Keajaiban Bayi Angel; Lahir dari Rahim Ibu yang Telah Mati Selama 54 Hari

Keajaiban Bayi Angel; Lahir dari Rahim Ibu yang Telah Mati Selama 54 Hari

Karla Perez mengeluh sakit kepala dan pergi untuk tidur siang, namun ia tak pernah bangun lagi. Simak kisah bagaimana bayi tetap bisa lahir dari rahimnya ini.

Mungkin tidak pernah terbayangkan dalam benak kita, bahwa seorang bayi bisa lahir dari ibu yang telah mati. Namun hal ini pernah terjadi di dunia nyata.

Tim medis di Nebraska berhasil membantu seorang bayi lelaki lahir dari ibu yang telah dinyatakan mati otak (fungsi otak mati sepenuhnya, tapi jantung masih berdetak dengan alat bantu rumah sakit) selama 54 hari. The Methodist Health System mengumumkan, bayi lelaki yang diberi nama Angel Perez lahir dengan selamat pada 4 April 2015.

Dr. Brady Kerr, seorang neonatologist di Bagian Neonatal ICU Rumah Sakit Methodist, mengatakan bahwa meski Angel lahir dari ibu yang mati otak, ia tidak mengalami komplikasi yang parah.

“Sulit bagi kami, apa dampak jangka panjang bagi Angel atas situasinya yang langka ini. Namun kami sangat optimis Angel akan baik-baik saja,” ungkap Dr. Brady Kerr seperti dikutip dari Buzzfeed.

Keajaiban Bayi Angel; Lahir dari Rahim Ibu yang Telah Mati Selama 54 Hari

Angel tidak mengalami komplikasi apapun meski lahir dari ibu yang mati otak. Sumber: Methodist Women Hospital

Karla Perez, masih sangat muda ketika dia didagnosa menderita penyakit parah yang disebut juvenile rheumatoid arthritis. Dokter memvonis bahwa dirinya tidak akan bisa punya anak.

Meski demikian, Karla tidak pantang menyerah untuk bisa memiliki anaknya sendiri. Hingga kemudian, Karla berhasil melahirkan putri pertamanya yang diberinama Genesis, dengan selamat pada tahun 2012.

“Karla sangat bahagia, gadis kecil itu adalah segalanya bagi Karla,” ungkap ibu Karla, seperti dikutip dari People.

Keajaiban Bayi Angel; Lahir dari Rahim Ibu yang Telah Mati Selama 54 Hari

Karla bersama putri pertamanya, Genesis yang berusia tiga tahun. Sumber: Dokumen keluarga Jimenez

Setelah kelahiran putri pertamanya, Karla ingin hamil lagi. Sehingga dia menjalani berbagai macam pengobatan demi bisa punya anak kedua bersama pasangannya.

Akhirnya, tiga tahun setelah kelahiran Genesis. Karla kembali hamil. Karla sangat senang saat mengetahui dirinya hamil lagi, dia memutuskan untuk memberi nama anak keduanya Angel.

Pada tanggal 9 Februari 2015, Karla mengeluh sakit kepala. Dia pun pergi ke kamar untuk berbaring dan tidur siang. Namun dia malah tidak sadarkan diri. Karla sempat sadar saat paramedis datang dan membawanya ke rumah sakit.

Setibanya di rumah sakit, Karla langsung diberikan pemeriksaan CT scan yang mengungkap bahwa dirinya mengalami perdarahan intrakarnial yang parah.

Artikel Terkait: Perdarahan Pasca Melahirkan, Ibu Ini Meninggal Tanpa Sempat Menyentuh Bayinya

Dr. Tifany Somer-Shely, Ahli Kandungan yang selama ini merawat Karla menyatakan, “Kami punya firasat kuat bahwa semuanya tidak akan berjalan dengan baik, namun kami tetap berusaha semampu kami untuk menyelamatkannya. Namun kesempatannya untuk bertahan sangat tipis.”

Dokter kemudian menyatakan bahwa Karla telah mati otak, meski kelihatannya tubuh Karla masih hidup, namun dia tidak akan pernah bangun lagi. Keluarga harus menerima kenyataan pahit ini.

Namun, tim Dokter memutuskan untuk menjaga organ tubuh Karla agar tetap berfungsi, supaya bayi di kandungannya bisa tetap tumbuh dan mencapai usia dimana ia cukup sehat dan besar untuk dilahirkan.

Tim medis berencana untuk membuat Angel lahir pada usia kehamilan 32 minggu. Namun saat usia kandungannya 30 minggu lebih 3 hari, kondisi Karla semakin menurun. Sehingga dokter harus segera melakukan proses persalinan cesar.

Keajaiban Bayi Angel; Lahir dari Rahim Ibu yang Telah Mati Selama 54 Hari

Berta Jimenez menggendong cucunya, Angel. Ia berduka atas kehilangan Karla. Namun akan tetap melanjutkan hidup demi cucu-cucunya.

Kasus Karla jarang sekali terjadi. pihak rumah sakit Wanita Methodist mengerahkan 100 dokter dan perawat untuk menangani kasus luar biasa ini. Angel yang lahir dari ibu yang mati otak juga merupakan kasus yang baru pertamakali ditangani oleh mereka.

Sue Korth, Wakil Presiden Rumah Sakit Wanita Methodist mengungkapkan, “Tim kami mengambil langkah besar dalam kasus ini. Kami melakukan sesuatu yang sebelumnya tidak pernah kami lakukan,” ujarnya seperti dikutip dari Independent.

Kehilangan Karla adalah duka mendalam bagi keluarga Jimenez, namun mereka terus menjalani hari-harinya dengan Angel dan Genesis. Anak-anak Karla akan selalu mendengar cerita tentang ibunya yang luar biasa.

Semoga jiwa Karla tenang di alam sana, dan anak-anaknya bisa tumbuh dengan sehat dan bahagia.

 

Baca juga:

Ibu Ini Meninggal Saat Melahirkan Demi Selamatkan Bayinya

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Penulis

Fitriyani

app info
get app banner