Mengapa Anak Suka Mencubit?

lead image

Apa kata psikolog tentang anak saya yang suka mencubit? Kebiasaannya ini muncul setiapkali ia merasa gemas ataupun marah. Simak ulasannya, parents...

src=https://id.theasianparent.com/wp content/uploads/2015/01/shutterstock 90285622 e1358415817489.jpg Mengapa Anak Suka Mencubit?

Anak suka mencubit, bagaimana mengatasinya?

Anak suka mencubit, bukan sekedar kebiasaan

Anak saya Zidna, 2 tahun, suka mencubit. Kebiasaannya ini muncul setiap kali ia merasa gemas ataupun marah. Kebiasaannya ini semakin terasa mengganggu ketika ia juga melakukannya saat sedang tidur.

Sasarannya tentu orang-orang yang berada di dekatnya. Bayangkan, betapa menyebalkannya ketika sedang tidur lelap, tiba-tiba ada yang mencubiti wajah dan tangan kita. Atau ketika terbangun, mendapati wajah kita terasa pedih akibat bekas cubitannya.

Mengapa anak suka mencubit?

Menurut psikolog dari Lembaga Psikologi Terapan UI, Vera Itabiliana Hadiwidjojo, Psi. kepada theAsianParent.com, “Sangat mungkin anak meniru apa yang dilakukan orang terdekatnya, yaitu ibu. Kebiasaan ibu yang suka mencubit pipinya dengan perasaan gemas akan serta-merta ditiru anak.”

Bunda, anak memang peniru yang ulung. Seringkali kita tidak menyadari tindakan-tindakan spontan yang kita lakukan, ternyata diadopsi anak, dan cenderung menjadi pola prilaku yang sulit untuk dihilangkan.

Kebiasaan anak suka mencubit ini selain muncul karena proses meniru, bisa juga muncul karena anak sering mendengar ancaman ini keluar dari mulut orangtuanya. Sekalipun, orangtua tidak sungguh-sungguh melakukannya, namun anak akan menganggap hal itu boleh dilakukan.

Bagaimana cara menghilangkan kebiasaan anak suka mencubit?

Untuk menghilangkan kebiasaan buruk ini, Vera memberikan tip-tip sebagai berikut :

1. Hilangkan kebiasaan ibu mencubit

Sekalipun ibu melakukannya karena gemas dan tidak menimbulkan rasa nyeri pada anak. Namun anak akan menganggap hal itu boleh dilakukan, padahal anak belum memiliki kemampuan untuk menakar dan mengatur kekuatan cubitannya.

2. Jelaskan bahwa mencubit itu tidak boleh

Ajaklah anak bicara, sesuai dengan kemampuannya berkomunikasi. Jelaskan pada anak bahwa jika marah tidak boleh mencubit. Tapi cukup dengan mengatakan, “Aku marah.”

3. Mengalihkan perhatian anak

Segera alihkan perhatian anak ke hal lain. Anak yang berusia di bawah 3 tahun, mudah dialihkan perhatiannya pada hal-hal lain.

4. Antisipasi emosi anak

Bila kita melihat tanda-tanda kemarahan muncul, misalnya, ketika anak hendak menggerakkan tangannya untuk mencubit, peganglah tangannya, lalu ingatkan apa yang boleh dilakukan jika marah.

5. Lakukan secara berulang

Karena semua berproses, maka lakukanlah semua secara berulang dan konsisten. Melalu kesabaran, kebiasaan anak suka mencubit perlahan akan menghilang.

Parents, Selamat mencoba…!