TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Ramadan MomTAP
  • Event
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Ramadan MomTAPRamadan MomTAP
  • EventEvent
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Bayinya Meninggal di Usia 3 Minggu, Ibu Ini Donorkan 17 Kg ASI untuk Mengenangnya

Bacaan 4 menit
Bayinya Meninggal di Usia 3 Minggu, Ibu Ini Donorkan 17 Kg ASI untuk Mengenangnya

Inilah kisah seorang ibu donorkan ASI-nya untuk bayi di NICU. Rasa sedih kehilangan, membuat ibu tersebut ingin melakukan hal baik atas nama bayinya yang telah tiada.

Sangat menyentuh bagaimana kisah seorang ibu donorkan ASI. Sebagai wujud cinta kasih pada anaknya yang telah tiada, ia menyumbangkan ASI-nya untuk bayi lain yang sedang berjuang di NICU.

Ibu mana yang tak patah hati ketika harus kehilangan buah hati tercinta. Rasa kehilangan itu pula yang dirasakan Britanny Korb. Elias, putra bungsunya meninggal pada bulan April ketika ia baru berusia tiga minggu.

Elias Menderita Penyakit Langka: Isi Perutnya Pindah ke Dada

Ketika Britanny Kolb hamil 18 minggu, dia dan suaminya pergi ke dokter untuk memeriksa kandungan Kolb. Pasangan suami istri yang diliputi sukacita ini mengira satu-satunya berita yang akan mereka ketahui adalah jenis kelamin sang bayi.

Akan tetapi, saat itulah mereka mengetahui bahwa perut bayi mereka terletak di dadanya, indikasi bahwa bayi tersebut mungkin menderita Congenital Diaphragmatic Hernia (CDH). Ini adalah cacat lahir di mana diafragma, otot yang memisahkan dada dari perut, tidak menutup dengan baik di dalam rahim.

kisah ibu donorkan ASI

Elias saat dirawat di rumah sakit. Foto: Insider

Kondisi ini memungkinkan isi perut, seperti lambung dan hati bergerak naik ke dada, sehingga menghalangi perkembangan paru-paru. Tingkat kelangsungan hidup bayi dengan CDH adalah 50 persen.

Ketika Elias lahir pada bulan April, bayi malang itu diintubasi, dipasang ventilator, dan langsung dibawa ke NICU. Tiga hari kemudian, Elias diberikan oksigenasi membran ekstrakorporeal (ECMO), salah satu bentuk penunjang hidup. Ia juga menjalani dua kali operasi.

Sang ibu, Britanny Kolb, bahkan harus mendapatkan izin untuk menyentuh bayinya sendiri. Pasalnya si bayi akan mudah gelisah dan organ vitalnya akan turun.

Artikel terkait: Cynthia Lamusu Tak Segan Menerima Donor ASI untuk Bayi Kembarnya

Elias Meninggal di Usia Tiga Minggu

kisah ibu donorkan ASI

Menggenggam tangan mungil Elias. Foto: Insider

Kondisi anak kedua Britanny Kolb itu sempat membaik selama seminggu, dan kemudian mulai menurun lagi. Kolb mengatakan, para dokter pada saat itu secara terbuka menyatakan bahwa Elias telah menderita kerusakan otak yang signifikan dan tidak ada intervensi medis tambahan untuk dicoba.

Meski begitu, Kolb mengatakan bahwa dia dan suaminya tetap berharap akan keajaiban. Ketika Elias meninggal, Kolb mengatakan ia sangat sedih dan terpukul atas kematian putranya itu.

Setelah bayinya, Elias, meninggal pada bulan April, Brittany Kolb dan suaminya bergiliran menggendong putra mereka yang berusia tiga minggu selama sisa hari itu. Bahkan hari itulah untuk pertama kalinya pasangan asal Kansas City ini bisa memeluk bayi mereka tanpa jeratan kabel atau tabung.

Kolb, yang juga memiliki seorang putra berusia dua tahun, mengatakan dia terus menangis, ketika sang suami duduk di sisinya dengan Elias dalam pelukannya. Saat itu pula Kolb mulai merasakan nyeri di payudara.

Bayinya Meninggal di Usia 3 Minggu, Ibu Ini Donorkan 17 Kg ASI untuk Mengenangnya

Payudara Kolb membengkak karena sudah lewat waktunya dia akan memerah ASI. Saat Kolb menekan alat pompa ke payudaranya, ia merasa makin hancur.

“Memompa ASI yang aku tahu bayiku tidak akan pernah sempat meminumnya, sangat menyakitkan,” kata Kolb kepada Insider.

Seorang konsultan laktasi lalu datang ke kamar rumah sakit dan memberikan tips kepada Kolb tentang cara mengeringkan suplai ASI.

Artikel terkait: Ingin Donor ASI? Ini Prosedur yang Wajib Bunda Ketahui

Kisah Ibu Donorkan ASI untuk Bayi di NICU

Setelah bayinya meninggal, Brittany Kolb memutuskan untuk menyumbangkan ASI untuk bayi sakit yang membutuhkan.

Konsultan laktasi kemudian memberi saran lebih jauh. Kolb dapat terus memompa ASI untuk jangka waktu tertentu dan menyumbangkannya kepada bayi yang membutuhkan bantuan medis.

Kolb menyambut baik saran tersebut. ASI-nya akan membantu bayi yang sakit yang tidak dapat mentolerir susu formula, atau mungkin bayi yang tidak bisa memperoleh ASI dari ibu mereka. Itu juga merupakan cara Kolb untuk merawat ingatannya akan sang putra, Elias.

Bayinya Meninggal di Usia 3 Minggu, Ibu Ini Donorkan 17 Kg ASI untuk Mengenangnya

“Aku memikirkan semua bayi yang dapat memperoleh manfaat,” kata Kolb. “Aku pun merasa terhormat bisa memberikannya kepada bayi rapuh lain yang membutuhkan.”

Kolb lalu memompa ASI-nya dengan telaten. Ibu muda yang baru saja kehilangan anak lelakinya ini menghasilkan begitu banyak ASI sehingga ia kehabisan ruang freezer di rumahnya. Kolb akhirnya menyimpan sekantong susu di freezer beberapa temannya. Akhirnya, Kolb menyumbangkan lebih dari 17 kg ASI untuk bayi-bayi yang tengah dirawat di NICU.

Menyumbangkan ASI telah memberi Kolb perasaan lega dan bahagia. “Sungguh melegakan mengetahui bahwa meskipun bayiku meninggal, hidupnya berdampak pada orang lain,” ucap Kolb penuh haru.

Cerita mitra kami
Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik

***
Sungguh mengharukan ya Bunda, kisah ibu donorkan ASI di atas. Semoga bisa diberi ketabahan atas kehilangan yang maha berat ini.

Baca juga:

Ingin donor ASI, Sarwendah jalani tes darah di Singapura

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Titin Hatma

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Bayinya Meninggal di Usia 3 Minggu, Ibu Ini Donorkan 17 Kg ASI untuk Mengenangnya
Bagikan:
  • Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
    Cerita mitra kami

    Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!

  • Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
    Cerita mitra kami

    Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
    Cerita mitra kami

    Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!

  • Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
    Cerita mitra kami

    Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti