Jangan panik, begini cara melindungi anak saat terjadi gempa bumi

lead image

Meski sempat panik dan khawatir, ini yang Parents perlu lakukan untuk melindungi anak saat gempa bumi.

Saat gempa bumi yang terjadi Lebak, Banten, berkekuatan 6,4 SR mengguncang Jakarta dan Jawa Barat siang ini, apakah Parents sedang bersama anak? Meski sempat panik dan khawatir, ini yang Parents perlu lakukan untuk melindungi anak saat gempa bumi.

Langkah-langkah melindungi anak saat gempa bumi

Saat terjadi gempa bumi

1. Bila Parents dan anak ada di dalam ruangan saat gempa terjadi, ingat 3 metode penting saat gempa bumi: Drop, Cover, dan Hold On atau Berlutut, Berlindung, dan Berpegangan.

Ajak anak berlutut dan cari tempat berlindung, seperti di bawah meja yang kokoh. Minta anak juga untuk berpegangan pada kaki meja.

Bila tidak ada meja yang kokoh, Bunda bisa mengajak anak berjongkok di samping dinding. Cara ini untuk mencegah kepala tertimpa barang-barang yang rentan terjatuh seperti lampu gantung atau perabot lainnya.

Tetap di dalam rumah sampai guncangan berhenti dan Anda yakin aman untuk keluar.

2. Bila Anda dan anak sedang berada di luar ruangan, cari tempat terbuka untuk melindungi anak saat gempa bumi. Temukan tempat yang jauh dari bangunan, pepohonan, lampu jalan, dan tiang listrik.

Usahakan untuk tetap di sana sampai guncangan berhenti.

3. Jika di dalam kendaraan, cari tempat aman untuk berhenti. Arahkan mobil ke area yang jauh dari pepohonan, lampu jalan dan tiang listrik. Usahakan tenang, agar anak tidak jadi panik. Sabuk pengaman sebaiknya tetap terpasang hingga guncangan berhenti.

Artikel terkait: Kejadian Traumatis Pengaruhi Perkembangan Otak Anak

Setelah gempa bumi

1. Bila anak menangis, Bunda bisa mencoba menenangkannya dengan mengajaknya bicara. Minta anak untuk mengungkapkan perasaannya, entah itu takut, cemas atau marah.

Dengarkan baik-baik apa yang ia ungkapkan. Katakan kepada anak bahwa sekarang keadaan sudah baik-baik saja, dan Anda berdua dalam kondisi aman.

2. Libatkan anak dalam membereskan barang-barang pasca gempa. Setelah guncangan berhenti dan kondisi aman, bila ada barang-barang yang terjatuh di sekitar Anda, ajak anak membersihkan atau mengembalikan barang-barang tersebut pada tempatnya. Cara ini bisa menghiburnya dan menenangkan perasaannya.

Persiapan anak menghadapi gempa bumi

Setelah anak sudah bisa mengatasi rasa traumanya dari apa yang dialaminya hari ini, di lain waktu Anda bisa mengajaknya berbicara tentang gempa bumi:

1. Anda bisa mengajak anak membahas tentang gempa bumi. Luangkan waktu bersama keluarga Anda untuk mendiskusikan bagaimana dan mengapa gempa terjadi.

Jelaskan bahwa gempa bumi adalah peristiwa alamiah dan bukan kesalahan siapa-siapa. Gunakan kata-kata sederhana yang anak bisa mengerti

2. Temukan tempat yang aman di rumah Anda. Kenali dan diskusikan tempat yang aman di setiap ruangan rumah sehingga anak bisa langsung mempraktikkannya saat merasakan gempa.

Tempat yang aman adalah tempat yang bisa Anda pilih, seperti di bawah meja atau meja yang kokoh, atau di samping dinding.

3. Lakukan  latihan gempa. Berlatihlah secara teratur dengan keluarga Anda apa yang akan Anda lakukan jika terjadi gempa terjadi

Mempraktikkan latihan gempa akan membantu anak-anak memahami apa yang harus dilakukan jika Anda tidak dengan mereka saat terjadi gempa bumi.

4. Bagi ibu bekerja, latih pengasuh anak atau ART di rumah tentang prosedur yang harus dilakukan saat gempa terjadi. Evakuasi seperti apa yang harus dilakukan ketika Anda tidak ada di rumah.

Sumber: Save the children

Baca juga:

10 Tips agar Anak Aman Saat Banjir Datang Menerjang