Mempersiapkan Si Kecil Menjadi Anak Sulung

lead image

Seringkali anak sulung sulit menerima kehadiran adik barunya. Ia merasa perhatian orang tuanya beralih pada adik bayi yang baru lahir. Bagaimana cara mempersiapkan anak sulung agar dapat beradaptasi dengan kondisi yang baru?

src=https://id.theasianparent.com/wp content/uploads/2013/04/shutterstock 82692673.jpg Mempersiapkan Si Kecil Menjadi Anak Sulung

Si kecil akan segera menjadi anak sulung, persiapkan sejak awal.

Pada umumnya anak sulung merasa cemburu pada adik bayi yang baru lahir. Mereka merengek dan berusaha mencari perhatian lebih dari orang tuanya. Hal ini sangat wajar karena mereka merasa perhatian ayah ibunya tidak terfokus pada dirinya lagi. Adik bayi yang baru lahir menyita perhatian orang tua, sehingga si sulung cemburu dan melampiaskan kekesalannya dengan bersikap nakal, rewel, bahkan ada yang memukul adik bayinya.

Sejak adik bayi masih di dalam kandungan, anak sulung perlu dipersiapkan agar dapat menerima kehadiran adik barunya. Bila anak sulung berhasil dilatih untuk menerima kehadiran adiknya, ia dapat membantu orang tua untuk menjaga adiknya di kemudian hari. Beberapa cara yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut.

Beritahukan sejak awal

Sejak bayi masih di dalam kandungan, beritahukan si sulung bahwa ia akan mempunyai adik. Ajaklah melihat foto hasil USG agar ia mengikuti perkembangan adiknya yang masih di dalam rahim. Kadang kala, ajaklah ikut ke dokter ketika Anda melakukan pengecekan rutin, sehingga ia dapat ikut mendengar detak jantung adiknya.

Peranan ayah

Sejak beberapa bulan sebelum kelahiran, perbesar peranan ayah dalam mengurus si sulung. Pekerjaan yang biasanya dilakukan ibu, mulailah sekali-sekali dilakukan oleh ayah. Misalnya, ayah memandikan si sulung, menyiapkan sarapan, menjemput atau mengantar ke sekolah. Bila perubahan dilakukan mendadak, si sulung akan merasakan perubahan drastis setelah ada bayi yang baru lahir.

Ajari agar mandiri

Latihlah anak sulung untuk melakukan hal-hal tertentu secara mandiri sesuai dengan usianya. Misalnya biasakan ia ke toilet sendiri, makan sendiri, dan membantu orang tua untuk hal-hal sederhana. Di kemudian hari, ia dapat meringankan pekerjaan ayah dan ibu ketika si bayi sudah lahir.

Ajak menebak kelamin bayi

Agar anak sulung terlibat secara emosional, ajaklah untuk menebak jenis kelamin adiknya. Kadang kita bertanya, apakah ia menginginkan adik laki-laki atau perempuan? Apapun jawaban si sulung, di akhir percakapan tekankan bahwa adik laki-laki ataupun perempuan asyik diajak bermain bersama.

Ajak belanja kebutuhan bayi

Ketika berbelanja barang-barang kebutuhan bayi, ajaklah si sulung untuk mengutarakan pilihannya. Ia akan merasa ikut mempersiapkan kehadiran si adik.  Nanti bila bayi sudah lahir, kita dapat berkata “Ini baju yang kakak pilihkan untuk adik,” sehingga mengurangi rasa cemburunya pada adik baru.

Ajak memilih nama

Berikan beberapa alternatif nama bayi dan ajaklah untuk ikut memilih nama untuk adiknya. Dia pasti senang sekali karena berkontribusi dalam memberikan nama adiknya.

Ajak melihat bayi lain

Bila melihat bayi lain, entah di supermarket atau di rumah teman, katakanlah kepada si sulung betapa lucunya bayi tersebut. Bayangkan bila adiknya sudah lahir, tentu ia akan senang memiliki adik yang lucu dan dapat diajak bermain bersama di kemudian hari.

Sumber : What to Expect – the First Year

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Adroid.