Cara Menghitung dan Tanda Masa Subur Perempuan, Bantu Melancarkan Program Hamil

Cara Menghitung dan Tanda Masa Subur Perempuan, Bantu Melancarkan Program Hamil

Mengetahui kapan masa subur perempuan menjadi momen terbaik untuk bisa mewujudkan mimpi memiliki keturunan.

Mengetahui masa subur pada wanita menjadi salah satu cara untuk bisa merencanakan kehamilan dengan baik di dalam keluarga. Pasalnya, masa subur menjadi periode yang baik untuk melakukan pembuahan.

Lantas, bagaimana kita bisa mengetahui masa subur perempuan dan apa saja tandanya? Yuk, langsung saja simak informasinya di sini.

Mengenal Masa Subur Wanita

masa subur pada wanita

Istilah masa subur sangat terkait dengan periode datang bulan. Pada saat haid, sel telur akan berkembang di dalam ovarium. Setelah sel telur matang, peristiwa ovulasi akan terjadi, yakni pelepasan sel telur dari ovarium. 

Ovulasi ini terjadi sekitar 12-14 hari sebelum terjadinya hari pertama haid selanjutnya. Istilah masa subur merujuk pada periode waktu ovulasi, sekitar 12-16 hari sebelum terjadinya haid pertama selanjutnya. 

Akan tetapi, tentunya perkiraan masa subur ini sangat bergantung dari siklus haid pada masing-masing perempuan. Oleh karenanya, sangat penting untuk bisa memahami siklus menstruasi diri sendiri untuk bisa menghitung masa subur secara akurat.

Untuk membantu Parents lebih memahami istilah masa subur, tabel pembagian periode satu siklus menstruasi dari laman kesehatan Good Doctor ini mungkin bisa membantu.

  • 1-7 hari pertama, tahapan sedang menstruasi, memiliki level kesuburan paling sedikit
  • 8-9 hari, hari setelah menstruasi, memiliki level kesuburan mungkin untuk hamil
  • 10-14 hari, hari perkiraan terjadinya ovulasi, memiliki level kesuburan paling tinggi
  • 15-16 hari, hari setelah ovulasi, memiliki level kesuburan mungkin untuk hamil
  • 17-28 hari, penebalan lapisan uterus, memiliki level kesuburan yang kurang

Artikel Terkait: Bagaimanakah mengetahui pria dalam masa subur? Ini contekannya

Cara Menghitung Masa Subur Wanita

masa subur pada wanita

Hamil adalah tentang waktu. Memastikan kondisi yang tepat untuk sel telur dan sperma melakukan pembuahan menjadi salah satu cara efektif untuk bisa mendapatkan kehamilan.

Melansir dari laman WebMD, Berikut ini adalah cara menghitung masa subur perempuan yang sederhana.

1. Mempelajari Siklus Menstruasi Diri Sendiri

Pada umumnya setiap perempuan memiliki masa menstruasi yang berbeda tiap bulannya. Oleh karena itu, penting sekali untuk bisa mengetahui siklus menstruasi sebelum bisa menentukan masa subur.

Bunda perlu mencatat siklus menstruasi selama beberapa bulan untuk bisa mendapatkan rata-rata periode menstruasi. Hari pertama adalah hari menstruasi perdana. 

Setiap perempuan rata-rata memiliki siklus menstruasi 28 hari. Itu berarti ada sekitar 6 hari dalam setiap siklusnya untuk bisa memaksimalkan kehamilan.

2. Menghitung Rata-Rata Periode Menstruasi

masa subur pada wanita

Setelah Bunda mengetahui data siklus menstruasi dalam beberapa bulan, coba kurangi 18 hari dari panjang siklus terpendek menstruasi. Hasil yang didapat merupakan kemungkinan dari hari pertama periode masa subur.

Selanjutnya, coba kurang 11 hari dari siklus terpanjang menstruasi Bunda. Hasil yang didapat merupakan hari terakhir kemungkinan dari periode masa subur. Dengan melakukan hubungan suami istri dalam rentang waktu masa subur, dapat memberikan kesempatan terbaik untuk bisa menghasilkan keturunan.

Artikel Terkait: Tak kunjung hamil, jangan lupa lakukan langkah ini setelah menstruasi

4 Tanda Masa Subur Wanita

Cara Menghitung dan Tanda Masa Subur Perempuan, Bantu Melancarkan Program Hamil

Selain dengan perhitungan, masa subur juga dapat dikenali dengan adanya tanda-tanda seperti berikut ini.

1. Nyeri Perut

Beberapa perempuan mengalami gejala nyeri di sekitar perut pada saat masa ovulasi

2. Munculnya Lendir Serviks

Pada masa subur, terdapat lendir pada mulut rahim yang biasanya berwarna bening licin dan elastis.

Cara Menghitung dan Tanda Masa Subur Perempuan, Bantu Melancarkan Program Hamil

3. Merasa Lebih Bersemangat

Saat perempuan mengalami masa suburnya, biasanya ia akan merasa lebih bersemangat dan bergairah untuk melakukan hubungan seksual. Secara otomatis tubuhnya pun mengeluarkan aroma yang berbeda daripada biasanya sehingga menarik lawan jenisnya.

4. Perubahan Suhu Basal Tubuh

Memeriksa suhu basal tubuh menjadi salah satu cara untuk memeriksa tubuh sedang berovulasi atau tidak. Suhu basal tubuh adalah suhu tubuh di saat pagi.

Saat ovulasi, suhu basal tubuh akan naik sedikit daripada suhu normal, yakni sekitar 35,5 sampai 36,6 derajat Celcius. Parents bisa menggunakan termometer khusus untuk mengukur suhu basal tubuh yang biasanya dijual di apotek.

Selain dengan cara di atas, bisa juga memperkirkaan masa subur pada wanita dengan menggunakan aplikasi yang bisa diinstal di gawai. Jika masih ragu-ragu, Parents bisa mengonsultasikan seputar masa subur dengan dokter kandungan dan mengikuti program hamil secara lebih akurat dan terencana.

Sumber: webmd, alodokter, halodoc, gooddoctor

Baca Juga:

7 Rekomendasi Aplikasi Kalender Menstruasi untuk Bunda, Bisa Pantau Masa Subur!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner