Anak Takut Sama Dokter? Ini 7 Tips Mudah Mengatasinya

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Si kecil takut bertemu dengan dokter? Berikut beberapa tips mudah bagi Parents untuk mengatasi anak takut dokter.

Anak takut dokter adalah persoalan umum yang dihadapi banyak orangtua. Hal ini wajar terjadi, terutama saat si kecil mengembangkan insting kewaspadaannya terhadap orang asing.

Namun bukan berarti tidak ada cara untuk mengatasinya loh, Parents. Berikut  adalah tips agar si buah hati setidaknya merasa lebih aman dan lebih tenang saat akan berkunjung ke dokter.

1. Temani anak saat berada di ruang dokter

Ketika Anda meminta bantuan kakek, nenek, atau pendamping lainnya untuk menemani si kecil menghadiri janji dengan seorang dokter, usahakan agar Anda yang menemaninya terlebih dahulu untuk 1 atau 2 kunjungan pertama.

“Jika anak melihat Ayah atau Bunda-nya merasa nyaman dengan tempat yang baru dan keduanya memercayai dokter yang bersangkutan, maka anak akan merasa lebih aman,” jelas Ari Brown, M.D. selaku pakar penasihat bagi para orang tua.

2. Membaca buku dan bermain peran

Bantu si buah hati untuk mengetahui apa yang akan ia hadapi sebelum bertemu dengan dokter. Membeli alat permainan rumah sakit dan memakai jas putih ala seorang dokter lalu berpura-pura melakukan check up dapat membantunya untuk mengantisipasi atas apa yang akan terjadi padanya nanti.

Tunjukkan bagaimana dokter akan memeriksa mulutnya, mendengarkan detak jantungnya, mengecek tekanan darahnya, atau saat berat badannya diukur dengan menggunakan timbangan.

3. Hadapi rasa takutnya

Hindari kata-kata seperti “Jangan takut”, “Suntikannya tidak akan terasa sakit”, atau “Jangan menangis”, karena ini hanya akan membuatnya merasa Anda tidak tidak mengerti dan peduli.

“Sebaliknya, Anda perlu katakan padanya bahwa Anda tahu pengalaman ini sama sekali tidak menyenangkan. Tetapi ini akan segera cepat selesai dan Anda bersama dirinya akan melalui ini bersama-sama. Yakinkan juga bahwa Anda akan selalu berada di sampingnya sepanjang waktu,” ucap Donald Shifrin, M.D. selaku juru bicara dari American Academy of Pediatrics.

Satu peringatan kecil, sebagian besar anak takut dengan dokter dikarenakan adanya suntikan. Maka, jangan pernah berjanji kepadanya bahwa ia tak akan pernah lagi mendapatkan suntikan. Sebaliknya, jelaskan bahwa dirinya tidak akan selalu disuntik setiap kali akan berkunjung.

4. Berikan mereka rasa aman

Duduk di meja yang tinggi dan terpisah dari orang tuanya dapat membuat anak merasa cemas. Pertimbangkan untuk membuatnya duduk di pangkuan Anda agar ia merasa lebih aman.

“Mereka akan percaya bahwa tidak akan ada hal buruk yang terjadi padanya jika Ayah atau Bunda-nya melindungi mereka. Di sisi lain, mereka merasa tidak memiliki kuasa karena orang yang tidak mereka kenal sedang menyentuh dan menguasai ruang pribadi mereka.” tambah Dr. Brown.

Oleh karena itu, bantulah dirinya untuk merasa berkuasa atas dirinya dengan memberi mereka pilihan, misal telinga mana yang ia inginkan untuk diperiksa dokter lebih dulu, ingin seperti apa dokter dalam memeriksa dada, mata, dan perutnya, atau jika ia menginginkan Anda untuk memegang erat tangannya.

Anak-anak juga dinilai mudah menangkap isyarat dari orang tua mereka saat mereka terlihat tenang. Jadi, jika Anda merasa tenang, buah hati Anda pun juga akan merasakan hal yang sama.

5. Bawalah mainan favoritnya

Dot minuman atau selimut memang akan menenangkan si kecil, namun mainan favoritnya mampu bekerja lebih baik dan akan lebih cepat memudahkan sang dokter untuk melakukan pemeriksaan.

Dalam suasana bermain, anak tidak akan merasa sesuatu yang buruk akan terjadi padanya, jadi mungkin dia akan merasa baik-baik saja.

Jika ada saudaranya yang juga ikut dan tidak takut dengan dokter, buatlah mereka untuk diperiksa terlebih dahulu. Dengan melihat saudaranya diperiksa duluan akan mengurangi rasa takut si kecil dan mampu mendorong dirinya untuk merasa berani.

6. Tawarkan sesuatu yang akan ia dapatkan nantinya

Sikap Anda setiap selesai bertemu dengan dokter dapat menjadikan pengalaman yang lebih menyenangkan bagi sang buah hati. Ketika Anda meninggalkan ruangan dokter, berikan si kecil pelukan, kecupan, dan pujian.

“Kamu hebat! Bunda tidak sabar memberi tahu Ayah betapa beraninya kamu tadi,” saran Dr. Shifrin dalam memberikan pujian.

Anda juga bisa mengajak si kecil menonton film di bioskop atau mengajaknya ke tempat bermain.

Hanya saja Anda jangan terlalu sering melakukannya. Karena jika si buah hati tidak mampu mengendalikan rasa cemasnya, maka ia akan merasa buruk jika tidak bisa mendapatkan “imbalan” dari Anda seperti sebelumnya.

Ingatkan juga kepadanya hal-hal menyenangkan yang pernah dialami setiap kali berkunjung (mungkin sang dokter pernah memberikannya stiker) dan ulangi betapa bangganya Anda terhadap dirinya.

7. Percaya dengan naluri Anda

Saat memilih dokter, kepribadian sang dokter sama pentingnya dengan pengetahuan dan keahlian yang ia miliki.

Beberapa anak mungkin akan merasa takut dengan setiap dokter. Tapi jika anak Anda sepertinya benar-benar merasa takut bertemu dengan dokter tertentu, tanyakan mengapa dan mintalah penjelasan darinya.

Anda juga bisa meminta saran dari orang tua lainnya yang berkunjung kepada dokter yang sama.

Jika ketakutannya benar-benar tidak bisa diatasi, carilah dokter lain dan jangan lupa untuk meminta rekomendasi dokter anak terpercaya dari para orang tua lainnya.

Semoga tips mengatasi anak takut dokter ini bermanfaat, Parents!

 

Referensi: parents.com

Baca juga:

Apa Kata Dokter Tentang Cacar Api pada Anak-anak?

Dapatkan Infomasi Terbaru dan Hadiah Menarik Khusus Member

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Better Parenting