7 Mitos dan Kebiasaan Salah Dalam Merawat Bayi

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Bunda, yuk hindari kesalahan dalam merawat bayi. Simak bahasan tentang kopi, teh, bedak sampai penggunaan gurita di artikel ini.

Bunda pasti sering mendapat saran merawat bayi dari keluarga dan orang-orang terdekat, mulai dari saran yang hampir masuk akal sampai yang sepenuhnya konyol. Kadang saran itu juga membuat Bunda bertanya-tanya, “Masak sih? Kok begitu?”

Daripada jadi salah kaprah nantinya, simak dulu beberapa ulasan tentang mitos dan kebiasaan salah dalam merawat bayi berikut ini.

Beda budaya, beda cara merawat bayi

Kadang kebiasaan merawat bayi berbeda antar budaya.

Sebagai contoh, pada masyarakat tradisional yang tinggal di hutan tropis, meletakkan bayi di bawah adalah hal yang berbahaya. Bayi akan digendong terus menerus, yang menyebabkan perkembangan motorik bayi cenderung terhambat.

Sebaliknya, bayi yang dibesarkan di daerah pesisir akan lebih cepat bisa merangkak dan jalan. Hal ini disebabkan karena masyarakatnya mempunyai kebiasaan menggali lubang kecil di tanah/pasir untuk membantu bayi duduk dan beraktivitas sendiri.

Lantas pada masyarakat modern, ada baiknya Bunda memahami mitos/kebiasaan yang buruk dalam merawat anak. Apa saja? Baca selengkapnya di halaman selanjutnya.

1. Memberi kopi agar jantung bayi kuat

Dalam beberapa tradisi masyarakat kita, tak jarang ada saran untuk memberikan kopi pada bayi agar jantungnya kuat. Alasan lainnya agar tidak step ketika demam.

Kebiasaan merawat bayi dari generasi ke generasi ini tidak dapat dibuktikan secara ilmiah. Sebaliknya, kopi justru memberi dampak negatif pada bayi.

Kafein pada kopi dapat mempengaruhi sistem saraf pusat, meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah. Efeknya membuat bayi mudah marah, gelisah, gugup, dan tidurnya pun bermasalah.

“Tapi kan dikasinya cuma sedikit, satu sendok teh saja,” pikir Bunda.

Bunda, yang perlu dipahami adalah tubuh bayi belum bisa mencerna kafein, sehingga kopi akan terakumulasi di dalam sistem tubuhnya.

Kopi yang ‘sedikit’ itu akan menumpuk kafein dalam tubuh bayi bunda, sehingga bisa saja menimbulkan permasalahan pertumbuhan lainnya.

2. Teh sebagai minuman selingan

Tidak ada alasan jelas kenapa banyak orangtua memberikan teh pada anak atau bahkan bayi mereka. Mungkin karena teh gampang didapat dan murah sebagai sajian untuk memenuhi rasa haus anak.

Akan tetapi perlu Bunda ketahui, selain persoalan kafein, teh juga mengandung tannin yang dapat menghambat penyerapan mineral-mineral penting dari makanan, seperti zat besi, kalsium dan zinc.

Mineral-mineral ini sangat dibutuhkan tubuh bayi untuk membentuk sistem kekebalan tubuh dan pencernaan yang baik. Selain itu, kekurangan zat besi atau  iron deficiency anaemia, dapat menyebabkan sindrom gagal pertumbuhan pada anak.

3. Gurita bayi agar perut tidak kembung dan pusar tidak bodong

Ini salah satu kebiasaan merawat bayi yang sebaiknya ditinggalkan.

Pasalnya, gurita yang dililit dan dibebat pada perut bayi justru berbahaya. Bayi yang baru lahir masih membiasakan diri bernafas dengan paru-paru. Perut dan otot bayi yang masih lemah harus bisa leluasa membantu paru-paru memompa udara.

Selain itu juga tidak ada kaitannya antara pusar bodong dengan pemakaian gurita. Justru ketika tali pusar yang masih menggantung ditutup gurita, akan memperlambat proses pengeringannya dan akan lebih lama terlepas dari pusar bayi.

Sama halnya dengan bedong bayi, bedong yang terlalu kencang juga tidak baik bagi bayi. Baca ulasannya di sini.

Dapatkan info Terkini Seputar Dunia Parenting

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Bayi 6-12 bulan Bayi baru lahir