TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Ketika Menghadapi Kenyataan Memiliki Anak Autis

Bacaan 4 menit
Ketika Menghadapi Kenyataan Memiliki Anak Autis

"Bisa menjadi masalah besar dalam keluarga, aku pun ingin berbagi pengalaman dan inilah kisahku... "

Menjadi orang tua yang memiliki anak autis lebih besar tantangannya. Setidaknya inilah yang saya rasakan.

Tantangan memiliki anak autis terkadang menjadi masalah besar dalam keluarga sehingga harus disikapi dengan bijak. Tujuannya, tentusaja agar tidak sampai menimbulkan perpecahan. Namun, yakinlah kita merupakan orang-orang pilihan yang dipercaya Tuhan untuk menjaga Amanah-Nya.

Sebab bisa jadi melalui masalah atau cobaan itu Tuhan ingin menguji keimanan dan ketabahan seseorang. Berikut saya ingin berbagi pengalaman bagaimanaa saya menerima kenyataan memiliki anak autis

1. Cari support system yang bisa mendengar sangat dibutuhkan saat memiliki anak autis. 

memiliki anak autis
Semenjak mengetahui anak kami berbeda, jujur sebagai orang tua sempat sangat terpuruk. Apalagi saya, ibu kandungnya merasa bersalah. Beruntung saya memiliki suami yang sering mendengarkan keluh kesah saya. Kami pun tidak menyembunyikan kondisi anak kepada nenek, kakek, saudara dan tetangga sekitar. Karena semakin bertumbuh besar, anak kami pasti terlihat berbeda dengan anak sebayanya.

Memang saat kami memberitahu mereka, khususnya nenek dan kakek, mereka kaget dan tidak percaya dengan yang terjadi kepada cucunya. Namun, seiring berjalannya waktu akhirnya dapat mengerti dan menyemangati kami untuk selalu bersyukur serta tidak pantang menyerah dengan keadaan.

Begitupun dengan tetangga sekitar rumah, awalnya seorang tetangga bertanya kepada suami ada apa yang terjadi dengan putri kami yang saat itu selalu menangis tiap malam. Suami pun menceritakan dengan kalimat yang mudah mereka pahami.

Tujuh tahun usia putri kami, mereka sangat berhati-hati apabila bertanya tentang putri pertama kami. Beruntung sang adik mudah beradaptasi dengan siapapun, yang kerap kali membuat suasana hangat.

2. Hindari toxic people.

memiliki anak autis
Pernah saya mendapati orang yang benar-benar membuat saya ‘’jatuh’’ dengan kondisi anak. Dan itu terjadi di salah satu tempat terapi untuk anak autis. Memberikan penilaian kepada orang lain mungkin lebih mudah daripada menilai diri sendiri.

Baru pertama kali bertemu tetapi dia sudah menghakimi bahwa saya orang tua yang salah, sangat terlambat menangani putri kami yang saat itu berusia empat tahun. Jujur, saya begitu terpukul padahal kami belum bercerita pengalaman membawa anak ke beberapa tempat terapi.

Berkaca dari pengalaman tersebut, saya dan suami berusaha untuk belajar tidak menghakimi orang lain (no judging), dan menghindari pertemanan yang membuat kami merasa ‘down’.

3. Memiliki anak autis, mulai belajar khlas menerima dan selalu berpikiran positif.

memiliki anak autis

Jangan membandingkan anak dengan anak lain. Memang benar kondisi anak berbeda, namun hindarilah berpikiran negatif. Percaya dibalik kekurangannya, anak yang saya lahirkan memiliki kelebihan lain yang mungkin belum terlihat saat ini., termasuk tidak membandingkan dengan adiknya sendiri.

Ketika anak kami berusia tiga tahun dan mulai menunjukkan gejala autisme, jujur saja saya sering membandingkan dengan teman sebayanya. Malah hal tersebut sering membuat saya stress dan frustasi. Perlahan saya ikhlas, belajar bersyukur atas anugerah yang diberikan Tuhan karena tidak semua wanita berkesempatan memiliki anak.

Tahun demi tahun berlalu, saya ikhlas menjalani hari-hari dengannya, mengajari apapun yang mampu ia lakukan tentunya saya memiliki target khusus untuk mengejar ketertinggalannya.

Ajaib, ketika putri saya berusia lima tahun dan sudah mulai bisa berbicara dengan benar, pelajaran verbal yang saya berikan melekat dalam ingatannya. Bacaan surat-surat Al-qur’an, doa harian dan lagu-lagu anak, ia hafal semua.

4. Ikhtiar dan berserah diri kepada Tuhan.

Ketika Menghadapi Kenyataan Memiliki Anak Autis

Tidak dapat dipungkiri, beberapa kali saya beradu pendapat mengenai putri pertama kami. Awal mengetahui ia mengalami gangguan autisme, saya sering menyalahkan diri sendiri kenapa saya yang dititipkan anak autis? Sering juga saya menanyakan alasan kepada suami penyebab autis itu muncul.

Apakah karena faktor genetik atau obat-obatan yang saya konsumsi ketika hamil?

Namun, suami kerapkali menjawabnya dengan bijak. Berusaha mengajak saya untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Tidak perlu menyalahkan diri sendiri, Ingatlah bahwa Allah menguji hamba-Nya sesuai dengan kemampuannya. Tuhan menitipkan anak istimewa berarti kita mampu merawatnya.

Kita sebagai orang beriman harus senantiasa berdo’a, berserah diri kepada Tuhan di samping selalu berikhtiar, berusaha sekuat tenaga untuk tumbuh kembang putri kami. Bagaimana penanganan selanjutnya serta memberikan yang terbaik semampu kami sebagai orang tua misalnya melalui terapi dan pengaturan pola makan yang sedang dijalani sekarang.

Cerita mitra kami
Tren Parenting 2026: Orang Tua Tak Lagi Cari Murah, tapi Aman & Terpercaya
Tren Parenting 2026: Orang Tua Tak Lagi Cari Murah, tapi Aman & Terpercaya
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun

Memiliki anak autis memang harus menghadapi tantangan yang lebih besar. Semangat terus, ya, para orang tua hebat.

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Semua opini & pendapat dalam artikel ini merupakan pandangan pribadi milik penulis, dan sama sekali tidak mewakilkan theAsianparent atau klien tertentu.
img
Penulis

Fitria Mustikawati

Jadilah Kontributor Kami

  • Halaman Depan
  • /
  • Parenting
  • /
  • Ketika Menghadapi Kenyataan Memiliki Anak Autis
Bagikan:
  • Catat! 50 Arti Telinga Berdenging Menurut Primbon Jawa dan Sisi Medis

    Catat! 50 Arti Telinga Berdenging Menurut Primbon Jawa dan Sisi Medis

  • Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

    Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

  • 29 Contoh SMS "Nakal" untuk Suami, Coba Kirim Sekarang!

    29 Contoh SMS "Nakal" untuk Suami, Coba Kirim Sekarang!

  • Catat! 50 Arti Telinga Berdenging Menurut Primbon Jawa dan Sisi Medis

    Catat! 50 Arti Telinga Berdenging Menurut Primbon Jawa dan Sisi Medis

  • Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

    Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

  • 29 Contoh SMS "Nakal" untuk Suami, Coba Kirim Sekarang!

    29 Contoh SMS "Nakal" untuk Suami, Coba Kirim Sekarang!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti