TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Mengalami Mati Otak, Ibu Ini Bertahan Hidup Selama 123 Hari Demi Lahirkan Bayi Kembar

Bacaan 4 menit
Mengalami Mati Otak, Ibu Ini Bertahan Hidup Selama 123 Hari Demi Lahirkan Bayi Kembar

Selama mati otak tersebut, jantung bayi kembar yang dikandungnya masih berdetak. Akhirnya dokter memutuskan untuk mempertahankan janin sampai 123 hari.

Seorang wanita asal Brazil bernama Rankielen da Silva Zampoli yang dinyatakan mati otak oleh dokter telah berhasil mempertahankan hidupnya dengan bantuan alat penunjang kehidupan selama 123 hari. Jangka waktu tersebut adalah masa terlama penggunaan alat bantu penunjang hidup dalam sejarah manusia.

Semua usaha mempertahankan kehidupan itu dilakukan demi menyelamatkan bayi kembar yang dikandungnya. Setelah 123 hari, bayi kembar tersebut dilahirkan lewat prosedur operasi cesar.

Pada Oktober 2016 lalu, Rankielen dinyatakan mati otak setelah terkena serangan stroke. Padahal, saat itu sedang hamil 9 minggu.

Setelah diperiksa dokter, pendarahan serebral di otaknya tak mempengaruhi janin kembarnya. Karena itu, dokter memutuskan untuk mempertahankan detak jantung janin di kandungan Rankielen hingga siap dilahirkan 123 hari kemudian saat usia kandungannya mencapai 7 bulan.

Kemudian, bayi kembar tersebut meninggalkan rumah sakit pada Mei 2017 setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit pasca dilahirkan. Kini, mereka dirawat oleh sang ayah.

Suami Frankielen, Padilha, mengungkapkan bahwa pada saat nyaris tumbang, istrinya menelepon memintanya untuk segera pulang dari kebun. Lelaki yang berprofesi sebagai petani ini mendengar istrinya berkata bahwa kepalanya sakit tak tertahankan.

Saat menemui istrinya di rumah, istrinya dalam keadaan bergetar, muntah-muntah, menangis, dan lunglai.

“Ia juga bilang bahwa saya harus siap dengan segala kemungkinan. Ia mengatakan akan dirawat di rumah sakit dan tidak akan pulang ke rumah hari itu,” ujar Padilha seperti yang dikutip oleh India Live Today.

Baca juga: Foto Terakhir Ibu yang Meninggal Usai Melahirkan Undang Haru Netizen

Ibu yang mati otak berhasil lahirkan bayi dengan selamat

Padilha mengatakan bahwa kalau kalimat terakhir yang istrinya ucapkan adalah, “Aku rasa anak perempuan kita akan hidup.”

Tiga hari setelah menjalani berbagai pemeriksaan otak, dokter menyatakan bahwa otak Frankielen dinyatakan mati. Saat itu, dokter juga memberikan keterangan bahwa anak kembar yang dikandungnya tidak dapat diselamatkan lagi.

Namun, berbagai perkembangan medis selanjutnya membuat keputusan dokter berubah. Ibu yang telah dinyatakan mati otak tersebut ternyata bisa mempertahankan janinnya hingga usia kandungan 7 bulan.

Peristiwa ini jadi sejarah di dunia medis. Setelah kematianya, hati dan ginjal Frankielen disumbangkan untuk membantu mereka yang membutuhkan transplantasi organ.

Jasadnya memang telah meninggal, anak kembarnya tak memiliki ibu. Namun hati dan ginjal ibu ini tetap hidup di tubuh orang lain.

 

Baca juga:

Keajaiban Bayi Angel; Lahir dari Rahim Ibu yang Telah Mati Selama 54 Hari

 

Seorang wanita yang berasal dari Brazil bernama Rankielen da Silva Zampoli ini dinyatakan mengalami mati pada otak oleh dokter yang menanganginya. Namun tenaga medis telah berhasil mempertahankan hidup dari pasien ini dengan bantuan alat penunjang kehidupan selama 123 hari hingga kandungan berusia 7 bulan. Mari simak kisah mengharukan perjuangan ibu yang sempat alami mati otak ini.

