Terkena serangan kutu rambut, amankah obat pembasmi kutu untuk ibu hamil?

Terkena serangan kutu rambut, amankah obat pembasmi kutu untuk ibu hamil?

Gatal karena serangan kutu rambut memang sangat mengganggu, apakah aman menggunakan obat pembasmi kutu saat hamil?

Kutu rambut atau yang nama latinnya dikenal dengan pediculus humanus capitis merupakan serangga parasit yang senang menghampiri siapa pun, tak terkecuali ibu hamil. Kondisi ini memang bukan hal yang serius, namun tentu membuat kepercayaan diri menurun. Lalu bagaimana mencegah kutu rambut singgah?

Kebanyakan orang tidak menyadari jika dirinya memiliki kutu rambut. Anda membutuhkan waktu 2 hingga 6 minggu untuk mengetahui ada kutu di kulit kepala, yang biasanya ditandai dengan gatal tak berkesudahan di area rambut.

Untuk itu, penting bagi Bunda mengetahui bagaimana cara mencegah kutu rambut yang aman dan nyaman untuk kehamilan dan janin.

Amankah ibu hamil menggunakan obat kutu?

Perlu diketahui bahwa selain gatal, kutu rambut juga menular. Serangga kecil ini biasanya dapat berpindah sangat cepat jika terjadi kontak langsung dengan rambut seseorang yang berkutu, penggunaan sisir bersama, handuk, pakaian atau topi.

Dalam banyak kasus, kebanyakan perempuan akan pergi ke toko terdekat untuk membeli sampo pembasmi kutu. Padahal, sampo mengandung bahan kimia keras yang belum tentu aman untuk kehamilan dan janin.

Bahan kimia tersebut ada yang mengandung pestisida yang bisa saja berdampak terhadap tumbuh kembang bayi di dalam kandungan. Di sisi lain, ada kekhawatiran untuk menggunakan obat pembasmi kutu yang juga banyak beredar di pasaran.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention, sejauh ini belum ada peringatan khusus yang menyebutkan dampak negatif penggunaan obat kutu bagi ibu hamil. Kendati demikian, ada baiknya untuk cermat mengecek kandungan apa yang ada dalam sebuah produk sebelum membeli. 

Sebagai contoh Peditox, obat untuk membasmi kutu yang mengandung Permethrin atau obat anti parasit. Melansir laman Alodokter, produk ini aman digunakan bagi ibu hamil karena persentase Permethrin yang masih berada dalam batas aman ibu hamil yakni 1%.

Caranya bisa digunakan pada kulit kepala yang gatal, diamkan selama 10-30 menit dengan menggunakan shower cap. Setelah itu, basuh dengan air hingga bersih. Jika ragu, Bunda bisa berkonsultasi dengan dokter kandungan mengenai apa saja obat yang aman digunakan oleh ibu hamil.

Cara membasmi kutu rambut dengan cara alami

bahan alami mencegah kutu rambut

Ada beragam bahan alami yang bisa digunakan untuk membasmi kutu dan mudah didapat di sekitar Anda, berikut daftar yang bisa Anda coba:

  • Minyak pohon teh; minyak esensial ini formulanya aman dan tidak membahayakan janin. Cukup teteskan minyak ini pada shampo bayi dan gunakan untuk keramas saat mandi. Lakukan pijatan pada kulit kepala, lalu diamkan selama setengah jam. Selanjutnya Anda bisa membasuh rambut seperti biasa. Ulangi metode ini beberapa kali sesuai keperluan.
  • Minyak lavender, nimba, eukaliptus dan minyak jarak juga bagus untuk menghambat pertumbuhan kutu di kepala.
  • Minyak zaitun, mayones atau petroleum jelly; Aplikasikan salah satu bahan ini ke rambut mulai dari kulit kepala untuk mencegah perkembangan kutu yang cepat. Bungkus rambut dengan shower cap dan diamkan selama 2 jam atau semalaman. Setelah itu keramas dengan sampo seperti biasa hingga bersih.

Mencegah kutu rambut selama kehamilan

Tak ada seorang pun yang ingin terkena kutu rambut, apalagi ibu hamil yang ingin menikmati perjalanan kehamilannya dengan menyenangkan. Lakukan cara preventif berikut sebagai pencegahan yuk, Bunda!
  • Bersihkan rumah secara berkala dan sasar tempat yang sekiranya menjadi tempat berdiam kutu seperti tempat tidur, peralatan rumah tangga dan tempat tersembunyi lainnya. Anda bisa menjemur kasur untuk tidur atau pakaian dengan paparan sinar matahari langsung yang akan membunuh kutu secara alami
  • Untuk peralatan yang besar seperti sofa, gunakan spray kimia pembasmi kutu yang banyak beredar di pasaran. Untuk hal ini, mintalah seseorang untuk melakukannya agar tidak menghirup langsung pestisida
  • Jauhi seseorang yang Anda curigai memiliki kutu di rambutnya untuk mencegah penularan masif
  • Jaga kebersihan kulit kepala dengan rutin keramas dua kali sehari
  • Gunakan sampo yang lembut dan sesuai kebutuhan kulit kepala
  • Hindari penggunaan sisir, handuk, sprei dan pakaian bersama untuk mencegah penularan. Jangan lupa merendam sisir secara berkala di dalam air panas untuk mematikan kutu yang mungkin hinggap dan kuman lainnya
Referensi : Parenting Firstcry, Romper, Livestrong

Baca juga : 

Jangan asal minum obat, begini cara tepat atasi masuk angin saat hamil!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner