Bagaimana Mengatasi Kesulitan Belajar pada Anak?

lead image

Kesulitan belajar (learning disability) bukan pertanda lemahnya inteligensi anak, tetapi pertanda kita harus mencarikan cara belajar yang berbeda untuknya.

 

Atasi kesulitan belajar sejak dini

Atasi kesulitan belajar sejak dini

Memiliki anak yang mengalami kesulitan belajar (learning disability) bukanlah alasan untuk tidak berbahagia memilikinya. Membantu anak mengatasi kesulitannya dalam belajar, sejatinya tidak hanya membantu anak menemukan dirinya, melainkan membantu anda untuk meraih kebahagiaan bersamanya.

Kesulitan belajar (learning disability) merupakan fenomena yang umum terjadi dalam suatu proses belajar dan pendidikan seorang anak. Kesulitan belajar belajar ini pada mulanya dianggap sebagai akibat dari rendahnya inteligensi anak.

Hal ini berdampak pada banyaknya orang tua yang akhirnya memilih untuk bersikap pasrah dan menganggap ketidakmampuan anaknya menangkap pelajaran sebagai hal yang lumrah, sehingga label “bodoh” pun melekat pada diri sang anak.

Sejatinya, tidak ada anak yang terlahir bodoh. Setiap anak adalah individu yang memiliki keunikan, keunikan ini pula yang menyebabkan kemampuan dan kecerdasan setiap anak berbeda satu sama lain, sekalipun mereka terlahir sebagai saudara kembar.

Kesulitan belajar ini, hanya bisa diatasi dengan memberikan pelajaran dengan cara yang berbeda. Kita tentu mengetahui sejumlah tokoh besar yang mengalami kesulitan belajar di masa kanak-kanak, namun berhasil dikemudian hari seperti Albert Einstein, Thomas Alfa Edison, Sydney Sheldon, Roosevelt hingga wakil presiden, Rockefeller. Keberhasilan mereka dalam belajar, adalah dikarenakan mereka belajar dengan cara yang berbeda.

Parents, untuk membantu anak kita mengatasi kesulitan belajar yang mereka alami, alangkah baiknya bila kita memahami berbagai tipe gaya belajar.

Menurut Carbo dkk, dalam Winnebrenner, 1996, ada tiga tipe gaya belajar pada anak, yaitu :

1. Tipe Auditori

Anak dengan gaya belajar auditori ini lebih suka belajar dengan cara mendengarkan. Mereka memiliki kemampuan berpikir logis analitis dan memiliki urutan dalam berpikir. Mereka cenderung menyukai pelajaran yang menyangkut analisa bunyi dan angka dan mengikuti arahan/petunjuk dengan keteraturan

2. Tipe Visual

Anak dengan gaya belajar visual belajar dengan cara melihat. Mereka harus mempunyai gambaran di dalam otaknya untuk memahami pelajaran.

3. Tipe Taktil-Kinestesis

Anak dengan tipe ini belajar dengan cara menyentuh dan bergerak. Mereka menyukai contoh-contoh konkrit dan mempelajari berbagai hal yang bisa mereka sentuh dan berada dalam jangkauannya. Praktikum adalah metoda belajar yang paling mereka sukai.

Tahukah, Bunda, bahwa kesulitan belajar ini merupakan gangguan yang tidak dapat hilang dan akan terus dibawa oleh seorang anak. Namun mereka tetap bisa berkembang optimal sesuai dengan kecerdasan yang mereka miliki.

Baca juga : Kuis Mendeteksi Gaya Belajar Anak

Apa yang harus kita lakukan untuk membantu mengoptimalkan kecerdasan anak yang memiliki kesulitan belajar?

Langkah-langkah berikut penting untuk kita lakukan :

1. Bila kita melihat anak kita mengalami kesulitan belajar, maka lakukan pemeriksaan menyeluruh pada tenaga profesional untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan anak serta untuk mengetahui cara belajar yang paling sesuai bagi anak.

2. Pelajari tentang kesulitan belajar. Semakin banyak yang orangtua mengetahui tentang kesulitan belajar dan perbedaan cara belajar, semakin dapat orangtua membantu diri sendiri dan anak.

3. Bicaralah pada anak secara terbuka dan kenalkan kesulitan belajar yang mereka alami serta kelebihan yang mereka miliki.

4. Ajaklah anak untuk menghargai perbedaan antar individu dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

5. Bantu dan berikan dukungan pada anak untuk mengembangkan kekuatan dan bakat yang mereka miliki.

6. Ajak mereka untuk menetapkan target-target yang realistis.

7. Jalinlah komunikasi yang baik dengan guru di sekolah.

8. Bimbinglah anak untuk mengerjakan tugas-tugas sekolah.

9. Ingatkan mereka bahwa mereka adalah anak-anak yang pandai, namun memiliki cara belajar yang berbeda.

10. Terimalah anak dengan segala keunikan mereka.

 

Satu hal yang harus kita sadari, Parents, bahwa menyadari berbeda itu indah akan memudahkan kita menerima perbedaan cara belajar yang ditempuh oleh anak kita.

Selamat mencoba dan tetap semangat…

Baca juga artikel menarik lainnya:

Makanan yang Meningkatkan Konsentrasi Belajar

Yuk, Deteksi Kesulitan Belajar Sejak Dini

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.