5 Hal penting tentang menstruasi pertama anak, Parents wajib tahu!

lead image

Tahukah Bunda bahwa ada beberapa hal yang perlu dilakukan sebelum menstruasi pertama anak?

Memasuki usia pra remaja, anak perlu didampingi.  Pubertas adalah masa saat anak-anak akan mengalami banyak perubahan. Tidak hanya perubahan fisik, tapi juga perubahan emosi. Salah satu hal yang perlu diperhatikan jika Bunda memiliki anak perempuan, tentu saja mendampingan sebelum menstruasi anak dimulai.

Seperti yang dijelaskan oleh Elizabeth Santosa M.Psi, Psi ACC., Psikolog Ahli di Bidang Perempuan, membuka percakapan dengan mengajak anak diskusi secara terbuka mengenai masalah menstruasi ini sangat penting.

Hal ini tidak terlepas karena saat menstruasi anak dimulai, tandanya seorang anak perempuan mulai memasuki tahapan hidupanya yang lebih matang. Maka, informasi tepat mengenai perubahan dalam tubuhnya, termasuk perubahan emosi yang akan ia rasakan sangat dibutuhkan.

Ini untuk itulah, psikolog yang kerap disapa Lizy ini mengatakan kalau membicarakan masalah menstruasi merupakan gerbang kebersamaan dan kedekatan Bunda dan anak.

Bahkan katanya, kalau sudah berhasil mengajak diskusi secara terbuka soal menstruasi, maka Bunda sudah membuka gerbang agar anak lebih terbuka membicarakan fase penting dan sensitif  dalam kehidupannya. Termasuk permasalahan yang akan ia hadapi saat sudah menikah.

“Sebagai  ibu, kita yang harus memulai interaksi lebih dulu. Jangan berharap anak Anda yang memulai. Harus kita yang memancing dengan pertanyaan menarik. Untuk itu kita perlu mengubah sudut pandang, perhatikan hal apa saja yang bisa menarik perhatian anak,” ujarnya.

menstruasi anak

Memasuki menstruasi anak ada beberapa hal penting yang perlu Bunda lakukan, mengenai perubahan emosinya:

  1. Memiliki ekspektasi realistis

Terkadang sebagai orangtua sering menganggap anak polos, karena sudah memberikan value yang baik.

Menganggap anak kita baik-baik saja dan tidak mudah terpengaruh lingkungan dan pergaulan yang negatif, pemikiran ini perlu diubah. Mengapa? Karena pada kenyataannya anak pun bisa ‘jatuh’ dan masuk ke pergaulan salah. “Jangan berpikir anak kita itu the best, dan nggak mungkin melakukan kesalahan,” ujar Lizzy.

  1. Jadi pendengar yang baik

Tanpa disadari saat anak sudah mulai membuka percakapan atau bertanya sesuatu, kita justru lebih banyak memberikan nasihat yang begitu panjang, tanpa memedulikan dan mengingat kalau anak justru membutuhkan teman untuk mendengar keluh kesahnya.

  1. Tidak perlu ungkit kesalahan

Memang, orangtua selalu bisa memaafkan kesalahan anaknya. Sayangnya, orangtua sering lupa dengan mengungkit kesalahan anak di masa lalu. Apa yang terjadi hari ini, tidak perlu diulang dan dibahas terus menerus. Fokus pada hari saja.

  1. Menyeimbangkan tingkat individulitas dan kedekatan

“Dekat dengan anak baik, tapi terlalu dekat juga jangan. Dalam artian, ketika sudah beranjak dewasa, dunia anak hanya seputar mamanya. That’s not healthy, jadi memang perlu keseimbangan. Anak butuh bersosialisasi. Orangtua perlu belajar melepas anak menjadi seorang individu yang mandiri,” papar Lizzy.

  1. Memberikan batasan pada anak

Banyak orangtua yang ingin terlihat jadi ibu yang asyik untuk anaknya. Sayangnya hal ini membuat orangtua lupa untuk memberikan batasan pada anak. “Kita memang tidak ingin menjadi ibu yang menyebalkan, sehingga memberikan kebebasan. Tapi tetap saja harus ada batasan dan mengajarkan anak untuk bisa bertanggung jawab dengan apa yang mereka lakukan.”

Artikel terkait : Cara jitu menjawab pertanyaan anak tentang haid

Setelah mengetahui langkah-langkah apa saja yang perlu dilakukan sebelum menstruasi anak, pertanyaan selanjutnya kapan waktu yang tepat untuk memberikan informasi mengenai menstruasi ini?

“Membuka percakapan dan mengajak anak perempuan berdiskusi mengenai menstruasi perlu dilakukan jauh sebelum anak mengalami  menstruasi. Setidaknya sejak anak usia 8 tahun sudah bisa dimulai, tapi bukan berati  harus panjang lebar. Harus bertahap dan pelan-pelan sehingga anak bisa nyaman. Obrolan ini pun perlu dilakukan secara berulang-ulang, tidak hanya sekali lalu berhenti,” terang Lizy lagi.

Jadi bagaimana Bunda sudah tahu langkah apa saja yang perlu dilakukan sebelum menstruasi anak, ya?

 

Baca juga :

Parents, ini kiat jitu hadapi haid pertama anak menurut dokter ahli

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Adroid.

Written by

Adisty Titania