Mengatasi Bayi Muntah

lead image

Bayi muntah membuat hati kita sangat khawatir. Bagaimana cara mencegah dan mengatasinya? Berikut ulasan dari kami.

src=https://id.theasianparent.com/wp content/uploads/2014/09/dreamstime xs 22305389 e1412215136925.jpg Mengatasi Bayi Muntah

Bayi muntah atau gumoh? Bagaimana mengatasinya?

Dalam beberapa minggu pertama setelah si kecil lahir, mungkin ia sering mengalami muntah. Bayi muntah belum tentu berbahaya, namun bisa juga berbahaya karena disebabkan oleh kondisi yang perlu ditangani secara serius.

Bila bayi muntah namun :

  • Berat tetap badannya naik secara normal
  • Pertumbuhannya normal
  • Tidak disertai gangguan pernafasan setelah muntah
  • Tidak terlihat gejala ketidaknyamanan lainnya

maka muntah tersebut tidak berbahaya. Biasanya bayi muntah seperti ini disebabkan karena esofagus bayi masih belum sempurna. Esofagus adalah selaput yang mencegah makanan di lambung naik kembali ke atas (mulut).

Berbagai Penyebab Bayi Muntah lainnya dapat dilihat pada link ini.

Bedakan Bayi Muntah dengan Gumoh

Keduanya dapat dibedakan dari banyaknya cairan yang keluar serta prosesnya. Cairan yang keluar dengan cara gumoh jumlahnya lebih sedikit. Gumoh terjadi begitu saja saat bayi pasif tanpa mengeluarkan tenaga. Sedangkan bila bayi muntah, ia terlihat mengeluarkan tenaga.

Baca juga tentang gumoh di link ini.

Bagaimana mengurangi resiko muntah?

src=https://id.theasianparent.com/wp content/uploads/2014/09/shutterstock 133146749.jpg Mengatasi Bayi Muntah

Menyendawakan bayi bisa dilakukan dalam 2 posisi, yaitu tegak atau tengkurap.

Bagaimana mengurangi resiko muntah?

Muntah tidak dapat dihindari, namun ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk menguranginya, yaitu:

1. Sendawakan setiap kali ia menyusu 15 menit atau 30-50 ml.

2. Gendong bayi secara tegak selama 30 menit setelah ia selesai menyusu. Selain dapat membuat bayi sendawa, jangka waktu setengah jam ini cukup untuk membuat susu benar-benar turun ke lambungnya.

3. Ketika si bayi selesai menyusu, pastikan perutnya tidak tertekan. Misalnya, posisi tengkurang, tertekan seat belt pada car seat, atau pemakaian diaper dan bedong yang terlalu ketat.

4. Dokter mungkin akan menganjurkan pemberian susu yang sedikit dikentalkan dengan sereal bayi, tepung beras, atau tajin agar susu tidak terlalu mudah keluar kembali dari mulut. Untuk hal ini berkonsultasilah dengan dokter.

Apa yang harus dilakukan setelah bayi muntah?

Bila bayi muntah, lakukan hal-hal berikut untuk mencegah dampak yang tidak baik:

1. Posisikan agar kepalanya agak naik, atau setengah duduk, misalnya dengan cara digendong atau diganjal bantal sehingga muntahan tidak masuk ke hidung.

2. Bersihkan mulutnya dengan baik

3. Pastikan ia tidak mengalami dehidrasi. Setelah ia tenang dan tidak muntah lagi, berikan susu padanya.

4. Biarkan ia tidur.

5. Bila muntah semakin parah, segera ke dokter.

Parents, semoga info di atas bermanfaat.

Referensi: Vomiting, What’s Normal and What’s NotSpitting Up and Vomiting in Babies

Baca juga artikel menarik lainnya:

Normalkan Warna Kotoran Bayi Anda?

Tahap Perkembangan Bayi dari Bulan ke Bulan