TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Mengaku Sakit Hati Orangtua Dihina, Keponakan Tega Bunuh Nenek 79 Tahun

Bacaan 4 menit
Mengaku Sakit Hati Orangtua Dihina, Keponakan Tega Bunuh Nenek 79 Tahun

Setelah ditelusuri pihak kepolisian, ternyata modus pelaku melakukan aksi pembunuhan bisa terungkap.

Lagi-lagi, kasus pembunuhan yang melibatkan keluarga dekat mengejutkan publik. Peristiwa pembunuhan itu terjadi di Desa Cipondok, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan. Kali ini pelaku sang keponakan bunuh nenek karena sakit hati atas perkataan nenek tersebut.

Sang Keponakan Bunuh Nenek Karena Sakit Hati

Seorang pria bernama Dedi alias Taspin nekat menghabisi nyawa Sanah, perempuan yang sudah lansia berumur 79 tahun. Pelaku yang melakukan aksi pembunuhan tersebut tak lain keponakan korban sendiri.

Berdasarkan penuturan Dedi, ia mengaku sakit hati lantaran Sanah sering menghina ayah dan ibunya. Konon, korban menghina ayah pelaku dengan mengatakan kalay sang ayah, seorang yang suka mencuri tanah. Tak hanya itu, menurut Dedi, Sanah juga kerap menghina sang ibu yang sedang sakit.

Tak terima orangtua dihina sedemikian rupa, pelaku lantas emosi. Ia kemudian mendatangi rumah korban yang letaknya tak jauh dari rumahnya.

keponakan bunuh nenek karena sakit hati

Sesampainya di rumah korban, pelaku langsung memukul korban tepat di bagian dada serta mencekiknya. Tersangka juga mengaku saat itu tak menyadari korban telah meninggal dunia akibat aksinya tersebut.

Setelah korban tergeletak tak berdaya, pelaku bergegas mengambil perhiasan korban berupa gelang dan kalung emas. Tak menunggu lama usai melakukan aksinya, pelaku pun langsung pergi keluar kota.

Pernyataan mengenai kronologis kejadian diungkap pelaku saat jumpa pers di Aula Wira Satya Pradana Mapolres Kuningan, pada Rabu (2/9/2020).

Artikel terkait: Menjadi Otak Pembunuhan Suami, Zuraida Hanum Dijatuhkan Hukuman Mati!

Anak Korban Curiga Ibunya Meninggal Secara Tak Wajar

Awalnya, peristiwa pembunuhan Nenek Sanah tak terendus, sebab segera setelah meninggal korban dimakamkan secara normal. Namun, salah seorang anak korban menaruh curiga atas kematian sang ibu.

Berawal dari prosesi pemandian jenazah korban, Caskini, anak korban mendapati sejumlah kejanggalan pada tubuh mendiang ibundanya. Ia menemukan sejumlah luka lebam di beberapa bagian tubuh korban.

“Itu terungkap saat korban yang sedang dimandikan untuk dikafani itu tampak ada luka lebam bagian tubuh dan leher korban,” terang Kapolres Kuningan AKBP Lukman SD Malik kepada wartawan di Aula Wira Satya Pradana, pada Rabu (2/9/2020).

Lukman pun melanjutkan, “Saat memandikan, Caskini yang mencurigai kematian korban tak wajar, langsung kasih tahu Agus, kemudian mereka melapor ke petugas Polsek Cibingbin.”

Mengaku Sakit Hati Orangtua Dihina, Keponakan Tega Bunuh Nenek 79 Tahun

Pihak kepolisian segera menindaklanjuti kasus kematian tak wajar itu setelah mendapat laporan dari pihak keluarga korban. Aparat selanjutnya melakukan pembongkaran makam korban di TPU desa setempat.

Proses otopsi kemudian dilakukan atas jenazah Nenek Sanah untuk mengetahui penyebab kematian. Dari hasil otopsi itulah, ditemukan adanya sejumlah tanda kekerasan yang diduga menjadi penyebab korban meregang nyawa.

Dari keterangan saksi, diperoleh fakta bahwa tersangka Dedi merupakan orang yang terakhir kali terlihat bersama korban pada pagi hari. Saksi juga mengatakan bahwa ia melihat tersangka di dalam rumah bersama korban.

Setelah melancarkan aksi kejinya, tersangka baru pulang ke rumah pada sore hari. Saat itu ia pun mengaku telah mendapati korban dalam kondisi tak bernyawa.

Artikel terkait: Pembunuhan sadis sekeluarga di Bekasi, begini kronologinya

Katanya Sakit Hati, Ternyata….

Polisi kemudian meringkus Dedi alias Taspin, warga Dusun II Cibodas, RT 002 RW 004, Desa Cipondok, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, di Kota Tangerang.

Kepada pihak kepolisian, tersangka mengaku tega menghabisi korban hingga meninggal lantaran sakit hati. Pasalnya, korban kerap menghina kedua orangtua tersangka.

Saat dikonfrontasi mengenai hinaan korban soal pencurian tanah, tersangka sendiri mengaku tidak tahu-menahu persoalan tanah yang dimaksud korban.

Mengaku Sakit Hati Orangtua Dihina, Keponakan Tega Bunuh Nenek 79 Tahun

Menurut pihak kepolisian, keterangan pelaku tersebut tidak meyakinkan. Aparat akhirnya memastikan bahwa modus tersangka membunuh adalah ingin menguasai perhiasan korban. Oleh karena itu, tersangka dikenai pasal pembunuhan dan perampokan berdasarkan beberapa bukti yang ada.

Polisi menemukan sejumlah barang bukti dalam pengungkapan kasus ini. Antara lain, satu lembar surat perhiasan emas jenis kalung berat 10,5 gram seharga Rp3.360.000. Kemudian satu lembar surat perhiasan emas jenis gelang berat 4 gram seharga Rp1.280.000 dan satu lembar surat perhiasan emas jenis bandul kalung berat 2,1 gram seharga Rp546.000.

Tersangka diketahui sehari-hari pekerja serabutan, sebab ia tak punya pekerjaan tetap. Ia pun kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Atas tindakan itu, tersangka dikenakan pasal 338 KUHPidana (ancaman hukuman paling lama lima belas tahun) dan 365 ayat (3) KUHPidana (ancaman hukuman paling lama lima belas tahun),” pungkas Kapolres Kuningan AKBP Lukman SD Malik.

Baca juga:

Gara-Gara Hutang, Satu Keluarga di Sukoharjo Dibunuh Secara Keji

Cerita mitra kami
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Titin Hatma

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Mengaku Sakit Hati Orangtua Dihina, Keponakan Tega Bunuh Nenek 79 Tahun
Bagikan:
  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti