Makan Plasenta Bayi Setelah Melahirkan, Ada Manfaatnya atau Berbahaya?

undefined

Benarkah makan plasenta bayi benar-benar ada manfaatnya dan aman?

Advertisement

Sampai saat ini perdebatan mengenai manfaat dan risiko makan plasenta bayi masih terus berlangsung. Ada yang bilang ada manfaatnya, di sisi lain, banyak yang tidak setuju.

Lalu, apakah saat ini sudah ada jawaban pasti akan manfaat serta risiko makan plasenta bayi? Cek jawabannya di bawah ini.

Artikel terkait: 7 Fungsi Plasenta yang Krusial Bagi Tumbuh Kembang Janin

makan plasenta bayi

Rumor Manfaat Makan Plasenta Bayi

Selama sembilan bulan masa kehamilan, plasenta membantu bayi Anda untuk bisa bernapas, mendapatkan nutrisi, dan membuang kotoran. Melansir WebMD, plasenta mengandung beberapa hormon, termasuk oksitosin, estrogen, progesteron, dan relaksin. Plasenta juga kaya protein, asam amino, dan mineral.

Namun, bagaimana dengan makan plasenta bayi yang dilakukan oleh ibu yang baru saja melahirkan? Apakah benar-benar memiliki manfaat?

Praktik mengonsumsi plasenta bayi atau disebut placentophagy telah dilakukan beberapa selebriti. Sebut saja Kim Kardashian yang mengatakan saat makan plasenta bayi memberinya energi baru.

Sementara aktris televisi, January Jones mengaku kalau ia makan plasenta bayi sebagai obat untuk depresi pasca melahirkan. Dia bahkan merekomendasikan agar hal ini dilakukan oleh semua ibu baru untuk mencegah depresi.

Selain itu, Calvin Harris yang membagikan gambar plasenta istrinya, Vick Hope, yang tampak menunjukkan organ tersebut mengalami dehidrasi dan diubah menjadi pil.

Setelah proses melahirkan, banyak yang percaya bahwa dalam plasenta bayi terdapat beragam zat organik bergizi yang dapat membantu pascamelahirkan. Beberapa rumor manfaat makan plasenta bayi di antaranya:

  • meminimalkan rasa sakit yang dirasakan oleh sang ibu
  • mengurangi perdarahan
  • meningkatkan pasokan ASI
  • menyeimbangkan hormon
  • meningkatkan ikatan antara ibu dan bayi
  • bahkan dipercaya bisa membantu meringankan depresi pascamelahirkan dan insomnia.

Klaim-klaim di atas belum memiliki bukti ilmiah. Jadi, tidak ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa mengonsumsi plasena bisa memberikan manfaat-manfaat seperti di atas. Studi ilmiah yang telah dilakukan tidak menemukan bahwa makan plasenta bayi setelah melahirkan memiliki manfaat tertentu.

Pada hewan, mengonsumsi plasenta setelah melahirkan memang memiliki manfaat. Contohnya, mengurangi rasa sakit melahirkan pada anjing betina saat bayi mereka satu-satu lahir, dan mendukung ikatan antara ibu dan bayi baru lahir. Namun, hal ini terjadi pada anjing, bukan manusia perempuan. Bahkan nutrisi yang mungkin didapatkan dari plasenta bisa didapatkan dari mengonsumsi makanan sehat.

Artikel terkait: Bagaimanakah Posisi Normal Plasenta Selama Kehamilan? Ini Jawabannya, Parents

Bagaimana Plasenta Dimakan?

pil kapsul plasenta

Setelah melahirkan, ada beberapa cara yang dilakukan untuk memakan plasenta, di antaranya:

  • Dalam bentuk pil kapsul. Hal ini dilakukan dengan mengukus dan mengeringkan plasenta atau dengan memproses plasenta mentah.
  • Memakan plasenta mentah atau dimasak.
  • Dimasukkan ke dalam smoothies.
  • Dikonsumsi dalam bentuk cairan ekstrak.

Artikel terkait: Bahaya Urut Bagian Perut saat Hamil, Gangguan Plasenta hingga Kontraksi Prematur

Apakah Aman Makan Plasenta Bayi?

Makan plasenta setelah melahirkan atau placentophagy, bisa membahayakan bayi dan ibu. CDC (Centers for Disease Control and Prevention) telah telah mengeluarkan peringatan untuk tidak mengonsumsi kapsul plasenta. Peringatan tersebut didasarkan pada sebuah kasus, yakni seorang bayi baru lahir mengalami infeksi yang disebut streptokokus grup B (GBS) setelah ibunya mengonsumsi kapsul plasenta

CDC juga menambahkan bahwa sejauh ini belum ada standar aman untuk memproses plasenta agar aman dikonsumsi. Pemanasan pada suhu 54°C selama 121 menit diperlukan untuk mengurangi jumlah bakteri Salmonella sebesar 7 log10.

Dalam hal ini, pemanasan dalam waktu yang cukup pada suhu yang memadai untuk menurunkan jumlah bakteri GBS mungkin tidak tercapai. Konsumsi kapsul plasenta yang terkontaminasi mungkin telah meningkatkan kolonisasi bakteri GBS pada usus dan kulit ibu, sehingga memudahkan penularan ke bayi.

Dengan kata lain, meskipun belum ada bukti yang menunjukkan bahwa memakan plasenta dapat membantu, ada kemungkinan hal itu dapat membahayakan. Plasenta Anda dapat terkontaminasi virus atau bakteri. Plasenta juga dapat mengandung racun seperti logam berat yang disaring dari darah Anda.

Idealnya, Anda pun perlu mendiskusikan dengan dokter terpercaya sebelum mengonsumsi apa pun apalagi yang bersifat kontroversi. Jangan sampai makan plasenta bayi hanya karena sekadar mengikuti trend, padahal masih diperlukan banyak penelitian yang mendalam.

Semoga informasi ini bermanfaat, Parents.

Notes from the Field: Late-Onset Infant Group B Streptococcus Infection Associated with Maternal Consumption of Capsules Containing Dehydrated Placenta — Oregon, 2016
www.cdc.gov/mmwr/volumes/66/wr/mm6625a4.html

Should I Eat My Placenta?
www.webmd.com/baby/should-i-eat-my-placenta

Calvin Harris shares placenta photos after birth of son
www.bbc.com/news/articles/c5y0295wg30o

Baca Juga:

Makan Ari-ari Bayi Masih Jadi Tren di Beberapa Negara

23 Pilihan Makanan Terbaik dan yang Dilarang untuk Ibu Setelah Melahirkan

10 Cemilan Untuk Melangsingkan Badan Setelah Melahirkan

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.