Mempersiapkan Si Kecil Menjadi Anak Sulung

Mempersiapkan Si Kecil Menjadi Anak Sulung

Seringkali anak sulung sulit menerima kehadiran adik barunya. Ia merasa perhatian orang tuanya beralih pada adik bayi yang baru lahir. Bagaimana cara mempersiapkan anak sulung agar dapat beradaptasi dengan kondisi yang baru?

Anak Sulung

Si kecil akan segera menjadi anak sulung, persiapkan sejak awal.

Pada umumnya anak sulung merasa cemburu pada adik bayi yang baru lahir. Mereka merengek dan berusaha mencari perhatian lebih dari orang tuanya. Hal ini sangat wajar karena mereka merasa perhatian ayah ibunya tidak terfokus pada dirinya lagi. Adik bayi yang baru lahir menyita perhatian orang tua, sehingga si sulung cemburu dan melampiaskan kekesalannya dengan bersikap nakal, rewel, bahkan ada yang memukul adik bayinya.

Sejak adik bayi masih di dalam kandungan, anak sulung perlu dipersiapkan agar dapat menerima kehadiran adik barunya. Bila anak sulung berhasil dilatih untuk menerima kehadiran adiknya, ia dapat membantu orang tua untuk menjaga adiknya di kemudian hari. Beberapa cara yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut.

Beritahukan sejak awal

Sejak bayi masih di dalam kandungan, beritahukan si sulung bahwa ia akan mempunyai adik. Ajaklah melihat foto hasil USG agar ia mengikuti perkembangan adiknya yang masih di dalam rahim. Kadang kala, ajaklah ikut ke dokter ketika Anda melakukan pengecekan rutin, sehingga ia dapat ikut mendengar detak jantung adiknya.

Peranan ayah

Sejak beberapa bulan sebelum kelahiran, perbesar peranan ayah dalam mengurus si sulung. Pekerjaan yang biasanya dilakukan ibu, mulailah sekali-sekali dilakukan oleh ayah. Misalnya, ayah memandikan si sulung, menyiapkan sarapan, menjemput atau mengantar ke sekolah. Bila perubahan dilakukan mendadak, si sulung akan merasakan perubahan drastis setelah ada bayi yang baru lahir.

Mempersiapkan Si Kecil Menjadi Anak Sulung

Ajari agar mandiri

Latihlah anak sulung untuk melakukan hal-hal tertentu secara mandiri sesuai dengan usianya. Misalnya biasakan ia ke toilet sendiri, makan sendiri, dan membantu orang tua untuk hal-hal sederhana. Di kemudian hari, ia dapat meringankan pekerjaan ayah dan ibu ketika si bayi sudah lahir.

Ajak menebak kelamin bayi

Agar anak sulung terlibat secara emosional, ajaklah untuk menebak jenis kelamin adiknya. Kadang kita bertanya, apakah ia menginginkan adik laki-laki atau perempuan? Apapun jawaban si sulung, di akhir percakapan tekankan bahwa adik laki-laki ataupun perempuan asyik diajak bermain bersama.

Ajak belanja kebutuhan bayi

Ketika berbelanja barang-barang kebutuhan bayi, ajaklah si sulung untuk mengutarakan pilihannya. Ia akan merasa ikut mempersiapkan kehadiran si adik.  Nanti bila bayi sudah lahir, kita dapat berkata “Ini baju yang kakak pilihkan untuk adik,” sehingga mengurangi rasa cemburunya pada adik baru.

Ajak memilih nama

Berikan beberapa alternatif nama bayi dan ajaklah untuk ikut memilih nama untuk adiknya. Dia pasti senang sekali karena berkontribusi dalam memberikan nama adiknya.

Ajak melihat bayi lain

Bila melihat bayi lain, entah di supermarket atau di rumah teman, katakanlah kepada si sulung betapa lucunya bayi tersebut. Bayangkan bila adiknya sudah lahir, tentu ia akan senang memiliki adik yang lucu dan dapat diajak bermain bersama di kemudian hari.

Sesekali biarkan si Kecil bermain sesuka hati, suatu bentuk dukungan orangtua dalam pengembangan bakat anak usia dini.

Sesekali biarkan si Kecil bermain sesuka hati, suatu bentuk dukungan orangtua dalam pengembangan bakat anak usia dini.

Bagaimana Jika Anak Sulung Cemburu pada Adiknya?

Bunda bisa melakukan beberapa hal yang direkomendasikan Aha Parenting berikut ini, jika anak pertama cemburu atau menunjukkan ketidaksukaan pada adiknya, begitu adiknya lahir.

  1. Minta ayah menggendong bayi

Setelah bayi lahir, Bunda bisa mengangkat anak pertama ke gendongan Anda, peluk dan cium dia. Biarkan dia merasa bahwa Bunda tetap hadir untuknya, meski ada bayi baru dalam keluarga.

  1. Jadikan anak Anda pahlawan di mata bayi (dan di matanya sendiri)

Ketika Anda mendapatkan saat tenang dengan anak pertama, panggil dia untuk tidur bersama Anda dan bayi. Katakan kepada bayi bahwa Anda ingin memperkenalkan seorang kakak, yang adalah anak luar biasa. Buatlah daftar semua hal indah yang Anda sukai dari sikap seorang kakak pada adiknya.

  1. Tumbuhkan ikatan sejak dini

Biarkan Kakak duduk dan memangku bayi itu. Semakin anak Anda sering melakukan ini, semakin baik hubungan mereka.

  1. Pastikan setiap anak tahu bahwa mereka masih memiliki peran penting dalam keluarga

Bunda dan Ayah harus sering berbicara tentang fakta bahwa setiap anggota keluarga penting dengan caranya sendiri dan memberikan kontribusi khusus dalam keluarga. Keluarga membutuhkan setiap orang untuk menjadi utuh.

  1. Secara alami anak pertama akan menguji Anda untuk memastikan Anda masih mencintainya

Pertahankan hubungan Anda dengannya selancar dan setulus mungkin, menghindari perebutan kekuasaan dan meminimalkan konflik. Namun, pertahankan batas yang biasa Anda lakukan, yang akan membantunya merasa aman dan dicintai.

Sumber : What to Expect – the First Year

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner