Sepasang balita kembar siam yang punya satu hati ini berhasil dipisahkan

lead image

Sebuah operasi pemisahan balita kembar siam di Australia mampu berjalan dengan baik dan mendapat banyak respon positif.

Dalam beberapa kasus kembar siam, prosedur operasi pemisahan mereka seringkali berisiko. Namun baru-baru ini, sebuah prosedur pemisahan kembar siam di Australia berhasil dilakukan dan mendapat banyak reaksi positif di seluruh dunia.

Operasi kembar siam asal Bhutan ditangani oleh ahli bedah Australia

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/11/kembar siam.jpg Sepasang balita kembar siam yang punya satu hati ini berhasil dipisahkan

dok. foto: theAsianparent Singapura

Pada 9 November 2018 lalu, ahli bedah asal Australia berhasil memisahkan Nima dan Dawa yang berusia 15 bulan, sepasang kembar siam asal Bhutan yang tubuhnya menyatu satu sama lain.

Operasi pemisahan kembar siam yang sukses itu berlangsung selama 6 jam dan dilakukan oleh tim yang terdiri lebih dari 20 dokter dan perawat.

Baca juga: Salah satu janin menghilang saat mengandung bayi kembar, bagaimana bisa terjadi?

Rupanya, si kembar hanya menyatu di bagian hati. Semua organ utama mereka berbeda dan terpisah. Hal ini tentu memudahkan para tim operasi.

Joe Crameri yang memimpin tindakan di Melbourne’s Royal Children’s Hospital itu. Menurutnya, operasi bisa berakhir lebih awal karena timnya tidak menemukan kesulitan apapun di dalam perut si kembar. Semua disebabkan karena persiapan yang cukup matang.

Joe memuji daya tahan sepasang balita perempuan itu. Dia mengatakan bahwa mereka sangat siap untuk menjalani operasi dan mampu mengatasinya dengan sangat baik melalui  prosedur ini. Saat ini, sepasang balita kembar itu berada dalam tahap pemulihan, yang  berjalan dengan sangat baik.

Keberhasilan pemisahan kembar siam memungkinkan mereka menjalani kehidupan mandiri di masa depan

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/11/kembar siam 2.jpg Sepasang balita kembar siam yang punya satu hati ini berhasil dipisahkan

dok. foto: theAsianparent Singapura

Menurut Crameri, satu hingga dua hari pasca operasi sangat krusial bagi si kembar untuk pulih. Namun, dia yakin mereka akan baik-baik saja.

Si kembar dan ibu mereka, Bhumchu Zangmo, datang ke Australia bulan lalu dengan bantuan biaya dari badan amal Australia. Namun, para dokter menunda melakukan prosedur hingga 9 November 2018, untuk memastikan si kembar telah cukup memenuhi nutrisinya  dan siap untuk menjalani operasi.

Para ahli bedah sudah mengetahui bahwa baik Nima dan Dawa telah berbagi organ hati. Namun sebelum hari Jumat, mereka tidak yakin apakah si kembar siam juga berbagi organ usus, yang akan membuat prosedur jadi lebih sulit.

Belakangan, Crameri berkomentar bahwa usus si kembar sedikit terpelintir, tetapi mereka tidak melekat.

Dalam sebuah foto yang dikeluarkan rumah sakit, empat ahli bedah terlihat dengan hati-hati membawa salah seorang saudara kembar menjauh dari saudara perempuannya di meja operasi.

Kesuksesan pemisahan kembar siam ini menjadi awal si kembar yang lebih baik.

Pengeluaran keluarga didanai oleh badan amal

Baik Nima, Dawa dan ibu mereka menghabiskan bulan Oktober di sebuah retret dari Melbourne. Children First Foundation, badan amal yang mengelola retret tersebut, telah mengumpulkan uang untuk membiayai biaya penerbangan dan operasi keluarga mereka di Australia.

Elizabeth Lodge, staf dari Yayasan itu mengatakan bahwa sebelum prosedur dilakukan, si kembar siam memiliki kepribadian yang berbeda.

Dia mengatakan bahwa Nima adalah anak yang kuat dan cenderung selalu berada di atas, sedangkan Dawa lebih tenang.

“Sangat menarik untuk melihat apa yang akan terjadi setelah si kembar dipisahkan,” lanjut Lodge.

Negara asal si kembar, Bhutan, adalah kerajaan Himalaya yang miskin. Para tim medis profesional di sana pun tidak memiliki keterampilan untuk memisahkan kasus kembar siam.

 

Dilansir dari artikel Kevin Wijaya Oey di theAsianparent Singapura
Baca juga:

https://id.theasianparent.com/suka-duka-merawat-bayi-kembar/

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Adroid.