Kisah Seorang Ibu Di balik Kehebatan Anak Berkebutuhan Khusus

Kisah Seorang Ibu Di balik Kehebatan Anak Berkebutuhan Khusus

Seringkali kita mendengar banyak kisah tentang orang tua-orang tua hebat yang sukses membesarkan seorang anak berkebutuhan khusus. Dan kisah berikut ini, mungkin adalah salah satunya.

Ini adalah kisah seorang ibu yang mengabaikan hasil analisa para ahli tentang putranya. Ia memilih untuk tidak percaya ketika dokter mengatakan putranya adalah anak berkebutuhan khusus.

Alih-alih mempercayai dokter, ibu ini mengikuti naluri keibuannya, dan hasilnya sungguh sangat mengejutkan.

Saat Pertama Dokter Mendiagnosa Jacobs sebagai Anak Berkebutuhan Khusus

Pada saat berusia 2 tahun, Jacobs didiagnosamenderita autisme. Bahkan dokter juga mengatakan, bahwa mungkin saja ia tidak akan pernah bisa bicara.

Sebagai orang tua yang baik, si Ibu hebat ini, Kristine Barnett, mengikuti saran dokter dengan memberikan pendidikan dan terapi khusus anak berkebutuhan khusus kepada Jacobs. Tujuannya, tentu saja, mengatasi keterbatasan Jacobs, agar kelak ia dapat mandiri hidup di tengah masyarakat.

Sayangnya, para guru pada program pendidikan anak berkebutuhan khusus tersebut justru mengatakan agar Kristine tidak menyimpan harapan apapun terhadap Jacob.

Tetapi, naluri keibuannya mengatakan lain. Kristine tidak mau mempercayai vonis tersebut begitu saja. Ia memilih jalan berbeda yang biasa ditempuh oleh para ahli dalam mengatasi keterbatasan seorang anak berkebutuhan khusus. Daripada fokus pada kekurangan Jacob, Kristine memilih mengembangkan apa yang menjadi ketertarikan Jacob.

“Saat itu, banyak orang yang berpikir bahwa saya sudah kehilangan pikiran” cerita Kristine. Dan apa yang diyakini Kristine kini membuahkan hasil. Jacob yang saat ini 15 tahun, sedang berusaha mengembangkan teori fisikanya untuk memenangkan hadiah Nobel!

Rahasia Kristine Menangani Anak Berkebutuhan Khusus

Setiap hari Kristine mengamati bahwa Jacob punya kebiasaan untuk mengulang-ulang beberapa hal. Seperti mengamati sebuah gelas dan melihat sinar melaluinya. Memutar-mutar gelas itu dan mengamatinya berjam-jam.

Alih-alih mengambil gelas tersebut, Kristine justru memberikan gelas-gelas yang lain. Mengisinya dengan air dalam jumlah yang berbeda, dan membiarkan Jacobs untuk mengamati setiap perbedaan yang terjadi.

“Sebisa mungkin saya memberikan apa pun yang Jacob sukai,” jelas Kristine. Dan semakin sering Kristine melakukan hal tersebut berulang-ulang, perlahan apa yang ia yakini mulai membuahkan hasil.

Setiap malam Kristine selalu menyelimuti Jacobs sambil mengatakan, “Goodnight, baby Jacob, You’re my Baby Angel and I love you very much”. Dan suatu malam, tiba-tiba Jacob menjawab ucapan selamat tidurnya, “Night, night Baby Bagel” Kristine berpikir bisa jadi selama ini Jacobs menganggap bahwa ia dipanggil dengan sebutan “Baby Bagel”

Bagi Kristine, hal ini sangatlah luar biasa, karena itu artinya ia telah mematahkan apa yang dokter dan guru Jacobs dulu katakan. Saat ini Jacobs sendiri tercatat sebagai murid pada kelas Teori Fisika di Perimeter Institut, Waterloo, Ontario. Serta dinyatakan memiliki IQ yang lebih tinggi dibanding Einstein.

Penglaman Kristine ini ia tuliskan dalam sebuah buku berjkudul “The Spark: A Mother’s Story of Nurturing, Genius, and Autism.” Pengalaman membesarkan Jacobs ini juga sering ia bagi kepada para Ibu dengan anak berkebutuhan khusus; terutama mereka yang ada pada spektrum ADHD, kesulitan belajar, atau kekurangan lainnya.

Menurut Kristine adalah sangat penting untuk memperhatikan apa yang dokter katakan; namun jangan sampai hal itulah yang menentukan bagaimana Anda mengasuh anak-anak Anda. Temukan apa yang menjadi hal terbaik bagi putra-putri Anda. Dan biarkan hal itulah yang membentuk anak-anak kita. Biarkan anak-anak kita meraih cita-cita yang ia sukai.

Sebagai orang tua kita pasti mengetahui apa yang menjadi kebutuhan anak-anak kita, kita hanya perlu lebih mempercayainya; meskipun mungkin hal itu sangat bertentangan dengan apa yang orang katakan.

Baca juga kisah yang ditulis langsung oleh seorang ibu dengan anak penderita autisme :

Anugerah Tersembunyi – Membesarkan Anak Autis

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner