Bayi meninggal karena ruam popok parah akibat kecerobohan orangtua

lead image

Kedua orangtua bayi malang ini didakwa telah melakukan pembunuhan tingkat pertama.

Masalah ruam popok pada bayi, mungkin sering dihadapi orangtua baru. Di mana pada beberapa area tubuh si kecil akan ditemukan ruam popok ringan. Namun, tahukah Anda bahwa jika masalah ruam popok pada bayi dibiarkan berlarut-larut, bisa amat berisiko? Bahkan hingga merenggut nyawa bayi?

Peristiwa tragis seperti ini memang bisa terjadi. Akibat kelalaian orangtua, seorang bayi berusia 4 bulan meninggal karena kasus ruam popok yang parah.

Kegagalan mencegah ruam popok pada bayi bisa menyebabkan kematian bayi

Seorang bayi yang tidak berdaya ini ternyata jarang diurus oleh orangtuanya. Bahkan popoknya bisa tidak diganti hingga lebih dari seminggu.

Bayi malang ini diketahui baru berusia 4 bulan, dan ditemukan meninggal tahun lalu di AS. Popok yang dipakai sang bayi telah dipenuhi belatung. Bahkan, ketika ditemukan, bayi ini masih duduk di ayunan bayi di apartemen orang tuanya.

Menurut Asisten Jaksa Agung, anak itu meninggal karena ruam popok pada bayi yang parah dan orangtuanya yang telah melakukan kecerobohan hingga menyebabkan bayinya meninggal. Kedua orangtuanya pun didakwa telah melakukan pembunuhan tingkat pertama.

Orangtua sang bayi, Cheyanne Harris, 20, dan Zachary Koehn, 29, rupanya telah meninggalkan bayinya dalam kondisi popok yang begitu kotor. Bahkan, popok tersebut telah digunakan sang bayi telah lebih dari satu minggu.

Menurut laporan, popok yang digunakan sang bayi sudah sudah dipenuhi dengan kotoran bayi, baik feses dan urin bayi. Hal inilah yang akhirnya menyebabkan munculnya belatung dan berujung menyebabkan terjadinya infeksi E-Coli.

Sebuah studi tentang pertumbuhan dan perkembangan belatung menunjukkan bahwa anak itu tidak digantikan popoknya atau dimandikan lebih dari satu minggu.

Laporan otopsi juga mengungkapkan bahwa bayi itu, kondisi sang bayi juga sangat memprihatinkan. Berat badannya jauh di bawah ukuran dan berat badan ideal anak berusia 4 bulan.

Seorang saksi, yang menemukan bayinya pertama kali, menggambarkan kondisi ruangan di sekeliling bayi sangat panas dan dipenuhi bau tak sedap. Malangnya, saat ditemukan, keadaan bayi sudah sangat buruk sehingga langkah-langkah penyelamatan sudah tidak mungkin lagi bisa dilakukan.

Tim penyelamat perawat dan warga EMT Toni Friedrich memberi kesaksian pada saat ia menemukan sang bayi di apartemen setelah Koehn, menelepon 911 untuk melaporkan bahwa bayinya telah meninggal.

Friedrich mengatakan saat itu Koehn tidak menunjukkan emosi ketika dia membawanya ke kamar tidur yang gelap dan panas tempat tubuh bayi itu berada.

“Mata bayi terbuka, dan itu adalah tatapan kosong,” katanya.

Friedrich berkata ketika dia menyentuh dada bayi itu, bajunya berkerak. Ketika dia memindahkan selimutnya, banyak nyamuk terbang dari tubuh bayi malang itu.

“Ini tidak benar. Saya tidak bisa melakukan CPR pada bayi di kondisi seperti itu,” ujarnya

Mirisnya, ternyata ada seorang anak perempuan berusia dua tahun juga ditemukan di dalam apartemen. Namun berbeda dari kondisi bayi, anak 2 tahun ini tampak mendapatkan perawatan yang baik.

Meskipun ini merupakan kasus kelalaian dan pelecehan yang ekstrem, ruam popok adalah masalah serius yang harus diperhatikan setiap orangtua. 

Berikut beberapa cara untuk mencegah ruam popok pada bayi:

  1. Menjaga kebersihan dengan sering mengganti popok, terutama setiap bayi buang air besar. Termasuk bangun di malam hari untuk mengganti popoknya.
  2. Bilas daerah pantat bayi dengan baik setiap mengganti popok. Jangan gunakan tisu yang mengandung alkohol atau wewangian. Cukup gunakan kapas dan air hangat.
  3. Tepuk kulit pantat bayi (jangan digosok) dengan handuk lembut hingga kering. Lalu gunakan salep yang aman pada kulit bayi yang sudah kering sempurna sebagai pelindung terhadap gesekan dengan popok.
  4. Pakaikan popok yang agak longgar pada bayi untuk memungkinkan adanya sirkulasi udara yang lebih baik. Jika bayi alami ruam popok, coba ganti dengan merk berbeda, terkadang kulit sensitif bayi alergi terhadap kandungan pada popok dengan merk tertentu. Baca: Pilih Popok Kain Atau Popok Sekali Pakai? Ini Pro dan Kontranya
  5. Sesekali, biarkan pantat anak bebas dari popok. Namun pastikan tempatnya bermain bersih, bebas dari kuman, dan dalam ruangan yang nyaman. Juga biarkan pantat anak terbuka saat dijemur di bawah matahari pagi.
  6. Jangan lupa untuk sering mengganti popok bayi Anda dan memastikan bahwa bayi Anda selalu bersih dan kering!

 

Disadur dari artikel Sarah Voon, theAsianparent Singapura

Baca juga:

Sebuah jarum ditemukan dalam popok bayi, ibu ini beri peringatan