktanya

Jadi Obat Pasien COVID-19, Pahami Kegunaan dan Efek Samping Obat Tocilizumab

Obat Cetirizine – Manfaat, Dosis, dan Efek Samping

Cerita mitra kami
Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!
Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital

 

 

 

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

dr. Fiona Amelia, MPH

  • Halaman Depan
  • /
  • TAPpedia
  • /
  • Sering Dicari Saat Pandemi COVID-19, Ini Manfaat & Efek Samping Obat Favipiravir
Bagikan:
  • Cara Mengatasi Anak Demam di Malam Hari, Parents Perlu Tahu!

    Cara Mengatasi Anak Demam di Malam Hari, Parents Perlu Tahu!

  • Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!
    Cerita mitra kami

    Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!

  • 7 Penyebab Pria Ereksi, Tak Melulu karena Rangsangan Seksual

    7 Penyebab Pria Ereksi, Tak Melulu karena Rangsangan Seksual

Author Image

dr. Fiona Amelia, MPH

Medical Writer dengan pengalaman di dunia kesehatan digital selama 5 tahun terakhir. Dokter sekaligus ibu dari 2 putra ini memiliki passion yang kuat di dalam dunia parenting serta edukasi seputar kesehatan ibu dan anak. Menyukai travelling dan olahraga, khususnya bulutangkis dan bersepeda. Untuk kontak, email di [email protected] atau DM Instagram @amelifio.
  • Cara Mengatasi Anak Demam di Malam Hari, Parents Perlu Tahu!

    Cara Mengatasi Anak Demam di Malam Hari, Parents Perlu Tahu!

  • Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!
    Cerita mitra kami

    Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!

  • 7 Penyebab Pria Ereksi, Tak Melulu karena Rangsangan Seksual

    7 Penyebab Pria Ereksi, Tak Melulu karena Rangsangan Seksual

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti