TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

“Aku Terpaksa Berhenti Bekerja dan Menjadi Seorang Ibu Rumah Tangga...”

Bacaan 4 menit
“Aku Terpaksa Berhenti Bekerja dan Menjadi Seorang Ibu Rumah Tangga...”

“Perih rasanya. Tapi percaya tidak percaya Allah seperti membuka pintu hati dan pikiranku...”

Kerja… kerja… uang… uang… Hampir separuh hidup kuhabiskan dengan bekerja. Lulus SMA tahun 2002 langsung bekerja, menikah pada 2011, melahirkan anak pertama pada 2012. Inilah kisahku menjadi seorang ibu rumah tangga. 

Berhenti Bekerja dan Menjadi Seorang Ibu Rumah Tangga

Selama 2 bulan cuti melahirkan langsung bekerja kembali. Untungnya, ada yang membantu mengurus anak dan rumah.

Pergi pagi, pulang malam. Pulang ke rumah semua sudah terkendali. Rumah bersih,makanan sudah tersedia, anak pun sudah terurus. Betapa nikmatnya…

Tahun 2016 anak kedua lahir. Selama 2 bulan cuti melahirkan, setelah itu lanjut kerja kembali. Tetap sama kondisinya ada yang membantu mengurus anak dan rumah. Situasi selalu terkendali.

Aku selalu berfikir dan merasa bahwa aku tetap bertanggung jawab. Dengan membayar orang yang menggantikan dan membantuku. Hubunganku dengan suami juga tetap berjalan harmonis.

Masalah keuangan juga sudah ada pembagian tugas masing-masing. Suami yang mengurus kebutuhan seperti pempers dan susu, tagihan-tagihan listrik dan cicilan. Sedangkan aku yang memenuhi untuk kebutuhan makan dan baju.

Hubunganku dengan anak-anak pun terbilang dekat. Setiap libur pasti aku habiskan hanya untuk mereka.

Artikel Terkait : Ibu rumah tangga atau ibu yang bekerja, sudahkah Anda bahagia? Baca faktanya!

Pandemi Corona Mengubah Segalanya

Aku Terpaksa Berhenti Bekerja dan Menjadi Seorang Ibu Rumah Tangga...

“Saat pandemi, aku terkena PHK, suami mengalami pemotongan gaji…”

Akhirnya saat itu datang, sesuatu yang sangat mengguncang seluruh hidupku. Tahun 2020 terjadi pandemi COVID-19. Aku terkena PHK, suami pun terkena pemotongan gaji.

Mencari pekerjaan baru sangat tidak mungkin, mengingat usiaku sekarang. Dengan terpaksa aku berhenti bekerja.

Suami berkata “Udah ga apa-apa kamu dirumah aja ngurus anak, Allah pasti akan memberikan rezeki untuk keluarga kita,” tuturnya.

Ok aku berusaha untuk mencoba menerima kondisi ini. Hal-hal yang jarang aku lakukan selama ini dengan menjadi Ibu Rumah Tangga alias menjadi emak-emak.

Minggu pertama terkadang suka menangis. Ketika harus mencuci baju, menyetrika, dan terparah adalah mengurus 2 orang putri.

“Ya Allah….ternyata begini rasanya…”

Menjadi seorang ibu rumah tangga

“Aku merasa salut pada para ibu di luar sana…”

Aku beri 2 bahkan 4 jempol aku berikan untuk ibu-ibu di luar sana yang bisa mengurus rumah dan anak sendiri, bahkan sampai punya 3 atau 4 anak. Belum lagi aku yang sama sekali ga bisa masak.

Ya Allah…inikah rasanya….

Biasa pegang uang sendiri.. sekarang menunggu transferan suami yang harus berbagi semuanya yang hanya menyisakan sedikit untuknya.

Sekarang harus pintar-pintar mengelola keuangan. Perih rasanya. Tapi percaya tidak percaya Allah seperti membuka pintu hati dan pikiranku.

Menemukan Hikmah dari Kejadian yang Dialami

Menjadi seorang ibu rumah tangga

“Allah memberikan kekuatan untukku, Allah punya cara yang ajaib”

Di tengah semua cobaan ini Allah seperti memberikan kekuatan untukku. Kalau aku pikir aku gak mungkin bisa menerima semua keadaan ini. Terbiasa hidup enak, tidak merasakan repotnya mengurus anak dan rumah.

Memiliki anak yang sehat dan cantik, memiliki suami yang luar biasa, dan memiliki keluarga yang rukun dan sehat itu semua sudah lebih dari cukup. Apalagi yang aku cari?

Melihat mata anak-anak setiap detik dan menit. Aku jauh lebih bahagia sekarang. Walaupun terseok-seok menjalani kehidupan sekarang.

Allah punya cara yang ajaib. Allah sangat baik mau menegurku saat ini. Harusnya keadaan ini yang aku rasakan belasan tahun lalu ketika pertama kali memutuskan berumah tangga.

Artikel Terkait : “Saya Istri dan Ibu Bekerja yang Berhenti Merasa Bersalah”

“Allah pun Memberikan Rezeki yang Lain”

Aku Terpaksa Berhenti Bekerja dan Menjadi Seorang Ibu Rumah Tangga...
Cerita mitra kami
Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Tren Parenting 2026: Orang Tua Tak Lagi Cari Murah, tapi Aman & Terpercaya
Tren Parenting 2026: Orang Tua Tak Lagi Cari Murah, tapi Aman & Terpercaya
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!

“Tentu… tak ada kata terlambat meski baru sekarang belajar jadi ibu dan istri di rumah”

Tidak ada kata terlambat.. walaupun aku berpikir ini sudah terlambat. Baru sekarang belajar menjadi Ibu dan Istri yang terbaik. Hasrat dan keinginan untuk bekerja lagi aku pendam jauh-jauh.

Sudah cukup… ditambah Allah memberikan rezeki yang luar biasa yaitu kehamilan ketiga. Baru beberapa bulan memantapkan hati membuka alat kontrasepsi. Alhamdulillah Allah langsung mengabulkan.

Hanya berharap dan memohon kepada Allah kehamilan ini berjalan lancar, sehat dan menyenangkan. Kalau boleh meminta sih mendapatkan anak laki-laki.

Itulah kisahku menjadi seorang ibu rumah tangga. Ingin sekali tidak mengulangi 2 kali kesalahan yang sama. Semoga bisa memberikan yang terbaik untuk anak-anak, yang terpenting tidak egois.

****

Artikel ini ditulis oleh Bunda Fenny Fathimah

Baca Juga :

Tips Sukses Bekerja di Rumah untuk Bunda

Curahan Hati Seorang Istri Yang Bekerja Untuk Suaminya

Tips Ibu Bekerja, Lakukan 13 Hal Ini untuk Menyeimbangkan Karier dan Keluarga

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Semua opini & pendapat dalam artikel ini merupakan pandangan pribadi milik penulis, dan sama sekali tidak mewakilkan theAsianparent atau klien tertentu.
img
Penulis

Fenny Fathimah

Jadilah Kontributor Kami

  • Halaman Depan
  • /
  • Parenting
  • /
  • “Aku Terpaksa Berhenti Bekerja dan Menjadi Seorang Ibu Rumah Tangga...”
Bagikan:
  • 30 Ucapan Hari Imlek 2026, Tahunnya Kuda Api yang Penuh Perubahan

    30 Ucapan Hari Imlek 2026, Tahunnya Kuda Api yang Penuh Perubahan

  • 60 Panggilan Sayang Bahasa Inggris untuk Pasangan, Bikin Harmonis!

    60 Panggilan Sayang Bahasa Inggris untuk Pasangan, Bikin Harmonis!

  • Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
    Cerita mitra kami

    Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!

  • 30 Ucapan Hari Imlek 2026, Tahunnya Kuda Api yang Penuh Perubahan

    30 Ucapan Hari Imlek 2026, Tahunnya Kuda Api yang Penuh Perubahan

  • 60 Panggilan Sayang Bahasa Inggris untuk Pasangan, Bikin Harmonis!

    60 Panggilan Sayang Bahasa Inggris untuk Pasangan, Bikin Harmonis!

  • Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
    Cerita mitra kami

    Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti