Videonya saat dibully menjadi viral, ini yang dilakukan warganet untuk membantu Nabila

lead image

Kemarahan Nabila terekam dalam sebuah video dan menjadi viral. Di video tersebut tampak ia bersitegang dengan sejumlah temannya di sebuah kelas.

Kasus bullying pada anak kembali terjadi, kali ini menimpa Nabila, anak kelas 6 SD asal Bandung. Sejak kecil, Nabila ditinggal begitu saja oleh ayah dan ibunya. Nabila kemudian tinggal bersama Kakek dan Nenek yang sudah renta.

Sebagai anak yang baik, Nabila sadar betul kondisi kakek dan neneknya. Maka setiap pulang sekolah ia mencari rongsokan untuk dijual. Uangnya untuk makan sehari-hari mereka bertiga, kalau ada lebihnya untuk jajan.

Karena miskin, Nabila pergi bersekolah dengan seadanya. Penampilannya yang sederhana sering mendapatkan ejekan dari teman-teman sebayanya. Suatu ketika Nabila marah karena sepatu jeleknya diejek teman sekolahnya.

“Aku harus cari rongsokan dulu, dijual baru bisa beli sepatu, nggak seperti kalian. Aku ditinggal sama Ibu Bapakku,” katanya sambil menangis.

Kemarahan Nabila terekam dalam sebuah video dan menjadi viral. Di video tersebut tampak ia bersitegang dengan sejumlah temannya di sebuah kelas. Video tersebut mendadak ramai di media sosial.

Nabila menjadi korban bullying pada anak di sekolah

bullying pada anak

Dalam video viral berdurasi 30 detik itu, terlihat anak-anak yang beradu argumen karena sepatu yang rusak oleh salah satu temannya. Seorang temannya menyatakan akan mengganti sepatu itu. Namun Nabila meminta agar temannya mengganti jangan dengan uang orangtuanya, tapi harus dari uang sendiri. Salah satu temannya menjawab bahwa si gadis kecil itu pun mendapatkan uang dari ayah ibunya.

Mendengar itu, Nabila menjawab sambil menangis dan nada tinggi dan mengatakan bahwa sepatunya merupakan hasil ia memulung karena ia telah ditinggalkan ayah ibunya. Video bullying pada anak yang dilakukan secara verbal tersebut mendadak menjadi viral. Dan banyak orang yang prihatin kepada Nabila, sehingga berusaha mencari tempat tinggalnya. 

Beberapa warganet yang mengetahui identitas Nabila mengatakan, ia tinggal di Kp Cibodas RT 03 RW 07, Ds Pangauban, Batujajar, Kabupaten Bandung Barat. 

Video perjuangan Nabila, korban bullying pada anak secara verbal

 

Saat ditemui oleh media di rumahnya, Nabila menceritakan peristiwa yang terekam dalam video viral itu terjadi pada Sabtu, 6 April 2019 di kelas. Ia bersekolah di SDN Pangauban, Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, kelas 6. 

Ketika itu, sepatunya diduduki oleh seorang temannya sehingga bolong. Nabila marah sebab sepatu itu memang ia beli dari hasil jerih payahnya mengumpulkan rongsokan sepulang sekolah. 

“Sepatu aku didudukin temen, ya aku marah karena ada bolongnya. Aku enggak ingin diganti, cuma ingin teman minta maaf, itu aja,” ujar Nabila

Meski kesal dan marah karena sepatunya rusak, Nabila mengaku itu tak berlangsung lama. Ia menganggap teman-temannya tak sengaja.

“Ya Sabtu marahnya, Senin udah baikan lagi, ya namanya juga anak-anak,” ucapnya sambil tersenyum.

Ia pun tidak tahu persis siapa temannya yang merekam dengan menggunakan ponsel.

“Itu temen aku, tapi enggak tahu siapa,” katanya.

Penggalangan dana untuk membantu Nabila

bullying pada anak

Foto: Yudha Maulana/Detik.com.

Kisah perjuangan hidup Nabila membuat banyak orang merasa tersentuh dan bersimpati. Hingga ingin membantunya. Seorang warganet bernama Ahmad Suhendar membuka donasi dengan judul Sepatu untuk Nabila di situs Kitabisa.com. 

Uang donasi  yang terkumpul akan diberikan pada Nabila  untuk biaya sekolah, serta  biaya hidup sehari-hari Nabila bersama kakek dan Neneknya. Selain itu, juga akan digunakan untuk biaya pengobatan kakek Nabila yang sudah sakit-sakitan, serta tabungan pendidikan Nabila.

Dari penggalangan dana yang dimulai 16 Apr 2019 tersebut, hingga berita ini diturunkan, dana yang terkumpul dalam program Sepatu untuk Nabila ini sudah mencapai Rp.343.409.429. 

Semoga nasib Nabila bisa berubah dan tidak perlu memulung lagi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Sumber: Detik,Kitabisa

Baca juga:

Kasus Audrey, ini kata psikolog tentang korban dan sikap pelaku

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Penulis

Kiki Pea