Kisah Haru Ibu yang Berhasil Melahirkan

Semua usaha dilakukan untuk bisa menyelamatkan bayi kembar yang tengah dikandung oleh Rankielen. Setelah 12 hari, bayi kembar ini akhirnya berhasil dilahirkan melalui prosedur operasai Caesar. Pada Oktober 2016 lalu, Rankielen dinyatakan tengah mengalami mati pada bagian otak karena terkena serangan stroke.

mati otak ibu ini berhasil melahirkan bayi kembar Bertahan Hidup Selama 123 Hari

Padahal saat divonis ia tengah hamil dalm memasuki usia kandungan 9 minggu. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter, pendarahan di otaknya tidak mempengaruhi janin kembarnya. Oleh karenanya dokter memutuskan untuk mempertahankan jantung janin di kandungan hingga siap dilahrkan pada 123 hari kemudian saat usia kandungannya mencapai 7 bulan.

sudah tau mati otak ibu ini berhasil melahirkan

Sempat Tidak Tertolong…

Bayi kembar ini kemudian boleh keluar rumah sakit pada Mei 2017 setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit pasca dilahrkan. Hingga akhiranya bayi kembar tersebut dirawat oleh ayah mereka. Padhila ayah dari anak kembar ini mengungkapkan bahwa istrinya nyaris tumbang saat menelpon dan memintanya untuk pulang dari kebun.

sudah tau perjuangan ibu mati otak ibu ini berhasil melahirkan

Lelaki yang berprofesi sebagai petani ini kemudian langsung membawanya ke rumah sakit. Tiga hari setelah dilakukan pemeriksaan otak, dokter menyatakan bahwa Frankielen mengalami mati otak. Saat itu dokter memberikan keterangan bahwa anak kembar yang dikandungnya tidak dapat diselamatkan lagi. Namun setelah melakukan beberapa pertimbangan akhirnya dokter menyatakan bisa menyelamatkan janin yang dikandung istrinya.

Cerita mitra kami
Memberikan Sogokan untuk Anak, Boleh atau Tidak, Ya?
Memberikan Sogokan untuk Anak, Boleh atau Tidak, Ya?
Serunya theAsianparent on the Go 2025 di Bekasi, Banyak Talk Show Bermanfaat!
Serunya theAsianparent on the Go 2025 di Bekasi, Banyak Talk Show Bermanfaat!
MY BABY dan theAsianparent Indonesia Meriahkan Hari Ibu Lewat Acara Spesial 'Mari Rayakan Ibu'
MY BABY dan theAsianparent Indonesia Meriahkan Hari Ibu Lewat Acara Spesial 'Mari Rayakan Ibu'
Bangga jadi Bunda, Apresiasi Peran Penting untuk Keluarga
Bangga jadi Bunda, Apresiasi Peran Penting untuk Keluarga

Kisah haru ini tentu bisa dijadikan pelajaran bagi para orangtua untuk lebih berhati hati lagi untuk menjaga kesehatan saat hamil. Selain itu jangan selalu patah semangat untuk bisa melahirkan anak yang sudah dikandung selama Sembilan bulan lamanya. Apa yang diperjuangkan tentu akan membuahkan hasil dan akan mendapatkan balasan setimpal. Kini keluarga kecil ini bisa berkumpul dengan bahagia bersama dua anak kembarnya.

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Syahar Banu

  • Halaman Depan
  • /
  • Keluarga
  • /
  • Mengalami Mati Otak, Ibu Ini Bertahan Hidup Selama 123 Hari Demi Lahirkan Bayi Kembar
Bagikan:
  • Meyakini Asmaul Husna Ar Rahim yang Artinya Yang Maha Penyayang

    Meyakini Asmaul Husna Ar Rahim yang Artinya Yang Maha Penyayang

  • 11 Lagu Sunda Terpopuler Warisan Budaya Jawa Barat, Cek Yuk!

    11 Lagu Sunda Terpopuler Warisan Budaya Jawa Barat, Cek Yuk!

  • Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

    Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

  • Meyakini Asmaul Husna Ar Rahim yang Artinya Yang Maha Penyayang

    Meyakini Asmaul Husna Ar Rahim yang Artinya Yang Maha Penyayang

  • 11 Lagu Sunda Terpopuler Warisan Budaya Jawa Barat, Cek Yuk!

    11 Lagu Sunda Terpopuler Warisan Budaya Jawa Barat, Cek Yuk!

  • Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

    Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti