Yuk, Deteksi Kesulitan Belajar Anak Sejak Dini

Yuk, Deteksi Kesulitan Belajar Anak Sejak Dini

Kesulitan belajar anak dapat dideteksi sejak dini. Apa saja yang harus kita lakukan untuk mengetahuinya? Berikut ulasannya untuk Anda.

Setiap anak  berkembang sesuai karakteristiknya masing-masing. Sebagian lebih cepat dalam beberapa hal, namun lambat dalam hal lainnya. Wajar jika kemudian ada seorang anak yang melampaui tahap merangkak, namun sedikit lambat perkembangan bicaranya. Lalu, bagaimana mendetesi anak yang kesulitan belajar dan cara mengatasinya?

Apakah si kecil mengalami kesulitan belajar?

Baca juga: Perkembangan Motorik Anak

Secara umum, anak juga memiliki perkembangan standar yang harus ia penuhi. Dan bila hal ini ada pada taraf “sangat lambat” maka sebagai orang tua kita perlu curiga, dan jika mungkin segera mengatasi, agar kemudian tidak berkembang dan membuatnya sulit belajar kelak.

Ada beberapa tahapan berbeda pada perkembangan anak yang dapat menjadi tanda kesulitan belajar pada anak

Identifikasi yang perlu dilakukan sejak dini

Kesulitan belajar dapat dideteksi semenjak dini, yaitu dengan mengamati perkembangan standarnya dan beberapa tanda-tanda kecil lainnya.

Usia bayi hingga satu tahun

Saat si kecil berusia 6 – 12 bulan, hal pertama yang akan menjadi tanda bahwa si kecil mungkin akan mengalami kesulitan belajar adalah perkembangan motoriknya. Bagaimana ia menggerakkan lengan mereka, usaha dia untuk berguling, berdiri adalah beberapa tanda yang harus diamati.

Menangis merupakan bahasa pertama bayi. Jika Parents merasa si kecil tidak banyak menangis meski ia sedang lapar atau butuh popoknya diganti, bisa jadi ini merupakan tanda lain kesulitan belajarnya kelak.

Parents dapat melihat apa saja arti tangisan si Kecil pada link berikut

Usia Balita

Selayak sebuah spon, usia balita adalah usia di mana anak akan menyerap banyak hal dari lingkungannya. Pada tahap ini kita akan lebih mudah menentukan apakah si Kecil banyak mengalami gangguan dalam perkembangan standarnya atau malah melampaui milestone yang seperti dokter terapkan.

Memang sedikit menyulitkan untuk mendeteksi kesulitan belajar pada usia ini apabila kita hanya melihat satu atau dua pembanding di sekitar anak. Akan sangat membantu apabila si kecil tergabung dalam sebuah kelompok bermain atau daycare, karena akan lebih mudah mengobservasi si kecil saat berhubungan dengan orang lain.

Berikut beberapa hal yang harus kita perhatikan saat si Kecil berada dalam usia balita :

Koordinasi tangan dan mata harus berkembang dengan cepat pada tahap ini. Jika Parents melihat tanda yang mencurigakan pada si kecil, bisa jadi ini merupakan tanda adanya gangguan belajar nanti.

Saat si kecil memasuki tahap usia balita, mereka harus mampu untuk menggabungkan beberapa kalimat sederhana.  Mulai dari dua kata hingga kalimat yang terdiri dari beberapa kata.

Selain itu ia juga harus mampu memahami apa yang Parents maksud, meski tidak mendengar apa yang sebenarnya Parents katakan (misal dengan membaca mimik wajah).

Usia balita biasa disebut sebagai usia peniru. Mereka akan mencari tahu apa yang kita lakukan, dan kemudiian meniru tindakan tersebut. Jika Parents mendapati adanya permasalahan dalam hal ini (kemampuan mengobservasi dan meniru), biasanya dokter akan melakukan beberapa tes sederhana untuk memastikan ada tidaknya masalah.

Baca juga: Tahapan Perkembangan Bahasa Balita

Selanjutnya, kesulitan belajar di usia sekolah, pada halaman berikut:

Usia sekolah

Pada usia sekolah anak-anak akan lebih menunjukkan kurva yang sangat berbeda jika mereka memiliki kesulitan belajar, terutama dalam hal membaca dan konsentrasi.

Jika si usia sekolah menunjukkan masalah terkait dengan apa yang mereka baca, atau menjawab pertanyaan-pertanyaan sederhana, maka mereka perlu untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Tanda diseleksia adalah adanya kebingungan pemahaman antara huruf dan angka saat anak sedang membaca. Selain itu mereka biasanya menulis dengan cara mundur, susah untuk konsentrasi, tidak mampu membedakan mana huruf “d” dan huruf “b” dan masih banyak lagi. Guna memastikan ajaklah si Kecil berkonsultasi dengan seorang psikolog agar mendapatkan tes dan terapi yang tepat.

Untuk itu Parents, penting kiranya kita memiliki catatan kecil atau milestone tentang perkembangan si kecil. Hal ini selain akan mempermudah mendeteksi masalah, juga akan sangat membantu pada saat sesi konsultasi dengan dokter.

Ref: 10 Ways to Tell Your Child has a Learning Disability 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner