Upload foto ke Instagram, Gwyneth Paltrow diprotes putrinya

Upload foto ke Instagram, Gwyneth Paltrow diprotes putrinya

Parents, pastikan Anda mempertimbangkan hal berikut sebelum mengunggah foto anak ke media sosial!

Mengunggah foto ke media sosial banyak dipilih sebagai cara populer Parents milenial untuk memperlihatkan kedekatannya dengan buah hati. Namun, apakah merupakan hal yang bijak melakukan hal tersebut tanpa seizin anak?

Mengunggah foto ke instagram, Gwyneth Paltrow diprotes oleh putrinya

Sebagai pesohor dunia, menjadi sorotan publik sudah menjadi makanan sehari-hari penyanyi sekelas Gwyneth Paltrow. Namun, anak seorang artis terkenal bahkan bisa saja merasa keberatan ketika fotonya diunggah ke media sosial oleh sang ibu tanpa sepengetahuan anak.

Paltrow mengunggah foto dirinya bersama putrinya, Apple Martin saat sedang bermain ski akhir pekan ini. Tak ketinggalan, ia menyertai tiga emoji sebagai caption yaitu buah apel, ski meluncur dan simbol hati berwarna merah.

 

🍎⛷❤️

A post shared by Gwyneth Paltrow (@gwynethpaltrow) on

Terlihat di dalam foto, sang putri yang sudah menginjak 14 tahun itu mengenakan kacamata ski yang menutupi sebagian wajahnya. Siapa sangka, tak lama Apple menanggapi kolom komentar instagram ibunya, “Bu, kita sudah pernah membahas hal ini. Kamu tidak boleh mengunggah foto tanpa persetujuanku,” demikian tulis Apple.

Sontak Paltrow membela diri dengan membalas bahwa bahkan wajah putrinya itu tidak sepenuhnya terlihat.

Seperti diketahui, Paltrow dan mantan suaminya Chris Martin memang menjauhi anak mereka dari jangkauan publik. Dengan begitu, bisa dibilang momen ini merupakan foto langka yang beredar di media sosial seorang Gwyneth Paltrow.

Mengunggah foto anak di media sosial, apakah bijak untuk dilakukan?

Sejak lahir, besar kemungkinan anak sudah lebih dulu eksis di media sosial apapun bentuknya. Mengunggah foto anak di media sosial atau disebut juga sharenting; merupakan ekspresi bahagia orangtua dengan hadirnya si kecil di tengah keluarga.

Studi pada 2010 yang dilakukan di Amerika Serikat menunjukkan sebanyak 90% anak batita dan 80% bayi rutin eksis di media sosial orangtuanya.

Pada November 2018, Komisaris Anak di Inggris merilis laporan bertajuk “Who Knows About Me?” yang menunjukkan sejak anak berusia 13 tahun, orangtua telah membagikan 1300 foto dan video anak mereka di platform media sosial yang dimiliki.

Perkembangan teknologi yang semakin canggih memungkinkan menaruh anak pada risiko mengalami pelecehan seksual di jagat maya, diskriminasi dan isu lain yang merugikan anak.

Merujuk hasil tersebut, advokat anak kini giat mengedukasi orangtua agar berpikir ulang saat akan mengunduh informasi apapun tentang anak termasuk foto. Keseimbangan antara kebebasan orangtua dan hak anak memperoleh privasi akan dirinya dalam hal ini harus menjadi perhatian.

Dalam analisis hukum, Stacey Steinberg dari University of Florida’s Levin College of Law menyebutkan pentingnya memberikan hak kepada anak untuk berkata tidak saat orangtua akan mengunggah foto atau deskripsi pribadi tanpa adanya persetujuan.

Ia menuturkan, di usia 4 tahun anak sejatinya telah memiliki hasrat bahwa dirinya berharga dan mulai bisa membandingkan dirinya dengan orang lain.

Dengan kata lain, penting bagi Parents menanyakan lebih dulu pada anak saat akan mengunggah foto mereka. Walaupun foto tersebut hanya diketahui teman terdekat dan keluarga, pikir ulang apa dampak foto tersebut untuk masa depan anak kelak. Jika anak sudah lebih besar, lakukan dialog dua arah agar tidak terjadi konflik di masa mendatang.

Etika mengunggah foto anak di media sosial

Bagaimana etika mengunggah foto si kecil?

Apa saja yang harus diperhatikan saat akan mengunggah foto anak?

Parents, memang menyenangkan ya mengabadikan perjalanan si kecil bersiap menghadapi dunia apapun caranya. Pastikan untuk memerhatikan hal ini sebelum melakukan sharenting ke media sosial Anda:

  • Pastikan anak menyetujui foto yang dibagikan. Ingat bahwa material apapun yang Anda unggah bisa dilihat oleh banyak manusia di luar sana. Jangan mengunggah hal yang akan membuat anak malu atau kehilangan kepercayaan diri,
  • Ubah pengaturan akun pribadi sosial menjadi ‘private‘. Pastikan unggahan anak hanya bisa dilihat oleh keluarga atau kerabat yang benar-benar bisa dipercaya. Anda tidak mau anak menjadi konsumsi orang asing yang ternyata pedofil bukan?
  • Hargai privasi anak dengan tidak berteman dengan teman anak. Mungkin Parents melakukan hal ini dengan tujuan baik, namun bisa saja hal ini membuat anak tidak nyaman.
  • Tahan diri untuk tidak mengomentari unggahan foto anak di sosial media, apalagi komentar yang akan membuatnya malu. Just be a silent watcher is more than enough.
  • Hindari stalking akun instagram anak atau teman dekatnya di sekolah
  • Pelajari aplikasi media sosial yang digunakan anak penting untuk dilakukan
  • Jangan mengunggah foto atau video disertai informasi pribadi tentang anak. Selalu pikirkan apa dampaknya dalam jangka panjang tentang apa yang akan diunggah
  • Bicarakan dengan orangtua, mertua, teman terdekat juga pengasuh apa saja yang boleh dan sebaiknya tidak dibagikan di media sosial
  • Pelajari fitur yang ada di media sosial. Ingatlah bahwa media sosial masa kini memiliki fitur yang memungkinkan untuk difoto, di screen capture, diunduh atau direkam banyak orang yang belum tentu bisa dipertanggung jawabkan.

Nah Parents, semoga informasi ini bermanfaat.

 

Referensi : The Sydney Morning Herald, Forbes, The Huffington Post Australia

Baca juga : 

13 Ilustrasi lucu ini gambarkan kegalauan orangtua baru, Bunda setuju?

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner