TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Mengenal Pagpag, Makanan ‘Sampah’ Asal Filipina

Bacaan 5 menit
Mengenal Pagpag, Makanan ‘Sampah’ Asal Filipina

Walau telah terkontaminasi, Pagpag tetap jadi primadona sebagian masyarakat

Pernahkah Parents terpikirkan makanan daur ulang dari sampah dan dikonsumsi lagi oleh manusia? Membayangkannya saja pasti sudah membuat geli dan tahu kalau makanan itu sudah jelas tak layak bila dikonsumsi lagi.

Jika sebagian orang masih sering buang-buang makanan tetapi, di bagian negara lain tepatnya di Filipina ada kelompok masyarakat yang punya kebiasaan mengonsumsi makanan ‘sampah’ bernama Pagpag, lho.

Kira-kira seperti apakah hidangan tersebut? Yuk, simak informasinya berikut ini!

Sejarah Munculnya Hidangan Pagpag

Sebenarnya, Pagpag merujuk kepada istilah yang digunakan untuk debu yang melekat pada karpet atau pakaian. Akan tetapi, masyarakat Filipina juga menggunakan nama tersebut untuk daging yang dibuang, kemudian dicuci dan dimasak ulang jadi makanan murah.

Terhimpit ekonomi membuat sebagian warga di pemukiman kumuh Filipina tak mampu menikmati makanan bersih seperti orang kebanyakan. Menyiasati harga kebutuhan pokok dan daging yang mahal, munculah hidangan Pagpag.

makanan daur ulang

Sumber: South China Morning Post

Dikutip dari CNN Indonesia, hidangan ‘sampah’ ini dimanfaatkan oleh para pemulung dan menjadi makanan populer di restoran kecil yang menghidangkan daging buangan dengan harga jual murah meriah.

Walaupun tidak sehat dan kotor, tetapi konsumen Pagpag meyakini jika makanan itu aman dikonsumsi karena telah dimasak ulang.

Melansir dari laman Next Shark, makanan nyeleneh ini mulai merajalela sejak 2008, bertepatan saat tingkat kemiskinan dan krisis pangan di Filipina kian meningkat.

Proses Pembuatan Pagpag

Melansir dari South China Morning Post, para pemulung daging ini mendatangi area pembuangan sampah dan mengais daging-daging yang telah bercampur dengan sampah lainnya. Mulai dari sampah rumahan hingga restoran cepat saji, mereka mengumpulkan seluruhnya.

Kemudian mereka akan menjual sekantong daging kepada restoran kecil seharga 20 Peso atau sekitar Rp5 ribu. Daging-daging itu langsung dicuci bersih, baik tulang ayam hingga bagian daging lainnya.

makanan daur ulang

Sumber: South China Morning Post

Setelah daging sudah bersih, selanjutnya makanan itupun diolah dan dimasak kembali menjadi berbagai macam menu masakan yang dicampur adobo atau bumbu saus, rempah-rempah, juga sayuran. Hidangan ini akan disajikan dengan nasi hangat.

Tidak asal mengumpulkan daging, seorang pengepul bernama Salazar biasanya akan memilah dan memilih daging mana yang kondisinya cukup baik dengan mencubitnya. Seperti daging babi dan ayam lembek, ia tidak akan membawanya.

makanan sampah pagpag

Sumber: South China Morning Post

“Kami memakan ini (Pagpag). Daging-daging ini dicuci bersih untuk menghilangkan bau dan agar rasanya jadi enak. Biasanya daging itu kami goreng atau tumis, lalu disantap bersama anak-anakku,” kata Salazar.

Selain mengais daging sisa, Salazar juga kerap mengumpulkan minyak, kecap, hingga nasi untuk dimasak kembali di rumahnya. Salazar dan ketiga anaknya sudah menikmati Pagpag sejak lama.

Artikel terkait: Indonesia Penyumbang Sampah Makanan Terbesar Kedua di Dunia: Stop Sia-Siakan Makananmu!

Pagpag Jadi Makanan Penyelamat

Murahnya Pagpag ini menjadi primadona bagi masyarakat kalangan bawah Filipina. Tradisi unik dan dianggap jorok tersebut malah digandrungi para penikmatnya, bahkan kian populer.

Seporsi Pagpag dijual 10 Peso atau setara Rp2.500. Seorang penduduk mengatakan jika makanan ‘sampah’ ini dapat membantu kehidupan mereka.

makanan daur ulang

Sumber: South China Morning Post

“Dengan jenis kehidupan yang kami jalani, ini sangat membantu,” katanya dikutip dari Oddity Central.

Cerita mitra kami
Parents Wajib Tahu! Ini Cara Atur Strategi Keuangan, Dana Darurat, dan Asuransi di Era Dinamis
Parents Wajib Tahu! Ini Cara Atur Strategi Keuangan, Dana Darurat, dan Asuransi di Era Dinamis
Edukasi Gizi Sejak Dini, 50 Chef Cilik Unjuk Kreativitas di Grand Final Weyoco Junior Chef Indonesia Season 5
Edukasi Gizi Sejak Dini, 50 Chef Cilik Unjuk Kreativitas di Grand Final Weyoco Junior Chef Indonesia Season 5
Kenyamanan Sehari-hari, Kenangan Sepanjang Masa: Cerita di Balik Petit Beary
Kenyamanan Sehari-hari, Kenangan Sepanjang Masa: Cerita di Balik Petit Beary
Dukung Pendidikan dan Lingkungan Sehat, PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk Gelar CSR di SDN 01 Cilangkap
Dukung Pendidikan dan Lingkungan Sehat, PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk Gelar CSR di SDN 01 Cilangkap

Salah seorang pemilik kedai yang sudah ‘menyulap’ dan berjualan Pagpag selama 6 tahun menuturkan jawaban selaras jika hasil penjualan dari makanan daur ulang ini bisa memenuhi kebutuhan hidup.

seporsi pagpag

Sumber: South China Morning Post

“Kami menjual ini untuk bertahan hidup. Pendapatannya (dari Pagpag) kami gunakan untuk kebutuhan hidup, dan orang-orang membutuhkan itu,” ujar Mama Rosita.

Soal rasa, dalam liputan kanal Asian Boss seorang pembeli mengatakan jika rasa dari tiap hidangan Pagpag ini sangat lezat dan tak tercium aroma busuk atau rasa aneh apapun. Bahkan, kuliner itu jadi favoritnya.

Otoritas Kesehatan Filipina Beri Peringatan

Otoritas kesehatan Filipina menilai jika Pagpag mempunyai risiko kesehatan. Pasalnya, daging tersebut diambil dari tempat sampah yang memungkinkan telah tercemar dari sampah lainnya, dimakan orang lain, juga tercemar bakteri Salmonella.

Alih-alih khawatir dengan kesehatan, Pagpag tetaplah populer dan para penikmatnya tak merasa takut menikmati makanan tersebut, adapula yang menyebut jika Pagpag bergizi dan lezat.

makanan daur ulang

Sumber: Next Shark

“Mereka terpaksa melakukan hal itu karena tidak memiliki cukup uang untuk membeli makanan yang harus mereka siapkan,” kata Maria Theresa Sarmiento, manajer kesehatan dan gizi Philippine Community Fund.

Komisi Nasional Anti-Kemiskinan Filipina juga telah memperingatkan konsumsi Pagpag karena dapat menyebabkan sejumlah penyakit seperti hepatitis A, diare, kolera, dan tipoid. Sayangnya para pemilik warung mengabaikan karena belum pernah menemui konsumen meninggal karena konsumsi Pagpag.

Indonesia Juga Punya ‘Pagpag’

Tak hanya di Filipina saja lho, Parents rupanya di Indonesia juga ada makanan daur ulang. Hal ini pernah diliput oleh kanal Asumsi yang berkunjung ke tempat pembuangan sampah Bantar Gebang.

Dua warganya menuturkan punya kebiasaaan kerap menikmati makanan yang dipungutnya dari tumpukan sampah. Anay, influencer TikTok yang sejak kecil menetap di Bantar Gebang menyebutnya sebagai bukit surga.

bantar gebang

Sumber: youtube/Asumsi

Dilansir dari laman Dream, Anay sering memungut makanan yang dibuang, terutama ayam goreng. Bahkan dirinya mengaku lebih suka ayam goreng bekas daripada yang masih baru.

Sama seperti Pagpag, Anay juga akan mengolah kembali ayam tersebut dengan baluran tepung dan digoreng. Entah mengapa, Anay menuturkan kalau ayam goreng buatannya terasa lebih enak.

bantar gebang

Sumber: youtube/Asumsi

Selain Anay, seorang warga lainnya juga menuturkan suka memungut kembali ayam dan buah-buahan yang ditemuinya. Kemudian bahan makanan tersebut dicuci bersih dan diolah dengan racikan bumbu sendiri.

***

Melihat kebiasaan sebagian masyarakat di belahan negara lain masih tak bisa memeroleh makanan yang layak ini setidaknya dapat menjadi pelajaran, sekaligus pengingat agar kita lebih menghargai makanan. Yuk, mulai sekarang jangan sia-siakan makanan!

Baca juga:

Tips Kurangi Sampah Sisa Makanan, MasterChef Singapura Tantang dengan Bahan Unik!

11 Tempat Wisata Di Filipina yang Bisa Menjadi Tempat Favorit Kalau Berlibur

10 Makanan Halal Filipina Lezat, Mirip Hidangan Indonesia!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Alya

  • Halaman Depan
  • /
  • Gaya Hidup
  • /
  • Mengenal Pagpag, Makanan ‘Sampah’ Asal Filipina
Bagikan:
  • 35 Film Dewasa Indonesia Terpanas Paling Populer, Cek!

    35 Film Dewasa Indonesia Terpanas Paling Populer, Cek!

  • 15 Arti Mimpi Potong Rambut, Pertanda Baik atau Buruk? Cek!

    15 Arti Mimpi Potong Rambut, Pertanda Baik atau Buruk? Cek!

  • 30 Rekomendasi Film Semi Amerika Terpanas untuk Pasangan Dewasa

    30 Rekomendasi Film Semi Amerika Terpanas untuk Pasangan Dewasa

  • 35 Film Dewasa Indonesia Terpanas Paling Populer, Cek!

    35 Film Dewasa Indonesia Terpanas Paling Populer, Cek!

  • 15 Arti Mimpi Potong Rambut, Pertanda Baik atau Buruk? Cek!

    15 Arti Mimpi Potong Rambut, Pertanda Baik atau Buruk? Cek!

  • 30 Rekomendasi Film Semi Amerika Terpanas untuk Pasangan Dewasa

    30 Rekomendasi Film Semi Amerika Terpanas untuk Pasangan Dewasa

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti